PROSES PENURUNAN SIFAT-SIFAT ALLAH KEPADA DIRI MANUSIA
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
دكوتيف اوليه :
جعفر الدين الجيلان الصدق
*****
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم
لا تدركه الأبصر وهو يدرك الأبصر وهو اللطيف الخبير
(انعم : ١٠٣)
Maksudnya :
" Tidak dapat dicapai dengan penglihatan mata, akan tetapi Dia-lah yang melihat segala penglihatan . Dan Dia- bersifat lemah lembut lagi Maha Mengetahui."
(QS. An-'am : 2-4)
******
Kutipan keterangan Saya pada hari ini, sedikit agak panjang saudara-saudariku sekalian .......
Supaya apa ????
Supaya Anda itu mudah faham dan mengerti apa yang saya jelaskan ini sesuai dengan tajuk judul Diatas tersebut .......
Nah, jadi apa yang Saya tuliskan satu Ayat firman الله diatas yang Saya tuliskan itu, maka :
Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam dengan sabda beliau :
" Berfikirlah engkau mengenai tentang Makhkuq الله، tetapi janganlah engkau sekali-kali memikirkan tentang Dzat-Nya. Sebab tidak bisa engkau menduga-duga dengan sebenar-benarnya.
(Sumber Hadits dari :
Ibnu Abbas)
****
Untuk mengetahui perkara ini, yaitu :
Tentang kejadian manusia melalui proses penurunan sifat-sifat-Nya yang الله berikan kedalam diri manusia, Maka :
Sifat- Sifat-Nya itu ada empat sifat yang ditancapkan oleh الله kedalam qalbu kita yaitu :
" Af'al (Perbuatan)
Asma (sebuah Nama)
Sifat (kelakuan)
Dan Dzat (unsur identik)
Yaitu :
(1). Proses pertama yaitu :
Allah menurunkan sifat pertama -Nya itu, ketika Dia- menjadikan bentuk sosok manusia yakni :
Memasukkan Af'al-Nya yakni : Perbuatan-Nya kedalam diri manusia atau kita ini yang berupa tubuh lahiriah yang terdiri daripada beberapa material dijadikan yaitu :
- Darah dari sifat 🔥 api.
- Urat-urat syaraf, Nadi daripada sifat angin.
- Tulang-tulang rangka daripada sifat Air.
- Dan daging daripada Tanah.
(2). Proses kedua :
penurunan sifat kedua الله yang Dia- berikan sebuah Nama yaitu :
Asma-Nya kepada manusia ialah gambaran hati yaitu Al Qalb.
Sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam dalam sabda beliau :
" Ketahuilah ......
Sesungguhnya didalam tubuh itu, ada segumpal daging merah, jika segumpal daging tersebut baik, tentu baiklah sekalian tubuhnya. Dan apabila buruk (daging segumpal), maka buruklah sekalian tubuhnya.
Ketahulah bahwa dia itu ialah Hati (Qalb)."
(HR. Al Bukhari & Muslim)
*****
Maka saudara-saudariku sekalian ...........
Hati kita inilah Sang Raja...
Yang merajai seluruh anggota tubuh kita ini yang menjadi pemandu pertama sebagai penentu arah.
Pada hati kita Inilah sebagai wakil الله atau penyambung dari الله.
Maksudnya adalah :
Mewakili perbuatan Tuhan dimuka Bumi ini untuk meluruskan hukum-hukum-Nya.
Baik itu dalam kenyataan maupun dalam kerahasiaan.
Nah ....
Jadi peran Hati kita ini sebagai pengganti Perbuatan-Nya, yang terdiri daripada dua jenis sifat yaitu :
- Kebaikan sifat yang dikarenakan adanya sifat Mahmudah ditanamkan yaitu :
Sifat terpuji yang diridhai- الله yang sudah ditetapkan dalam hukum Syari'at-Nya
- keburukan sifat dikarenakan oleh sifat Majmumahnya yang mengikuti kemauan kehendak iblis La'natullaahi Alaihi...
Mengikuti hawa nafsu...
Dan menanamkan sifat-sifat 😈 Setan.
Nah, jadi .....
Jika digambarkan penjelasan dari saya ini, sesuai dengan update-tan dua Poto gambar tersebut
Yaitu :
1. Satu Poto proses kejadian manusia dalam bentuk bayi yang الله turunkan sifat-sifat-Nya pada diri kita.
2. Dan yang satunya lagi gambar bentuk hati yang saya update kan keduanya
sesuai dengan keterangan yang saya uraikan ini.
Silahkan Anda periksa dan lihatlah dua Poto gambar tersebut...!!!!
