KANDUNGAN KALIMAT
" لا اله الا الله "
LAA ILAHA ILLALLAHU
"""""""""""""""""""""""""""""""""""”"""""""""
دكوتيف اوليه :
جعفر الدين الجيلان الصدق
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم
لا إله إلا الله وحده لا شريك له
محمد عبده و رسوله
******
Saudara-saudariku sekalian yang saya hormati 🙏🙏🙏 ......
Segala puji bagi الله، Tuhan semesta Alam...
Hari ini saya diberikan kesempatan oleh الله untuk menghirup udara dan diberi kesehatan Jasmani dan Ruhani, walau beberapa hari ini saya mengalami hal keadaan tidak sehat, namun الله memberikan kesempatan untuk hidup .....
Ini semua atas doa kalian juga dan semoga الله memberikan umur panjang dan rezeki yang mudah serta dalam lindungan -Nya untuk Anda.
امين اللهم امين .......
Baiklah ......
Hari ini Saya akan menjelaskan sesuai judul diatas.
Mengenai terhimpunnya semesta alam :
Awal - Akhir - Zahir dan Batin.
Yang terkandung didalam kalimat : " لا إله إلا الله "
Firman الله :
" Kepunyaan-Nya lah kerajaan langit dan bumi.
Dia- menghidupkan dan mematikan, dan Dia- Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu."
" Dia-lah yang Awal yang Akhir, yang Zahir dan yang Batin."
(QS. Al- Hadid : 2- 3)
********
Nama Ruh menurut pembagian derajat dalam situasi dan kondisinya :
Pertama :
Pada derajat Dzat ....
Ruh itu bernama :
" Arif "
Apabila Ruh mengenal tentang sesuatu.
Jika Ruh itu mengenal الله maka Ruh disebut :
" Arif Billah "
Ruh itu bernama :
" Iman "
Apabila Ruh mempercayai tentang sesuatu.
Pada derajat Dzat inilah perjalanan Ruh Anda itu sampai sebelum ia meninggalkan dunia ini. Supaya Ruh Anda itu Selamat, sebab الله berfirman :
" Hendaknya kamu menjadi orang yang Rabbani (yang Sempurna Ma'rifatnya Kepada الله ). Karena kamu mengajarkan Al- Kitab, dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya."
(QS. Ali - Imran : 79)
Saudara-saudariku ....
Tiada yang lebih mengenal yang mempercayai Diri-Nya selain Ruh kita itu sendiri.
" Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya.
Barangsiapa mengenal Tuhannya, maka tahulah a dirinya akan binasa (lenyap)."
Sesuai pula dengan ungkapan para sufi :
" Aku mengenal Tuhan-Ku melalui Tuhan-Ku dengan Rahmat-Nya."
******
Kedua :
Pada derajat Sifat ......
Ruh itu bernama :
" Ilmu "
Apabila Ruh itu mengetahui tentang sesuatu, Ruh bernama :
" Akal "
Apabila Ruh dapat memikirkan tentang sesuatu.
Ruh itu bernama :
" Hidup (Nyawa) "
Apabila Ruh meliputi segenap tubuh.
Ruh itu bernama :
" Nafsi (Jiwa) "
Apabila Ruh merasakan berprinsip tentang sesuatu.
*******
Ketiga :
Pada derajat Asma .....
Ruh itu bernama :
" Qalbu (Hati) "
Apabila Ruh berkehendak akan sesuatu.
Ruh itu bernama :
" Nafsu "
Apabila berkehendak itu lebih dalam melupakan keinginan yang sulit dibendung.
Dan Nafsu terbagi menjadi tiga :
- Nafsu Ammarah :
Yaitu Nafsu yang memiliki Cela menurut hukum Syara' Fiqih, Tashawuf (Akhlaq), dan Tauhid.
- Nafsu Lawwamah :
Yaitu, Nafsu yang memiliki keadaan bimbang dan keraguan, tidak memilki pendirian yang tetap terhadap kebenaran.
- Nafsu Muthmaiinah :
Nafsu yang diridhai الله yang berhukum pada hukum, pertama pada Tashawuf, berpegang pada Tauhid.
Itulah Nafsu yang memiliki ketenangan, tulus.
Nafsu inilah yang mendapat panggilan الله untu memasuki Surga nanti.
Dengan Firman الله :
" Hai Jiwa yang tenang kembalilah disisi Tuhan mu dengan Hati yang puas lagi diridhai-Nya."
Maka, masuklah kedalam Jama'ah hamba-hamba-Ku."
(QS. Al-Fair : 27-30)
********
Ke-empat :
Ruh bernama Usaha apabila Ruh bisa berbuat akan sesuatu.
Ruh bernama ikhtiar ...
Apabila Ruh bisa memilih tentang sesuatu sebagai jalan kepada usaha.
Ruh itu bernama :
" Nafas "
Apabila Ruh bertukar udara yang dihirup dan keluarnya melalui hidung.
Saudara-saudariku sekalian .........
Masih banyak lagi nama- nama Ruh menurut situasi dan kondisinya.
Tidak ada ruang diluar yang empat derajat tersebut. Maka :
Ruh itulah bermacam-macam.....
Tetapi Hakikatnya adalah :
" Sifat الله "
Yang wadah Zahirnya 0ada seluruh benua yang hidup dan bernyawa.
Bisa saja sifat الله itu .....
Dicabut-Nya dari semua hamba, seperti " Maut "
Jadilah tubuh Anda yang indah serta tampan itu yang berbangsa dan berbilang, menjadi Mayat yang terbujur kaku.
Maka :
Yang Anda banggakan terhadap keindahan tubuh anda itu mana ?
Kesombongan yang terucap pada tubuh Anda itu mana ?
Daripada itu ......
Sadarilah wahai saudara-saudaraku sekalian yang pecinta akan dunia dan hawa nafsu ........
Akhirat itu .....
Setiap detik ada dihadapan Anda ....
Tetapi sayang .....
Dunia mencengkram Anda terus diatas sehingga Anda tunduk padanya.
Sedangkan Akhirat itu .....
Sangat hampir kepada diri Anda setiap hari yang dipertemukan antara Ruhmu dengan jasadmu.
Maka :
Bila Ruh itu terangkat dari tubuh Anda banggakan itu,
Itulah Akhirat.....
Dalam jarak seketika.
*******
Luasnya dunia ini saudara-saudariku .......
Tidak lebih dari dua pelupuk mata Anda itu....
Apabila mata Anda itu Anda pejamkan, apakah Anda dapat melihat jelas. Maka : Hilanglah keindahan dunia itu
Oleh karena itu ....
Gunakanlah kesempatan
Hidup Anda itu untuk mempersiapkan bekal menuju Akhirat yang abadi yang penuh Syahdu, sempurna.
Tidak pernah terlintas dikhayalan Fikiran kita.
Dan mustahil dapat dikhayal-khayal.
Begitupun dengan azab betapa hebatnya siksaan bagi orang-orang yang tidak mensyukuri Nikmat الله dengan perbuatan taat Zahir dan Batin sesuai dengan ajaran الله dan Rasul didalam Al-Qur'an dan hadits.
""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
Selanjutnya saudara-saudariku sekalian ........
Mari perhatikan sungguh-sungguh pembagian derajat sebagai berikut :
Renungkanlah dan fikirkanlah sedalam-dalamnya ....
Betapa Agung-Nya الله dalam segala yang diciptakan oleh-Nya dimuka bumi ini :
• keindahan الله (Sifat Jamal الله).
Itulah tubuh kita yang Zahir ini.
• Kesempurnaan (Sifat Kamal الله).
Itulah pada Hati kita atau hatinya orang Mukmin.
• Kebesaran الله (Sifat Jalal الله).
Itulah terletak pada Ruh kita atau sekalian ruh manusia.
Ketiga ini saudara-saudariku .....
Diatur dengan ilmu syariat, hakikat, dan tauhid.
Perhatikan dengan sungguh-sungguh pembagian empat derajat itu, dimana tiap-tiap urutan yakni derajat Af'al berdiri pada derajat Asma.
Dan derajat Asma berdiri pada derajat sifat.
Derajat sifat berdiri pada derajat Dzat.
Dan meng-Esakan ke-empatnya itu adalah :
Untuk menghapuskan segala kesyirikan yang selalu disebabkan oleh :
" Ke- Aku-an "
Padahal kita tidak memiliki apa-apa.