********
Kita lanjutkan saudara-saudariku sekalian .....
Supaya kajian ini memudahkan Anda untuk memahaminya.
Mari kita menyimak bersama-sama dalam kehati-hatian kita.
Nah ..........
Dalil untuk gambar Poto Hati ini yang saya update kan bersamaan keterangan Poto gambarnya dalam status hari ini, maka :
Sesuailah dengan berdasarkan satu firman الله Ta'ala yaitu Ayat : 2- 4.
Sebagai berikut :
انما المؤمنون الذين اذا ذكر الله و جلت قلوبهم و اذا تليت عليهم ءايته، زادتهم ايمنا وعلى ربهم يتوكلون
Artinya :
" Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah mereka yang apabila disebut Asma الله، gemetarlah hati mereka.
Dan apabila dibacakan pada mereka itu Ayat-ayat-Nya, maka bertambahlah keimananlah mereka karenanya. Dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakkal, yaitu orang-orang yang mendirikan shalat dan menafkahi sebagian rezeki yang Kami berikan pada mereka."
Penjelasan Ayat ini adalah :
(1)- " Disebutkan Nama الله, gemetarlah Hati "
Saudara-saudariku ......
Tidak mungkin hati seseorang itu bergetar dengan sendirinya jika ia tidak menyebut Asma الله kecuali ia sudah menanamkan rasa sifat kecintaan, kerinduan dan kasih sayang.
Perkara cinta dan kasih ini....
Mestilah dengan jalan Ma'rifat yaitu jalan mengenal, jalan kesempurnaan.
Maka hal ini sesuai dengan sebuah kata pepatah yang indah yaitu :
" Tidak cinta, maka tidaklah sayang ....
Tidak tahu, maka tidaklah kenal..."
Maka jalan ini mestilah dengan cara berma'rifat kepada الله.
Jika tidak .......!!!
Dipastikan Iblis yang bersarang di seluruh belahan Fu'ad Qalbu hatinya.
Jadi saudara-saudariku sekalan ......
Jika kita Ma'rifat kepada الله Ta'ala, niscaya ...
Tertanam lah Syahadat tauhid dan Syahadat Rasul-Nya dengan lisan dan hati serta perbuatan. Maka wujudlah Nur Iman.
******
Penjelasan kedua :
" Apabila dibacakan pada mereka itu Ayat-ayat الله "
Bagi seseorang yang dikatakan beriman sebenar beriman ......
Pasti ia semakin bertambah keimanannya itu yang sudah ada tertanam didalam lubuk qalbu hatinya yang terdalam.
Jika tidak bertambah keimanannya itu dan jika dibacakan ayat-ayat الله ...
Pasti kalau sudah cukup nisab hartanya .....
Ia akan mengeluarkan zakat hartanya, zakat emasnya, zakat niaganya dan zakat pertaniannya sesuai dengan jalan mustahak.
******
Penjelasan ketiga :
" kepada Tuhan-lah mereka bertawakkal "
Maksudnya ialah :
Berserah dir kepada الله tawakkal kepada-- Nya
Tidak merasa takut apapun didalam lubuk hatinya, tetapi ia hanya takut kepada الله semata.
Namun ......
Bila ia melakukan dan tidak ditemukan didalam salah satu belahan qalbu hatinya ....
Maka niscaya kecintaannya terhadap dunialah yang tertanam didalam dirinya.
Inilah dikatakan tanda-tamda manusia yang senang menumpukkan harta keturunan. Dan pasti menanamkan sifat tamak, serakah dan rakus terhadap kekayaan dunia yang kelak nanti akan menjadi bahan bakar dirinya sendiri didalam neraka. Dan kebanyakan lelap tidurnya disebabkan harta yang berlimpah-limpah itu tanpa mempedulikan kemelaratan orang lain didalam lingkungannya yang bermasyarakat bangsa dan bernegara.
tetapi ....
Apabila berserah dirinya itu ada pada sudut hatinya, pasti senanglah ia melaksanakan puasa.
Namun bukan cuma puasa dari kekotoran Jiwanya saja, akan tetapi puasanya itu mengejar pangkat jabatan, kedudukan dan menumpuk-numpuk harta kekayaan. Puasa daripada Fitrah dan cela dan segala perbuatan maksiat.
*****
Penjelasan ketiga :
" Orang yang mendirikan shalat "
Ketahulah saudara-saudariku .....
Sesungguhnya shalat yang kita lakukan itu sebenarnya adalah mencegah segala perbuatan buruk dan kemungkaran.........
Bila hati kita nyata mendirikan shalat ......
Tetapi kita melakukan kemaksiatan seperti melakukan penipuan, sogok, berjudi, meminum minuman keras, ego, memperkaya kan diri sendiri, itulah dinamakan shalat Iblis, sifatnya 😈 setan yang tidak ada memiliki kesadaran sejati.
Kebanyakan mengikuti keinginan kehendak hawa nafsu dunia, karena tidak ada Ma'rifat, iman dan tawakkal. Sebab :
Tidak ada didalam hati kita tanamkan.
Jika kita mengaku beragama Islam ......
Tanda lahiriah kita inilah menentukan shalat kita yang bisa dikatakan mencegah diri dari berbuat keji dan kemungkaran.
******
Penjelasan ke-empat :
" Menafkahi sebagian rezekinya."
Saudara-saudariku sekalian ..........
Rezeki itu sebagai karunia dari Nikmat الله yang Dia- berikan kepada kita ini untuk berjihad dijalan agama-Nya.........
Bila ada Hidayah (petunjuk) yaitu Nur yang ada ditengah pusat hati kita yakni :
" Bahajatul Qulub "
Niscaya 😈 setan akan kepanasan.....
Tentu senanglah kita untuk berinfaq, dan menunaikan ibadah Haji sebagai rukun Islam yang kelima kita laksanakan dengan segala ilmu. Bukan kita memamerkan penampilan karena banyak 💰 uang.
Saudara-saudariku .....
Banyak umat Islam yang menunaikan ibadah haji..
Akan tetapi banyak yang sombong,Takabbur, riya', Hasad dan dengki.
Sifat ini tidak hilang dalam dirinya .......
Bahkan tamak dan serakah, semakin bersarang dan membudaya dalam dada mereka. Maka :
" Periksalah sebab-sebab nya itu, tentu bukan Iman, Islam, Ma'rifat dan Tauhidnya, melainkan dikarenakan kemewahan harta, dunia dan nama semata-mata serta uang yang digunakan untuk ibadah haji ingin dipamerkan.
Periksalah dulu ......
Dari mana ia dapati, halalkah atau yang haram ???
Hati kita itu saudara-saudariku ......
Ibarat gelas minuman.
Tidak boleh kita isi dengan bahan racun, tapi isikanlah gelas minuman kita itu dengan 🍯 Madu atau susu.
Akan tetapi ......
Bila kita isikan didalam gelas itu racun dan madu...
Maka kita meminumnya akan mendapatkan mudharatnya.
Begitulah dengan Haji jika cuma mencintai salah satu diantara keduanya yaitu :
KERIDHA'AN ALLAH'
!!!
1. Ma'rifat :
Menyebabkan ia bersyahadat.
2. Islam :
Menyebabkan ia
Shalat.
3. Tawakkal :
Menyebabkan ia puasa.
4. Iman :
Menyebabkan ia berzakat.
5. Nur :
Menyebabkan ia
Haji.
Sehingga .......
Dari hati yang baik itulah yang menerbitkan lima rukun Islam, yaitu :
Syahadat.
Shalat.
Puasa.
Zakat.
Haji.
MURKA- NYA ALLAH
!!!
1. Iblis :
Menyebabkan ia
Kafir (kufur).
2. Hawa :
Menyebabkan ia
Malu.
3. Nafsu :
Menyebabkan ia
Ingin terus memuaskan syahwatnya dan mencari kenikmatan keduniaan, dan lupa akan akhiratnya.
4. Cinta dunia :
Menyebabkan ia
Tamak, serakah, gila dunia.
******
Saudara-saudariku sekalian yang dirahmati oleh الله Ta'ala ........
Dengan apa yang saya jelaskan begitu panjang penguraian Ayat diatas maka :
Telitilah dan periksalah oleh kita sendiri ......
Bahwa hati kita ini pada keridhaan Allah-kah atau pada kemurkaan-Nya ???
Sebab :
Kita tidak bisa ini menyembunyikan keduanya, karena :
Hati kita ini tidak pernah berdusta.
Anda pasti tahu sendiri ....
Karena hati kita itulah disebut dengan " Tape recorder الله " yang setiap waktu mendeteksi semua perbuatan kita.
Dimana saja kita berada dan hati akan melaporkan semuanya kepada Malaikat pencatat amal baik dan buruk kita.yang nantinya akan diperlihatkan kepada kita. Rekaman hati kita itu dihari kiamat, sebesar dan sekecil Zarrah pun akan ditampakkan dan tak akan hilang sedikitpun.