Dan kembalikanlah segala sesuatu itu dari keakuan Anda kepada Ke-Akuan-Nya الله Yang Maha Suci yang tidak ada bercampur dengan unsur-unsur apapun itu.
******
Saudara-saudariku sekalian .....
Perhatian daftar berikut dibawah ini :
Keterangan :
(1). ke-Esaan الله :
(a)- Derajat Dzat :
Diri Sebenar Diri.
(Ma'rifat)
Kalam-Nya. :
" LAA : لا "
•
Sifat-Nya :
Wujud - Qidam- Baqa'- Mukhalafatuhu Lil Hawadits - Qiyamuhu Bi-Nafsih.
(b)- Derajat Sifat :
Kelakuan.
(Hakikat )
Kalam-Nya :
" ILAAHA : اله "
•
Sifat-Nya :
Sama'- Bashar - Kalam - Saami'un - Baashirun - Mutakallimun.
(c)- Derajat Asma :
Nama
(Thariqat)
Kalam-Nya :
" ILLAA : الا "
•
Sifat-Nya :
'Aalimun - Hayyun - Qaadirun - Muuridun.
(d)- Derajat Af'al :
Perbuatan.
(Syari'at)
Kalam- Nya :
" ALLAH : الله "
*******
(2). Nabi Muhammad
Dengan Rahmat-Nya :
Batin Muhammad
" Rabbani "
Awal Muhammad
" Nurani "
Akhir Muhammad
" Ruhani "
Zahir Muhammad
1" Insani '
(QS. Ali Imran : 79)
*****
(3)- Sifat Nabi :
Shidiq : Nabi
Amanah :. Muhammad
Tabligh : Musthafa.
Fathanah : Rasululllah.
Tempat sifat :
Nabi :
Wadah Wahyu.
Muhammad :
Yang memuji.
Musthafa :
Pangkat yang tertinggi.
Rasulullah :
Pekerjaan yang mulia.
******
(4). Sahabat Nabi :
- Abu Bakar ra.
- Umar bin Khattab ra.
- Utsman bin Affan ra.
- Ali bin Abi Thalib kw.
******
(5). Lembaga dan unsur Adam manusia.
🔥 Api :
Menjadi darah.
Diri Sebenar Diri.
(Dzat الله)
Sir الله.
Angin :
Menjadi urat.
Diri terperi.
(Asma الله)
Qalbu.
Air :
Menjadi tulang.
Diri terbagai.
(Sifat الله)
Ruh.
Tanah :
Menjadi daging.
Diri Tajalli/ tersusun
(Af'al الله)
Tubuh.
*******
(6). Malaikat yang 10
Malaikat Jibril.
Malaikat Mikail.
Malaikat Izrail.
Malaikat Israfil.
Malaikat Raqib.
Malaikat Atid.
Malaikat Munkar.
Malaikat Nakir.
Malaikat Malik.
Malaikat Ridwan.
*******
(7). Kitab الله yang Wajib di imani.
Al- Qur'an : Muhammad.
Injil. : Isa.
Zabur. : Daud.
Taurat. : Musa.
""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
Kelanjutan kajian ini saya lanjutkan, Semoga bermanfaat ilmu Al- Hikmah ini.
(8). Ilmu Islam yang wajib juga bagi orang Mukallaf
- Ilmu Hikmah :
Ma'rifat
Pakaian lengkap seorang mukmin.
- Ilmu Tauhid :
Hakikat
Pakaian Ruh.
- Ilmu Thariqat :
Tashawuf
Pakaian Hati.
- Ilmu Fiqih :
Syari'at
Pakaian Jasmani.
*****
(9). Gerakan dalam shalat
Berdiri shalat :
Sifat 🔥 api.
Sujud didalam shalat :
Sifat Air.
Ruku' didalam shalat :
Sifat Angin.
Duduk didalam shalat :
Sifat tanah.
*****
(10). Mazhab para Imam :
Imam Maliki.
Iman Hambali.
Imam Hanafi.
Imam Syafi'i.
*****
(11). Rukun pujian :
Puji Qadim bagi Qadim.
Puji الله kepada Hamba.
Puji Hamba kepada الله.
Puji Hamba pada Hamba.
****
(12). Hukum dalam Islam :
Wajib. . Harus.
Sunat . Sah.
Halal. . Makruh.
Haram. . Batal.
*****
(13). Derajat Haji :
Ahad. . Kamis.
Senin. . Jum'at.
Selasa. . Sabtu.
Rabu.
*****
(14). Derajat Makhkuq :
Manusia. . Hewan.
Malaikat. . Tumbuhan.
Jin (Iblis).
*****
(15). Alam Semesta :
Matahari. . Planet-planet.
Bulan. . Bumi.
Bintang.
*****
(16). Pekerjaan jin dan Manusia :
Surga : Pahala.
Neraka : Dosa.
****
(17). Kelakuan Ruh menurut situasi dan kondisi :
Arif. . Hidup (Nyawa).
Iman. . Jiwa (Nafsi).
Ilmu. . Qalbu (Hati).
Akal. . Nafsu (Syahwat)
Usaha.
Ikhtiar.
Nafas.
******
(18). Nama Ruh:
Ruhul Amar.
Ruhul Quds.
Ruhul Amin.
Ruhul Idhafi.
Ruhul Hayat.
Ruhul Sulthan.
Dan lain-lain .........
****
(19). Alam Ghaib :
Alam Lahut.
Alam Malakut.
Alam Jabarud.
Alam Nasut.
Dan lain-lain.
****
(20). Manusia Abdi الله :
Para Rasul.
Para Nabi.
Para Wali.
Ahli Hakikat :
Qadiriyah.
Naqshabandiyah.
Sadziliyah.
Dan lain-lain.
Ahli Thariqat :
Halus Sunnah.
Ahli Syari'at :
Qadiriyah.
Naqshabandiyah.
Sadziliyah.
*****
(21). Agama di dunia :
- Islami (Samawi)
- Nashrani (Samawi).
- Hindu dan Budha (agama dunia).
Yahudi (Samawi).
*****
(22). Mata Angin :
Angin Utara.
Angin Timur.
Angin Selatan.
Angin Barat.
*****
(23). Situasi hari dan waktu :
Siang : Zuhur.
: Ashar.
Sore : Maghrib.
Malam : Isya'.
Pagi : Subuh.
****
(24). Benua :
Asia. . Amerika. . Afrika.
Eropa. . Australia.
*****
(25). Rukun Iman enam perkara, dan tingkat Iman yaitu :
- Tingkat : Iman Kamil.
- Tingkat : Haqqul Yaqin.
- Tingkat : 'Ainul Yaqin.
- Tingkat : 'Ilmul Yaqin.
- Iman Taqlid.
- Iman Dalil.
*****
(26). Kekuasaan الله :
'Arsy. Kursi.
Luh. Mahfuzh.
****
(27). Rukun Islam lima perkara :
****
(28). Ketentuan yang telah ditetapkan :
Langkah. Pertemuan.
Rezeki. Maut.
****
(29). Masjid الله :
Masjid Al- Harami.
Masjid Nabawi.
Masjid Al- Aqsha.
Masjid-masjid didunia.
****
(30). Pemerintahan langit dan bumi dalam enam masa :
• Perintahan الله
(masa ajal).
• pemerintahan Malaikat
(Masa Shuluhi Qadim)
• Pemerintahan para Rasul.
(Masa Tanzizi Qadim)
• Perintahan para Raja :
Sulthan - Kaisar
(Masa Tanzizi Muhaddas)
• Pemerintahan rakyat biasa dizaman ini/demokrasi
(Alam barzakh, alam Misal)
• Kembali'Kepada الله setelah kiamat hampir dan seterusnya setelah hari berbangkit.
*****
(31). Ukuran Arah :
Atas. Kiri.
Bawah. Kanan.
****
(32).Ukuran umur/volume :
Besar. Muda.
Tua. Kecil.
****
(33). Hakikat Ilmu :
- Maha 'Alim. - Ulama.
- Ilmu. - Alam.
****
(34). Keadaan Jiwa manusia :
- Hidup. - Sadar.
- Pingsan. - Mati.
****
(35). Jenis kelamin :
Tidak berjenis.
Khunsa.
Laki-laki.
Perempuan.