*****
(3). Proses ketiga :
Penurunan sifat unsur dari الله kepada manusia yaitu :
" Ruh "
Ruh dari الله itu ditiupkan kepada manusia berupa kehidupan melalui ubun-ubun, lalu terhubung masuk kedalam hati manusia, semasa di alam kandungan Rahim sang Ibu, yaitu setelah ia berumur 3x 40 hari.
Dari jantung itulah ....
Kehidupan Ruh dipompa keseluruh tubuhnya melaui pembuluh-pembuluh darah. Maka :
Pergerakan tubuh raga kita ini merupakan gerak dari ruh kita dengan pengendalian hati kita.
Daripada itu ......
Baiknya kendalian hati kita, baik pula pergerakan ruh yang Zahir kepada jasmaniah kita ini.
Itulah sebabnya .......
Tidak terpisahnya Ruh dan Jasmani kita inu karena keduanya Esa yaitu :
Jasad Esa kepada Ruh....
Dan Ruh Esa kepada الله.
Maka الله tidak perlu di-Esakan, karena Dia- sudah nyata dalam ke-Esaan-Nya.
Itulah Syari'at dan Hakikat ....
keduanya itu, tidak boleh kita pisahkan yang telah diatur oleh Thariqat.
" Barangsiapa yang memisahkan atau menceraikan keduanya itu...Maka :
Terbakarlah dirinya ....
Dan tinggalah ia segala Rabithah (penuntun) nya
Sedangkan
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam sendiri berhadapan langsung dengan الله ketika beliau menerima tiangnya Agama, setelah lebih dari 13 tahun mendirikan pundasinya agama yaitu :
"Awwaluddin Ma'rifatullah "
Dan barangsiapa yang mengabaikan Thatiqat Dzikir, maka tidak akan berdiri pada diatas jalan yang Haq.
Sebagaimana firman الله Ta'ala :
" Dan bahwasanya, mereka tetap berjalan diatas jalan yang lurus, Kami akan berikan rezeki dengan tidak kekurangan "
(QS. Al- Jin :16).
*****
Proses ke- empat :
Penurunan Tajalli Dzat Allah yang yang Maha Lathif yang tidak bisa terlihat oleh mata kepala Lahiriah maupun mata hati kecuali diizinkan oleh-Nya yaitu melalui "Sir " yakni :
Suatu hubungan yang tidak bercerai dan tidak terpisahkan. tetapi ...
Tidak bersatu dan tidak bersekutu.
Inilah disebut dengan :
" Dekat tiada bersentuhan...
Dan jauh tiada lah berjarak."
Maka hubungan ini adalah :
° Tidak memiliki kuasa apapun atas dirinya ..... Melainkan الله yang memberikan kekuasaan atas dirinya.....
° Tidak memiliki kehendak sedikitpun pada dirinya ..... Melainkan الله yang menentukan atas kehendak-Nya.
° Tidak ada memiliki hidup atas dirinya, melainkan الله yang memberi hidup atas kehidupannya.
° Tidak ada Ilmu pengetahuan sedikitpun atas dirinya ....
Melainkan الله yang memberikannya pengetahuan ilmu.
° Tidak ada pendengaran atas dirinya .......
Melainkan الله yang memberikan pendengaran..
° Tidak ada memiliki penglihatan atas dirinya ...
Melainkan الله yang memberi penglihatan.
° Tidak ada memiliki perkataan atas dirinya ....
Melainkan الله yang mengajarkan perkataan.
*****
Nah jadi Saudara-saudariku sekalian ......
Untuk meletakan sifat penyempurnaan antara sifat Ma'ani yaitu sifat pada Zahir kita .......
Dengan sifat Ma'nawiyah yaitu batin pada tubuh kita... Maka :
Maka jelas sekali .....
Alam tubuh kita ini sebagai wadahnya memandang ke-Esaan (Wahdaniyah).
Itulah yang terkandung kepada :
Af'al الله.
Asma الله
Sifat الله yang 15 sifat Rahmat sekalian Alam yang berdiri kepada :
Dzat- الله yang lima sifat, yaitu :
Wujud.
Qidam.
Baqa'.
Mukhalafatuhu Lil Hawadits.
Qiyamuhu Bi-Nafsih.
Maka :
Jadi adanya manusia itu atau kita ini adalah :
" Bodoh "
Tuli, buta, lemah, dha'if, hina, tidak memiliki kekuatan dalam sisi الله Ta'ala yang tersurat dan tersirat kata kalimat :
لا حول ولا قوه الا بالله العلي العظيم
Sebagaimana di isyaratkan dalam sebuah hadits Qudsi yaitu :
ألانسان السره، السري الصفاتي
والصفاتي من التي
Artinya :
" Insan itu adalah Rahasia-Ku, Rahasia itu Sifat-Ku, dan Sifat-Ku itu tidak lain dari Aku- Jua."