****
(36). Sebutan untuk dzikir :
Hu....
(Sir)
Allah - Hu..
(Ruh)
Allah - Allah.
(Qalbu)
Laa Ilaaha Illallaahu
(lisan).
****
(37). Unsur perpaduan manusia :
Tali Nyawa yang Maha Halus bergantung kepada Dzat- الله.
Ruh yang meliputi segenap tubuh.
Qalbu (Hati/jantung) yang mengalirkan darah keseluruh tubuh (jasad) yang terdiri empat unsur.
****
(38). Dasar hukum dan Ilmu Islam :
Al- Qur'an :
(Firman الله).
Hadits :
(Perkataan Rasul - Perbuatan Rasul - Diamnya Rasul.
Ijma' :
(Mufakat para Ulama).
Qiyas :
(Menurut Alam dan lingkungannya).
****
(39). Jenis Hewan :
Terbang di udara.
Hidup di air.
Hidup di air dan di darat.
Hidup di darat.
****
(40). Jenis Tumbuhan :
Benalu.
Tumbuhan Air.
Tumbuhan di air dan di darat.
Tumbuhan di darat.
(41). Dan banyak lagi.
****
Nah saudara-saudariku Sekalian yang dirahmati ....
Bila kita rajin meneliti dan meriset seluruh makhluq dan benda-benda tersebut menurut jenis dan genetiknya .....
Tidak lebih hanya akan termasuk kedalam empat derajat tersebut.
Dimana Derajat Af'al berdiri kepada Asma.
Asma berdiri kepada Sifat.. dan sifat berdiri kepada Dzat.
Maka :
Dzat الله itulah Sumber yang ada ini terkandung di dalam kalimatt :
" لا إله إلا الله "
Derajat yang satu menjadi jembatan kepada derajat yang lainnya.
" Barangsiapa yang mengakui salah satu Derajat diantara orang yang mengaku Islam ...
Maka :
" Binasalah ia "
********
Kita Ambil misal saja ......
Syari'at itu tidak akan dapat berdiri sendiri atau melangkahi Thariqat untuk sampai kepada Hakikat. Apalagi mau langsung kepada ilmu Ma'rifat.
Masuk jurang kalian itu.....
Sebab :
Thariqat itu adalah jalan amal, antara lain
(1)- Berdzikir kepada الله
Dan orang yang berdzikir itu disebut الله، laki-laki yang sesungguhnya dengan dalil firman الله :
" Laki-laki yang tidak di lalaikan oleh perniagaan. Dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat الله.
Dan (dari) mendirikan shalat, mengeluarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (dihari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang."
(QS. An-Nur : 37)
(2)- Mendirikan shalat :
Dan bila diketahui...
Jadilah hendaknya Shalat-Daim (shalat yang berterusan).
(3)- Melakukan Puasa.
Baik yang wajib maupun yang Sunat.
(4)- Membayar Zakat.
Bagi orang yang mencukupi Nisabnya.
(5)- Menunaikan ibadah haji dan sadaqah, amal jariyah dan segala kebaikan.
Seluruhnya itu adalah :
" Thariqat sebagai jalan untuk kembali kepada الله."
******
Ketahulah Anda ......
Sebanyak derajat Syari'at ...
Sebanyak itu pula Hakikat dan Ma'rifat.
Dan jikalau Thariqat itu dikatakan bid'ah ......
Dan setiap bid'ah itu adalah sesat ....
Dan sesat itu tempatnya :
" Neraka (Fin - Nar "
Maka :
Cobalah Anda hapuskan Kalam : Illaa - الا dari kalimat :
Laa Ilaaha Illaa- llaahu - لا إله إلا الله ........
Dan menjadi :
Laa Ilaaha-llaahu - لا إله الله.
" Syahadat Tauhid siapakah yang berbunyi seperti itu ????"
Selain orang yang tidak jeli otaknya itu ............
Bahkan mereka itu akan membunuh para ulama الله secara tidak langsung.
Karena :
Jalur ulama yang sebenarnya adalah :
Pada jalur Thariqat.
Dan seluruh terhimpun pada jalur itu akan tidak diakui- apabila Thariqat yang menjadi jantung dan rajanya Ilmu Islam yang tinggi itu dirusak oleh Ummat Islam yang hanya cuma Mengetahui tentang yang Zahir saja yang berhubungan dengan Alam kebendaan.
Jika Yahudi bertuhankan materi ......
Nasrani bertuhankan Ruh dan Aliran kepercayaan bertuhankan hati ..
Marilah ummat Islam kembali bertuhankan Dzat الله yang Wajibul Wujud adanya, dan Maha Suci dari sesuatu unsur atau Jauhar. Itulah dikatakan kebenaran yang Haq...
Jangan ikuti pengaruh kebudayaan barat yang telah menyusup Islam itu dari segala aspek kehidupan kita.
Empat derajat itulah sesunggguhnya :
" Rahasia lambang khataman Nubuwah "
Yang berada diantara urat belikat kiri Baginda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam ....
Untuk menyingkap :
" Tabir Rahasia Tauhid "
Yang menjadi Rahmat sekalian Alam ini .......
Baik pembangunan duniawi dan ukhrawi sebagai berikut :
Mashurun/ \Haitsu Syita
Fa-Innaka/ \Tawajjahu
/Allahu \
/Wahdahu\
/ Laa Syarika Lahu \
/Muhammad Abduhu \
/ Wa Rasuuluhu \
Selasa, 30 Juni 2020
HAKIKAT MUHAMMAD
حقيقت محمد صلي الله عليه و سلم
HAKIKAT MUHAMMAD
"""""""”""""""""""""""""""""""""""""""""""""
دكوتيف اوليه :
جعفر الدين الجيلان الصدق
*******
السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
بسم الله الرحمن الرحيم. .....
Saudara - saudariku hamba الله yang di muliakan....
Maaf.. dalam beberapa hari ini saya tidak online di media saya, karena saya banyak urusan dalam tugas saya mengajar. Dan hari ini saya kembali bersua kepada Anda tuk menyampaikan suatu ilmu yang bermanfaat untuk kita semua...
Nah... Hari ini saya menguraikan sedikit, mungkin juga agak panjang kutipan dari saya ini, supaya kita dapat memahami makna hakikat sebenar Muhammad....
Mari kita menyimak bersama- sama ..
Saudara - saudariku sekalian...
Ketahuilah... Bahwa Dzat الله, memanifestasikan atau menyatakan Diri- Nya sebagai Nur...
Utusan-Nya sebagai Nur...
Kitab-Nya (Al- Qur--an) sebagai Nur...
Agama- Nya (Islam) sebagai Nur...
Ilmu- Nya sebagai Nur...
Iman dan Ihsan sebagai Nur...
Oleh sebab itu, wajar bila Al-Hallaj mengajukan konsep tentang Nur Muhammad sebagai penciptaan awal dari segala macam ciptaan Allah, jauh sebelum teori big bang muncul.
Seperti halnya Al- Ashari, maka Al- Hallaj pun mendapat banyak tantangan dari para ulama lainnya. Sehingga beliau (Al- Hallaj) mengalami nasib yang sangat tragis.
*****
Saudara - saudariku...
Sebaiknya kita tidak usah membahas dan mendebatkan hal kedua konsepsi tersebut, karena masalah keyakinan tidak bisa kita paksakan.
Tergantung kepada diri kita masing - masing.
Kedua konsep itu, hanyalah sekedar kerangka teoritis untuk memudahkan pemahaman kita akan keberadaan "Dzat Laisya Kamitslihi Syai-un ".
Sesungguhnya...
Maha Suci الله dari segala macam perumpamaan.....
Nur Muhammad dianggap sebagai kesadaran kosmik (Sir), sebab, di dalam Sir ada " Aku "
Merupakan sumber asli dari semua pernyataan Diri dalam rincian- Nya. Mulai dari Wahdah hingga ke Wahidiah, hakikat Insan, Insan Kamil sampai menjadi debu...
Hadits Rasulullah saw :
1- Aku berasal dari cahaya الله, dan seluruh alam semesta berasal dari cahayaku.
2- Aku adalah bapak dari segala Ruh, dan Adam adalah bapak dari segala jasad.
_________________________
Sebagai barakah Suci yang memberi Rahmat kepada seluruh alam semesta... Maka hakikat Muhammad adalah lebih berhak untuk mendapat gelar " Juru Selamat "daripada Nabi- Nabi lainnya yang hanya sekedar diutus untuk suatu kaum saja yakni, Bani Israil. Bukan untuk bangsa Indonesia atau untuk bangsa- bangsa lain.
Setiap firman الله yang di sampaikan oleh Rasulullah Saw, tidak di tujukan hanya satu kaum, tetapi berlaku umum dengan seruan sebagai berikut :
" Hai manusia atau hai orang- orang yang beriman atau hai Bani Adam, hai orang- orang kafir."
_________________________
Berarti, Wahyu Islam atau firman الله yang di sampaikan oleh Rasulullah, tidak hanya bagi yang muslim saja. Tetapi sebenarnya adalah ditujukan untuk seluruh umat manusia di dunia.
Lalu Wahyu Islami juga tidak pernah mengajarkan hal dosa waris, dan tidak pernah mengajarkan bahwa dosa seseorang bisa ditanggung oleh orang lain. Setiap orang hanya menanggung dosanya masing - masing.
" katakanlah : " Bagiku amal ku dan bagimu amalmu. Kamu tiada bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan dan aku tiada bertanggung jawab atas apa yang kamu lakukan."
(QS. Yunus 10 : 41)
" Barangsiapa yang melakukan kebaikan sebesar debu, niscaya akan di lihatnya balasan dari kebaikan itu. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan, niscaya akan di lihatnya balasan dari kejahatan itu."
( QS. Az- Zilzal 99 : 7- 8)
*****
Sebagai barakah Suci, maka Hakikat Muhammad, mencakup semua Asma Dzat kecuali, Asma Hadi. Sementara Asma kebaikan dari pertentangannya di cakup oleh iblis, kecuali Asma Mudzil (yang menyesatkan.
Semua makhluk sangat tergantung kepada Allah Yang Maha Meliputi segala sesuatu ...
Bila seseorang telah diberi petunjuk الله, maka iblis pun tak akan bisa menyesatkannya .
Begitu juga sebaliknya, ...
Bila seseorang disesatkan الله, Rasulullah pun tak akan bisa meluruskannya , kehendak الله juga yang belaku.
****
HAKIKAT MUHAMMAD MEMILIKI DUA ASPEK
1 - Aspek Internal ( batin).
Sebagai Nur merupakan realisasi (manifestasi) Diri Dzat yang menerangi benda - benda lain (Sifat Jamal).
Mula - mula الله menjadikan alam semesta ini dalam kegelapan (Sifat Jalal) :
ان الله خلق الخلقا في الظلومتن
INNALLAAHA KHALAQAL KHALQA FIZH ZHULUUMATIN.
Kemudian diterangi oleh Nur Muhammad :
من الظلومت الى النور
MINAZH ZHULUUMATI ILAN NUURI.
Dari gelap menjadi terang. Tuhan akan membimbing Cahaya- Nya kepada Cahaya- Nya.
*****
Saudara - saudariku....
Dalam kehidupan sehari - hari , yang pertama kali kita rasakan adalah adanya cahaya. Lalu benda- benda ,bentuk- bentuk Zahir, semua yang ada di dunia ini bisa terlihat dengan jelas.
2- Aspek Eksternal (Zahir).
1. adalah Muhammad yang di ciptakan sebagai Insan, sebagai hamba dan utusan Allah ('Abduhu wa Rasuuluh)
Sebagai Insan, jasmani Muhammad adalah realitas kemanusiaan (hakikat Insaniah).
2. Kemudian... Sebagai Ruuhi Azzaam yakni :
Ruh Muhammad yang di ciptakan dari Nur Muhammad, hingga ke Insan Kamil. Sabda Rasulullah Saw.
" Yang pertama kali di ciptakan Allah adalah akal dan cahayaku."
*****
Nah saudara- saudariku sekalian....
Untuk melanjutkan pemahaman Hakikat Nur Muhammad, telah saya jelaskan yang terdahulu...
Dan semoga kutipan ini yang saya jelaskan di atas, dapatlah Anda renungkan...
Dan untuk selanjut kajiannya ini, nanti Insya Allah saya sambungkan tetapi mengenai Tajalli atau pemunculan/menampakkan.
Lebih dan terkurang dari saya. Dan saya mohon di maafkan jika penguraian di atas tidak sesuai pengetahuan Anda yang pelajari. Tetapi tujuannya ialah mencari kebenaran hakiki. tergantung pada keyakinan kita dalam belajar ilmu yang kita dapati dari Mursyid.
Perbedaan itu sangat indah jika dibarengi dengan duduk bersama tuk mencari solusi yang tepat dan sahih. Bukan dengan mengatakan ajaran sesat. Sebab ilmu Allah itu luas, seluas lautan khafiyyah.
Aamiin......
Akhirul Kalam ;
امين اللهم امين
والسلام
فنوليس : ✍️
جعفر الدين الجيلان الصدق
HAKIKAT MUHAMMAD
"""""""”""""""""""""""""""""""""""""""""""""
دكوتيف اوليه :
جعفر الدين الجيلان الصدق
*******
السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
بسم الله الرحمن الرحيم. .....
Saudara - saudariku hamba الله yang di muliakan....
Maaf.. dalam beberapa hari ini saya tidak online di media saya, karena saya banyak urusan dalam tugas saya mengajar. Dan hari ini saya kembali bersua kepada Anda tuk menyampaikan suatu ilmu yang bermanfaat untuk kita semua...
Nah... Hari ini saya menguraikan sedikit, mungkin juga agak panjang kutipan dari saya ini, supaya kita dapat memahami makna hakikat sebenar Muhammad....
Mari kita menyimak bersama- sama ..
Saudara - saudariku sekalian...
Ketahuilah... Bahwa Dzat الله, memanifestasikan atau menyatakan Diri- Nya sebagai Nur...
Utusan-Nya sebagai Nur...
Kitab-Nya (Al- Qur--an) sebagai Nur...
Agama- Nya (Islam) sebagai Nur...
Ilmu- Nya sebagai Nur...
Iman dan Ihsan sebagai Nur...
Oleh sebab itu, wajar bila Al-Hallaj mengajukan konsep tentang Nur Muhammad sebagai penciptaan awal dari segala macam ciptaan Allah, jauh sebelum teori big bang muncul.
Seperti halnya Al- Ashari, maka Al- Hallaj pun mendapat banyak tantangan dari para ulama lainnya. Sehingga beliau (Al- Hallaj) mengalami nasib yang sangat tragis.
*****
Saudara - saudariku...
Sebaiknya kita tidak usah membahas dan mendebatkan hal kedua konsepsi tersebut, karena masalah keyakinan tidak bisa kita paksakan.
Tergantung kepada diri kita masing - masing.
Kedua konsep itu, hanyalah sekedar kerangka teoritis untuk memudahkan pemahaman kita akan keberadaan "Dzat Laisya Kamitslihi Syai-un ".
Sesungguhnya...
Maha Suci الله dari segala macam perumpamaan.....
Nur Muhammad dianggap sebagai kesadaran kosmik (Sir), sebab, di dalam Sir ada " Aku "
Merupakan sumber asli dari semua pernyataan Diri dalam rincian- Nya. Mulai dari Wahdah hingga ke Wahidiah, hakikat Insan, Insan Kamil sampai menjadi debu...
Hadits Rasulullah saw :
1- Aku berasal dari cahaya الله, dan seluruh alam semesta berasal dari cahayaku.
2- Aku adalah bapak dari segala Ruh, dan Adam adalah bapak dari segala jasad.
_________________________
Sebagai barakah Suci yang memberi Rahmat kepada seluruh alam semesta... Maka hakikat Muhammad adalah lebih berhak untuk mendapat gelar " Juru Selamat "daripada Nabi- Nabi lainnya yang hanya sekedar diutus untuk suatu kaum saja yakni, Bani Israil. Bukan untuk bangsa Indonesia atau untuk bangsa- bangsa lain.
Setiap firman الله yang di sampaikan oleh Rasulullah Saw, tidak di tujukan hanya satu kaum, tetapi berlaku umum dengan seruan sebagai berikut :
" Hai manusia atau hai orang- orang yang beriman atau hai Bani Adam, hai orang- orang kafir."
_________________________
Berarti, Wahyu Islam atau firman الله yang di sampaikan oleh Rasulullah, tidak hanya bagi yang muslim saja. Tetapi sebenarnya adalah ditujukan untuk seluruh umat manusia di dunia.
Lalu Wahyu Islami juga tidak pernah mengajarkan hal dosa waris, dan tidak pernah mengajarkan bahwa dosa seseorang bisa ditanggung oleh orang lain. Setiap orang hanya menanggung dosanya masing - masing.
" katakanlah : " Bagiku amal ku dan bagimu amalmu. Kamu tiada bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan dan aku tiada bertanggung jawab atas apa yang kamu lakukan."
(QS. Yunus 10 : 41)
" Barangsiapa yang melakukan kebaikan sebesar debu, niscaya akan di lihatnya balasan dari kebaikan itu. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan, niscaya akan di lihatnya balasan dari kejahatan itu."
( QS. Az- Zilzal 99 : 7- 8)
*****
Sebagai barakah Suci, maka Hakikat Muhammad, mencakup semua Asma Dzat kecuali, Asma Hadi. Sementara Asma kebaikan dari pertentangannya di cakup oleh iblis, kecuali Asma Mudzil (yang menyesatkan.
Semua makhluk sangat tergantung kepada Allah Yang Maha Meliputi segala sesuatu ...
Bila seseorang telah diberi petunjuk الله, maka iblis pun tak akan bisa menyesatkannya .
Begitu juga sebaliknya, ...
Bila seseorang disesatkan الله, Rasulullah pun tak akan bisa meluruskannya , kehendak الله juga yang belaku.
****
HAKIKAT MUHAMMAD MEMILIKI DUA ASPEK
1 - Aspek Internal ( batin).
Sebagai Nur merupakan realisasi (manifestasi) Diri Dzat yang menerangi benda - benda lain (Sifat Jamal).
Mula - mula الله menjadikan alam semesta ini dalam kegelapan (Sifat Jalal) :
ان الله خلق الخلقا في الظلومتن
INNALLAAHA KHALAQAL KHALQA FIZH ZHULUUMATIN.
Kemudian diterangi oleh Nur Muhammad :
من الظلومت الى النور
MINAZH ZHULUUMATI ILAN NUURI.
Dari gelap menjadi terang. Tuhan akan membimbing Cahaya- Nya kepada Cahaya- Nya.
*****
Saudara - saudariku....
Dalam kehidupan sehari - hari , yang pertama kali kita rasakan adalah adanya cahaya. Lalu benda- benda ,bentuk- bentuk Zahir, semua yang ada di dunia ini bisa terlihat dengan jelas.
2- Aspek Eksternal (Zahir).
1. adalah Muhammad yang di ciptakan sebagai Insan, sebagai hamba dan utusan Allah ('Abduhu wa Rasuuluh)
Sebagai Insan, jasmani Muhammad adalah realitas kemanusiaan (hakikat Insaniah).
2. Kemudian... Sebagai Ruuhi Azzaam yakni :
Ruh Muhammad yang di ciptakan dari Nur Muhammad, hingga ke Insan Kamil. Sabda Rasulullah Saw.
" Yang pertama kali di ciptakan Allah adalah akal dan cahayaku."
*****
Nah saudara- saudariku sekalian....
Untuk melanjutkan pemahaman Hakikat Nur Muhammad, telah saya jelaskan yang terdahulu...
Dan semoga kutipan ini yang saya jelaskan di atas, dapatlah Anda renungkan...
Dan untuk selanjut kajiannya ini, nanti Insya Allah saya sambungkan tetapi mengenai Tajalli atau pemunculan/menampakkan.
Lebih dan terkurang dari saya. Dan saya mohon di maafkan jika penguraian di atas tidak sesuai pengetahuan Anda yang pelajari. Tetapi tujuannya ialah mencari kebenaran hakiki. tergantung pada keyakinan kita dalam belajar ilmu yang kita dapati dari Mursyid.
Perbedaan itu sangat indah jika dibarengi dengan duduk bersama tuk mencari solusi yang tepat dan sahih. Bukan dengan mengatakan ajaran sesat. Sebab ilmu Allah itu luas, seluas lautan khafiyyah.
Aamiin......
Akhirul Kalam ;
امين اللهم امين
والسلام
فنوليس : ✍️
جعفر الدين الجيلان الصدق
SEDIKIT KISAH IMAM HAMBALI
Suatu ketika pernah Imam Ahmad bin Hanbali ini mendatangi Sayyidah Nafisah untuk me minta doa. Sejak itu, rumah Sayyidah Nafisah kerap didatangi tamu dengan tujuan yang beragam. Dari minta diajarkan ilmu agama hingga minta didoakan layaknya Imam Ahmad bin Hanbali.
Jelang wafat, Sayidah Nafisah meninggal dalam ketaatan kepada Allah. Betapa tidak? Beliau meninggal dalam kondisi berpuasa dan tengah melantunkan Al qur an surah al-An'am ayat 127.
Kebesaran peran Imam Syafi'i ternyata tak terlepas dari sosok perempuan yang tak lelah mendidik dan mengajari beliau, yakni Nafisah binti Hasan bin Zaid bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib.
Dari namanya telah jelas di kenal bahwa guru Imam Syafi'i ini merupakan salah satu keturunan Rasulullah SAW. Nafisah lahir di Makkah pada 145 Hijriyah. Ayahnya merupakan seorang gubernur Madinah pada masa Khalifah Ja'far al-Manshur sehingga beliau tumbuh dan berkembang serta menghabiskan banyak waktunya di Madinah.
Usai menikah dengan Ishaq al- Mu'tamin bin Imam Ja'far as- Shadiq pada 135 Hijriyah, Sayyidah Nafisah memutuskan pindah ke Mesir bersama suami dan ayahnya. Kepindahan Sayyidah Nafisah beserta keluarga mendapatkan respons positif dari penduduk Mesir kala itu, dan beliau pun akhirnya berdomisili di Fustat.
Selama di Mesir, Sayyidah Nafisah banyak mendapatkan kunjungan dari para ulama, termasuk Imam Syafi'i. Dari sinilah kemudian Imam Syafi'i berguru kepada beliau dan melakukan beragam diskusi agama seputar fikih, hadis, hingga persoalan-persoalan ibadah. Intensitas diskusi antara keduanya pun menimbulkan hubungan yang kian rekat antara guru dengan murid. Kedekatan keduanya bahkan diekspresikan dalam wasiat Imam Syafi'i. Dalam wasiatnya, Imam Syafi'i me minta ketika kelak ia wafat maka beliau meminta Nafisah untuk menshalati jenazahnya.(edited syalaby ichsan)
https://m.republika.co.id/berita/q967x5483/mengenal-sayyidah-nafisah-guru-imam-syafii
sumber : Pusat Data Republika
Jelang wafat, Sayidah Nafisah meninggal dalam ketaatan kepada Allah. Betapa tidak? Beliau meninggal dalam kondisi berpuasa dan tengah melantunkan Al qur an surah al-An'am ayat 127.
Kebesaran peran Imam Syafi'i ternyata tak terlepas dari sosok perempuan yang tak lelah mendidik dan mengajari beliau, yakni Nafisah binti Hasan bin Zaid bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib.
Dari namanya telah jelas di kenal bahwa guru Imam Syafi'i ini merupakan salah satu keturunan Rasulullah SAW. Nafisah lahir di Makkah pada 145 Hijriyah. Ayahnya merupakan seorang gubernur Madinah pada masa Khalifah Ja'far al-Manshur sehingga beliau tumbuh dan berkembang serta menghabiskan banyak waktunya di Madinah.
Usai menikah dengan Ishaq al- Mu'tamin bin Imam Ja'far as- Shadiq pada 135 Hijriyah, Sayyidah Nafisah memutuskan pindah ke Mesir bersama suami dan ayahnya. Kepindahan Sayyidah Nafisah beserta keluarga mendapatkan respons positif dari penduduk Mesir kala itu, dan beliau pun akhirnya berdomisili di Fustat.
Selama di Mesir, Sayyidah Nafisah banyak mendapatkan kunjungan dari para ulama, termasuk Imam Syafi'i. Dari sinilah kemudian Imam Syafi'i berguru kepada beliau dan melakukan beragam diskusi agama seputar fikih, hadis, hingga persoalan-persoalan ibadah. Intensitas diskusi antara keduanya pun menimbulkan hubungan yang kian rekat antara guru dengan murid. Kedekatan keduanya bahkan diekspresikan dalam wasiat Imam Syafi'i. Dalam wasiatnya, Imam Syafi'i me minta ketika kelak ia wafat maka beliau meminta Nafisah untuk menshalati jenazahnya.(edited syalaby ichsan)
https://m.republika.co.id/berita/q967x5483/mengenal-sayyidah-nafisah-guru-imam-syafii
sumber : Pusat Data Republika
SIFAT SIFAT ALLAH PADA DIRI
PROSES PENURUNAN SIFAT-SIFAT ALLAH KEPADA DIRI MANUSIA
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
دكوتيف اوليه :
جعفر الدين الجيلان الصدق
*****
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم
لا تدركه الأبصر وهو يدرك الأبصر وهو اللطيف الخبير
(انعم : ١٠٣)
Maksudnya :
" Tidak dapat dicapai dengan penglihatan mata, akan tetapi Dia-lah yang melihat segala penglihatan . Dan Dia- bersifat lemah lembut lagi Maha Mengetahui."
(QS. An-'am : 2-4)
******
Kutipan keterangan Saya pada hari ini, sedikit agak panjang saudara-saudariku sekalian .......
Supaya apa ????
Supaya Anda itu mudah faham dan mengerti apa yang saya jelaskan ini sesuai dengan tajuk judul Diatas tersebut .......
Nah, jadi apa yang Saya tuliskan satu Ayat firman الله diatas yang Saya tuliskan itu, maka :
Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam dengan sabda beliau :
" Berfikirlah engkau mengenai tentang Makhkuq الله، tetapi janganlah engkau sekali-kali memikirkan tentang Dzat-Nya. Sebab tidak bisa engkau menduga-duga dengan sebenar-benarnya.
(Sumber Hadits dari :
Ibnu Abbas)
****
Untuk mengetahui perkara ini, yaitu :
Tentang kejadian manusia melalui proses penurunan sifat-sifat-Nya yang الله berikan kedalam diri manusia, Maka :
Sifat- Sifat-Nya itu ada empat sifat yang ditancapkan oleh الله kedalam qalbu kita yaitu :
" Af'al (Perbuatan)
Asma (sebuah Nama)
Sifat (kelakuan)
Dan Dzat (unsur identik)
Yaitu :
(1). Proses pertama yaitu :
Allah menurunkan sifat pertama -Nya itu, ketika Dia- menjadikan bentuk sosok manusia yakni :
Memasukkan Af'al-Nya yakni : Perbuatan-Nya kedalam diri manusia atau kita ini yang berupa tubuh lahiriah yang terdiri daripada beberapa material dijadikan yaitu :
- Darah dari sifat 🔥 api.
- Urat-urat syaraf, Nadi daripada sifat angin.
- Tulang-tulang rangka daripada sifat Air.
- Dan daging daripada Tanah.
(2). Proses kedua :
penurunan sifat kedua الله yang Dia- berikan sebuah Nama yaitu :
Asma-Nya kepada manusia ialah gambaran hati yaitu Al Qalb.
Sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam dalam sabda beliau :
" Ketahuilah ......
Sesungguhnya didalam tubuh itu, ada segumpal daging merah, jika segumpal daging tersebut baik, tentu baiklah sekalian tubuhnya. Dan apabila buruk (daging segumpal), maka buruklah sekalian tubuhnya.
Ketahulah bahwa dia itu ialah Hati (Qalb)."
(HR. Al Bukhari & Muslim)
*****
Maka saudara-saudariku sekalian ...........
Hati kita inilah Sang Raja...
Yang merajai seluruh anggota tubuh kita ini yang menjadi pemandu pertama sebagai penentu arah.
Pada hati kita Inilah sebagai wakil الله atau penyambung dari الله.
Maksudnya adalah :
Mewakili perbuatan Tuhan dimuka Bumi ini untuk meluruskan hukum-hukum-Nya.
Baik itu dalam kenyataan maupun dalam kerahasiaan.
Nah ....
Jadi peran Hati kita ini sebagai pengganti Perbuatan-Nya, yang terdiri daripada dua jenis sifat yaitu :
- Kebaikan sifat yang dikarenakan adanya sifat Mahmudah ditanamkan yaitu :
Sifat terpuji yang diridhai- الله yang sudah ditetapkan dalam hukum Syari'at-Nya
- keburukan sifat dikarenakan oleh sifat Majmumahnya yang mengikuti kemauan kehendak iblis La'natullaahi Alaihi...
Mengikuti hawa nafsu...
Dan menanamkan sifat-sifat 😈 Setan.
Nah, jadi .....
Jika digambarkan penjelasan dari saya ini, sesuai dengan update-tan dua Poto gambar tersebut
Yaitu :
1. Satu Poto proses kejadian manusia dalam bentuk bayi yang الله turunkan sifat-sifat-Nya pada diri kita.
2. Dan yang satunya lagi gambar bentuk hati yang saya update kan keduanya
sesuai dengan keterangan yang saya uraikan ini.
Silahkan Anda periksa dan lihatlah dua Poto gambar tersebut...!!!!
********
Kita lanjutkan saudara-saudariku sekalian .....
Supaya kajian ini memudahkan Anda untuk memahaminya.
Mari kita menyimak bersama-sama dalam kehati-hatian kita.
Nah ..........
Dalil untuk gambar Poto Hati ini yang saya update kan bersamaan keterangan Poto gambarnya dalam status hari ini, maka :
Sesuailah dengan berdasarkan satu firman الله Ta'ala yaitu Ayat : 2- 4.
Sebagai berikut :
انما المؤمنون الذين اذا ذكر الله و جلت قلوبهم و اذا تليت عليهم ءايته، زادتهم ايمنا وعلى ربهم يتوكلون
Artinya :
" Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah mereka yang apabila disebut Asma الله، gemetarlah hati mereka.
Dan apabila dibacakan pada mereka itu Ayat-ayat-Nya, maka bertambahlah keimananlah mereka karenanya. Dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakkal, yaitu orang-orang yang mendirikan shalat dan menafkahi sebagian rezeki yang Kami berikan pada mereka."
Penjelasan Ayat ini adalah :
(1)- " Disebutkan Nama الله, gemetarlah Hati "
Saudara-saudariku ......
Tidak mungkin hati seseorang itu bergetar dengan sendirinya jika ia tidak menyebut Asma الله kecuali ia sudah menanamkan rasa sifat kecintaan, kerinduan dan kasih sayang.
Perkara cinta dan kasih ini....
Mestilah dengan jalan Ma'rifat yaitu jalan mengenal, jalan kesempurnaan.
Maka hal ini sesuai dengan sebuah kata pepatah yang indah yaitu :
" Tidak cinta, maka tidaklah sayang ....
Tidak tahu, maka tidaklah kenal..."
Maka jalan ini mestilah dengan cara berma'rifat kepada الله.
Jika tidak .......!!!
Dipastikan Iblis yang bersarang di seluruh belahan Fu'ad Qalbu hatinya.
Jadi saudara-saudariku sekalan ......
Jika kita Ma'rifat kepada الله Ta'ala, niscaya ...
Tertanam lah Syahadat tauhid dan Syahadat Rasul-Nya dengan lisan dan hati serta perbuatan. Maka wujudlah Nur Iman.
******
Penjelasan kedua :
" Apabila dibacakan pada mereka itu Ayat-ayat الله "
Bagi seseorang yang dikatakan beriman sebenar beriman ......
Pasti ia semakin bertambah keimanannya itu yang sudah ada tertanam didalam lubuk qalbu hatinya yang terdalam.
Jika tidak bertambah keimanannya itu dan jika dibacakan ayat-ayat الله ...
Pasti kalau sudah cukup nisab hartanya .....
Ia akan mengeluarkan zakat hartanya, zakat emasnya, zakat niaganya dan zakat pertaniannya sesuai dengan jalan mustahak.
******
Penjelasan ketiga :
" kepada Tuhan-lah mereka bertawakkal "
Maksudnya ialah :
Berserah dir kepada الله tawakkal kepada-- Nya
Tidak merasa takut apapun didalam lubuk hatinya, tetapi ia hanya takut kepada الله semata.
Namun ......
Bila ia melakukan dan tidak ditemukan didalam salah satu belahan qalbu hatinya ....
Maka niscaya kecintaannya terhadap dunialah yang tertanam didalam dirinya.
Inilah dikatakan tanda-tamda manusia yang senang menumpukkan harta keturunan. Dan pasti menanamkan sifat tamak, serakah dan rakus terhadap kekayaan dunia yang kelak nanti akan menjadi bahan bakar dirinya sendiri didalam neraka. Dan kebanyakan lelap tidurnya disebabkan harta yang berlimpah-limpah itu tanpa mempedulikan kemelaratan orang lain didalam lingkungannya yang bermasyarakat bangsa dan bernegara.
tetapi ....
Apabila berserah dirinya itu ada pada sudut hatinya, pasti senanglah ia melaksanakan puasa.
Namun bukan cuma puasa dari kekotoran Jiwanya saja, akan tetapi puasanya itu mengejar pangkat jabatan, kedudukan dan menumpuk-numpuk harta kekayaan. Puasa daripada Fitrah dan cela dan segala perbuatan maksiat.
*****
Penjelasan ketiga :
" Orang yang mendirikan shalat "
Ketahulah saudara-saudariku .....
Sesungguhnya shalat yang kita lakukan itu sebenarnya adalah mencegah segala perbuatan buruk dan kemungkaran.........
Bila hati kita nyata mendirikan shalat ......
Tetapi kita melakukan kemaksiatan seperti melakukan penipuan, sogok, berjudi, meminum minuman keras, ego, memperkaya kan diri sendiri, itulah dinamakan shalat Iblis, sifatnya 😈 setan yang tidak ada memiliki kesadaran sejati.
Kebanyakan mengikuti keinginan kehendak hawa nafsu dunia, karena tidak ada Ma'rifat, iman dan tawakkal. Sebab :
Tidak ada didalam hati kita tanamkan.
Jika kita mengaku beragama Islam ......
Tanda lahiriah kita inilah menentukan shalat kita yang bisa dikatakan mencegah diri dari berbuat keji dan kemungkaran.
******
Penjelasan ke-empat :
" Menafkahi sebagian rezekinya."
Saudara-saudariku sekalian ..........
Rezeki itu sebagai karunia dari Nikmat الله yang Dia- berikan kepada kita ini untuk berjihad dijalan agama-Nya.........
Bila ada Hidayah (petunjuk) yaitu Nur yang ada ditengah pusat hati kita yakni :
" Bahajatul Qulub "
Niscaya 😈 setan akan kepanasan.....
Tentu senanglah kita untuk berinfaq, dan menunaikan ibadah Haji sebagai rukun Islam yang kelima kita laksanakan dengan segala ilmu. Bukan kita memamerkan penampilan karena banyak 💰 uang.
Saudara-saudariku .....
Banyak umat Islam yang menunaikan ibadah haji..
Akan tetapi banyak yang sombong,Takabbur, riya', Hasad dan dengki.
Sifat ini tidak hilang dalam dirinya .......
Bahkan tamak dan serakah, semakin bersarang dan membudaya dalam dada mereka. Maka :
" Periksalah sebab-sebab nya itu, tentu bukan Iman, Islam, Ma'rifat dan Tauhidnya, melainkan dikarenakan kemewahan harta, dunia dan nama semata-mata serta uang yang digunakan untuk ibadah haji ingin dipamerkan.
Periksalah dulu ......
Dari mana ia dapati, halalkah atau yang haram ???
Hati kita itu saudara-saudariku ......
Ibarat gelas minuman.
Tidak boleh kita isi dengan bahan racun, tapi isikanlah gelas minuman kita itu dengan 🍯 Madu atau susu.
Akan tetapi ......
Bila kita isikan didalam gelas itu racun dan madu...
Maka kita meminumnya akan mendapatkan mudharatnya.
Begitulah dengan Haji jika cuma mencintai salah satu diantara keduanya yaitu :
KERIDHA'AN ALLAH'
!!!
1. Ma'rifat :
Menyebabkan ia bersyahadat.
2. Islam :
Menyebabkan ia
Shalat.
3. Tawakkal :
Menyebabkan ia puasa.
4. Iman :
Menyebabkan ia berzakat.
5. Nur :
Menyebabkan ia
Haji.
Sehingga .......
Dari hati yang baik itulah yang menerbitkan lima rukun Islam, yaitu :
Syahadat.
Shalat.
Puasa.
Zakat.
Haji.
MURKA- NYA ALLAH
!!!
1. Iblis :
Menyebabkan ia
Kafir (kufur).
2. Hawa :
Menyebabkan ia
Malu.
3. Nafsu :
Menyebabkan ia
Ingin terus memuaskan syahwatnya dan mencari kenikmatan keduniaan, dan lupa akan akhiratnya.
4. Cinta dunia :
Menyebabkan ia
Tamak, serakah, gila dunia.
******
Saudara-saudariku sekalian yang dirahmati oleh الله Ta'ala ........
Dengan apa yang saya jelaskan begitu panjang penguraian Ayat diatas maka :
Telitilah dan periksalah oleh kita sendiri ......
Bahwa hati kita ini pada keridhaan Allah-kah atau pada kemurkaan-Nya ???
Sebab :
Kita tidak bisa ini menyembunyikan keduanya, karena :
Hati kita ini tidak pernah berdusta.
Anda pasti tahu sendiri ....
Karena hati kita itulah disebut dengan " Tape recorder الله " yang setiap waktu mendeteksi semua perbuatan kita.
Dimana saja kita berada dan hati akan melaporkan semuanya kepada Malaikat pencatat amal baik dan buruk kita.yang nantinya akan diperlihatkan kepada kita. Rekaman hati kita itu dihari kiamat, sebesar dan sekecil Zarrah pun akan ditampakkan dan tak akan hilang sedikitpun.
*****
(3). Proses ketiga :
Penurunan sifat unsur dari الله kepada manusia yaitu :
" Ruh "
Ruh dari الله itu ditiupkan kepada manusia berupa kehidupan melalui ubun-ubun, lalu terhubung masuk kedalam hati manusia, semasa di alam kandungan Rahim sang Ibu, yaitu setelah ia berumur 3x 40 hari.
Dari jantung itulah ....
Kehidupan Ruh dipompa keseluruh tubuhnya melaui pembuluh-pembuluh darah. Maka :
Pergerakan tubuh raga kita ini merupakan gerak dari ruh kita dengan pengendalian hati kita.
Daripada itu ......
Baiknya kendalian hati kita, baik pula pergerakan ruh yang Zahir kepada jasmaniah kita ini.
Itulah sebabnya .......
Tidak terpisahnya Ruh dan Jasmani kita inu karena keduanya Esa yaitu :
Jasad Esa kepada Ruh....
Dan Ruh Esa kepada الله.
Maka الله tidak perlu di-Esakan, karena Dia- sudah nyata dalam ke-Esaan-Nya.
Itulah Syari'at dan Hakikat ....
keduanya itu, tidak boleh kita pisahkan yang telah diatur oleh Thariqat.
" Barangsiapa yang memisahkan atau menceraikan keduanya itu...Maka :
Terbakarlah dirinya ....
Dan tinggalah ia segala Rabithah (penuntun) nya
Sedangkan
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam sendiri berhadapan langsung dengan الله ketika beliau menerima tiangnya Agama, setelah lebih dari 13 tahun mendirikan pundasinya agama yaitu :
"Awwaluddin Ma'rifatullah "
Dan barangsiapa yang mengabaikan Thatiqat Dzikir, maka tidak akan berdiri pada diatas jalan yang Haq.
Sebagaimana firman الله Ta'ala :
" Dan bahwasanya, mereka tetap berjalan diatas jalan yang lurus, Kami akan berikan rezeki dengan tidak kekurangan "
(QS. Al- Jin :16).
*****
Proses ke- empat :
Penurunan Tajalli Dzat Allah yang yang Maha Lathif yang tidak bisa terlihat oleh mata kepala Lahiriah maupun mata hati kecuali diizinkan oleh-Nya yaitu melalui "Sir " yakni :
Suatu hubungan yang tidak bercerai dan tidak terpisahkan. tetapi ...
Tidak bersatu dan tidak bersekutu.
Inilah disebut dengan :
" Dekat tiada bersentuhan...
Dan jauh tiada lah berjarak."
Maka hubungan ini adalah :
° Tidak memiliki kuasa apapun atas dirinya ..... Melainkan الله yang memberikan kekuasaan atas dirinya.....
° Tidak memiliki kehendak sedikitpun pada dirinya ..... Melainkan الله yang menentukan atas kehendak-Nya.
° Tidak ada memiliki hidup atas dirinya, melainkan الله yang memberi hidup atas kehidupannya.
° Tidak ada Ilmu pengetahuan sedikitpun atas dirinya ....
Melainkan الله yang memberikannya pengetahuan ilmu.
° Tidak ada pendengaran atas dirinya .......
Melainkan الله yang memberikan pendengaran..
° Tidak ada memiliki penglihatan atas dirinya ...
Melainkan الله yang memberi penglihatan.
° Tidak ada memiliki perkataan atas dirinya ....
Melainkan الله yang mengajarkan perkataan.
*****
Nah jadi Saudara-saudariku sekalian ......
Untuk meletakan sifat penyempurnaan antara sifat Ma'ani yaitu sifat pada Zahir kita .......
Dengan sifat Ma'nawiyah yaitu batin pada tubuh kita... Maka :
Maka jelas sekali .....
Alam tubuh kita ini sebagai wadahnya memandang ke-Esaan (Wahdaniyah).
Itulah yang terkandung kepada :
Af'al الله.
Asma الله
Sifat الله yang 15 sifat Rahmat sekalian Alam yang berdiri kepada :
Dzat- الله yang lima sifat, yaitu :
Wujud.
Qidam.
Baqa'.
Mukhalafatuhu Lil Hawadits.
Qiyamuhu Bi-Nafsih.
Maka :
Jadi adanya manusia itu atau kita ini adalah :
" Bodoh "
Tuli, buta, lemah, dha'if, hina, tidak memiliki kekuatan dalam sisi الله Ta'ala yang tersurat dan tersirat kata kalimat :
لا حول ولا قوه الا بالله العلي العظيم
Sebagaimana di isyaratkan dalam sebuah hadits Qudsi yaitu :
ألانسان السره، السري الصفاتي
والصفاتي من التي
Artinya :
" Insan itu adalah Rahasia-Ku, Rahasia itu Sifat-Ku, dan Sifat-Ku itu tidak lain dari Aku- Jua."
Firman الله Ta'ala :
واذا سألك عبادى عنى فاءني قريب، اجيب دعوة الداع اذا دعان، فليستجيبوالي و اليؤمنوبي لعلهم يرشدون
Artinya :
" Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya tentang Aku, maka (jelaskanlah) bahwa Aku adalah dekat. Dan Aku- akan mengabulkan permintaan orang yang memohon pada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (semua perintah)- Ku. Dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam Kebenaran ."
(QS. Al- Baqarah : 186)
******
Jadi saudaraku-saudariku sekalian ...........
Dari seluruh penjelasan saya ini yang begitu panjangnya yang saya uraikan ini adalah :
Merupakan sebagai kesimpulan bahwa sesungguhnya .....
Adanya Hakikat Insan itu pada diri kita, jika kita ini benar-benar disebut :
" Manusia Hakiki "
Yang memiliki Zat.
Bisa juga kita disebutkan dengan penjelasan Saya dibawah ini, yaitu sebagai berikut :
Zat kita ini adalah :
Sifat bagi الله Ta'ala .....
Sifat kita ini adalah :
Asma bagi الله Ta'ala .....
Asma kita ini adalah :
Af'al bagi الله Ta'ala ......
Af'al kita ini adalah :
Bekas Qudrat .....
Iradat ......
Hayat .....
Sama' .....
Bashar ...
Dan Kalam الله yang memiliki Dzat- yang Wajibul Wujud yakni :
Qidam lagi Baqa' .....
Laisya Kamislihi Syai'un .....
Rabb Semesta'Alam ....
*****
Nah ......
Semoga kutipan dari Saya ini, bisa Anda pelajari walaupun begitu panjangnya uraian ini.....
Begitulah ilmu tauhid mesti harus diuraikan supaya faham dan mengerti agar tidak salah penguraiannya dan mudah diterima oleh akal dan menjadi ilmu yang bermanfaat.....
Jangan cuma tahu menulis status saja, tapi tidak tahu cara memecahkan apa yang dibuat. Sebab :
Setiap status tertentu harus sesuai jalan pengertiannya supaya yang mengamalkan ilmu yang ia didapati tidak salah jalan. Karena ini adalah jalan Haq.
Sudah saya sebutkan diatas yaitu :
" Jalan yang lurus yakni jalan Haq,"
Tidak lain hakikat menuju Musyahdah ma'rifat.
Jadi ..... Hati-hatilah Anda menulis sebuah status karena itu merupakan ilmu yang harus difahami seseorang jika ia bertanya pada Anda yang membuat stasus.
Ingat itu !!!!
Anda termasuk juga sedikit sebagai guru media yang bertanggung jawab atas status Anda, karena membaca dan mengambil pelajaran dari Anda itu agar ia tidak tersesat dalam pengalamannya. Maka tentu Anda wajib menjawabnya .....
Jika tidak ...... ????
Anda akan berdosa berdosa besar....
Daripada itu.......
Berhati-hatilah dalam sebuah pengambilan isi kitab atau dari seseorang Anda update statusnya menjadi status Anda salin, supaya ia tidak tersesat.
Cukuplah sampai disini apa yang saya jelaskan diatas semuanya ......
Jika Anda jemu, bosan membacanya berarti Hati Anda itu masih gelap ,dan masih tertutup dari kebenaran disebabkan Nafsu bersarang didalam hati......
Semoga الله memancarkan Nur-Nya kedalam hati Anda agar menjadi terang dan menerima segala ilmu haq, termasuk kutipan saya ini ......
امين اللهم امين
Akhirul Kalam :
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Dari penulis ✍️ :
جعفر الدين الجيلان الصدق
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
دكوتيف اوليه :
جعفر الدين الجيلان الصدق
*****
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم
لا تدركه الأبصر وهو يدرك الأبصر وهو اللطيف الخبير
(انعم : ١٠٣)
Maksudnya :
" Tidak dapat dicapai dengan penglihatan mata, akan tetapi Dia-lah yang melihat segala penglihatan . Dan Dia- bersifat lemah lembut lagi Maha Mengetahui."
(QS. An-'am : 2-4)
******
Kutipan keterangan Saya pada hari ini, sedikit agak panjang saudara-saudariku sekalian .......
Supaya apa ????
Supaya Anda itu mudah faham dan mengerti apa yang saya jelaskan ini sesuai dengan tajuk judul Diatas tersebut .......
Nah, jadi apa yang Saya tuliskan satu Ayat firman الله diatas yang Saya tuliskan itu, maka :
Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam dengan sabda beliau :
" Berfikirlah engkau mengenai tentang Makhkuq الله، tetapi janganlah engkau sekali-kali memikirkan tentang Dzat-Nya. Sebab tidak bisa engkau menduga-duga dengan sebenar-benarnya.
(Sumber Hadits dari :
Ibnu Abbas)
****
Untuk mengetahui perkara ini, yaitu :
Tentang kejadian manusia melalui proses penurunan sifat-sifat-Nya yang الله berikan kedalam diri manusia, Maka :
Sifat- Sifat-Nya itu ada empat sifat yang ditancapkan oleh الله kedalam qalbu kita yaitu :
" Af'al (Perbuatan)
Asma (sebuah Nama)
Sifat (kelakuan)
Dan Dzat (unsur identik)
Yaitu :
(1). Proses pertama yaitu :
Allah menurunkan sifat pertama -Nya itu, ketika Dia- menjadikan bentuk sosok manusia yakni :
Memasukkan Af'al-Nya yakni : Perbuatan-Nya kedalam diri manusia atau kita ini yang berupa tubuh lahiriah yang terdiri daripada beberapa material dijadikan yaitu :
- Darah dari sifat 🔥 api.
- Urat-urat syaraf, Nadi daripada sifat angin.
- Tulang-tulang rangka daripada sifat Air.
- Dan daging daripada Tanah.
(2). Proses kedua :
penurunan sifat kedua الله yang Dia- berikan sebuah Nama yaitu :
Asma-Nya kepada manusia ialah gambaran hati yaitu Al Qalb.
Sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam dalam sabda beliau :
" Ketahuilah ......
Sesungguhnya didalam tubuh itu, ada segumpal daging merah, jika segumpal daging tersebut baik