Firman الله Ta'ala :
واذا سألك عبادى عنى فاءني قريب، اجيب دعوة الداع اذا دعان، فليستجيبوالي و اليؤمنوبي لعلهم يرشدون
Artinya :
" Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya tentang Aku, maka (jelaskanlah) bahwa Aku adalah dekat. Dan Aku- akan mengabulkan permintaan orang yang memohon pada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (semua perintah)- Ku. Dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam Kebenaran ."
(QS. Al- Baqarah : 186)
******
Jadi saudaraku-saudariku sekalian ...........
Dari seluruh penjelasan saya ini yang begitu panjangnya yang saya uraikan ini adalah :
Merupakan sebagai kesimpulan bahwa sesungguhnya .....
Adanya Hakikat Insan itu pada diri kita, jika kita ini benar-benar disebut :
" Manusia Hakiki "
Yang memiliki Zat.
Bisa juga kita disebutkan dengan penjelasan Saya dibawah ini, yaitu sebagai berikut :
Zat kita ini adalah :
Sifat bagi الله Ta'ala .....
Sifat kita ini adalah :
Asma bagi الله Ta'ala .....
Asma kita ini adalah :
Af'al bagi الله Ta'ala ......
Af'al kita ini adalah :
Bekas Qudrat .....
Iradat ......
Hayat .....
Sama' .....
Bashar ...
Dan Kalam الله yang memiliki Dzat- yang Wajibul Wujud yakni :
Qidam lagi Baqa' .....
Laisya Kamislihi Syai'un .....
Rabb Semesta'Alam ....
*****
Nah ......
Semoga kutipan dari Saya ini, bisa Anda pelajari walaupun begitu panjangnya uraian ini.....
Begitulah ilmu tauhid mesti harus diuraikan supaya faham dan mengerti agar tidak salah penguraiannya dan mudah diterima oleh akal dan menjadi ilmu yang bermanfaat.....
Jangan cuma tahu menulis status saja, tapi tidak tahu cara memecahkan apa yang dibuat. Sebab :
Setiap status tertentu harus sesuai jalan pengertiannya supaya yang mengamalkan ilmu yang ia didapati tidak salah jalan. Karena ini adalah jalan Haq.
Sudah saya sebutkan diatas yaitu :
" Jalan yang lurus yakni jalan Haq,"
Tidak lain hakikat menuju Musyahdah ma'rifat.
Jadi ..... Hati-hatilah Anda menulis sebuah status karena itu merupakan ilmu yang harus difahami seseorang jika ia bertanya pada Anda yang membuat stasus.
Ingat itu !!!!
Anda termasuk juga sedikit sebagai guru media yang bertanggung jawab atas status Anda, karena membaca dan mengambil pelajaran dari Anda itu agar ia tidak tersesat dalam pengalamannya. Maka tentu Anda wajib menjawabnya .....
Jika tidak ...... ????
Anda akan berdosa berdosa besar....
Daripada itu.......
Berhati-hatilah dalam sebuah pengambilan isi kitab atau dari seseorang Anda update statusnya menjadi status Anda salin, supaya ia tidak tersesat.
Cukuplah sampai disini apa yang saya jelaskan diatas semuanya ......
Jika Anda jemu, bosan membacanya berarti Hati Anda itu masih gelap ,dan masih tertutup dari kebenaran disebabkan Nafsu bersarang didalam hati......
Semoga الله memancarkan Nur-Nya kedalam hati Anda agar menjadi terang dan menerima segala ilmu haq, termasuk kutipan saya ini ......
امين اللهم امين
Akhirul Kalam :
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Dari penulis ✍️ :
جعفر الدين الجيلان الصدق
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tehnik Sholat Khusuk
TEHNIK SHOLAT HUSUK. Yang di sebut sholat adalah perjalanan Ruhani bertemu Allah, berarti Ruh inilah yang bisa menghadap dan bertemu Alla...
-
WAJIB TUMA'NI'NAH KETIKA MELAKUKAN EMPAT RUKUN SOLAT.. ALLAHUMMA SOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD Wajib bagi setiap muslim untuk k...
-
Di dalam tubuh manusia ada empat unsur yg meliputinya, ke empat unsur itu ialah, Af'al,Asma',Sifat, dan Zat. yang mana ke empat uns...
-
Ilmu rahasi tentang nafas Adapun Nafas yang keluar dan masuk itu dinamakan Muhammad. Maka Nafas itu dinamakan Nabi kepada kita.(…tapi kit...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar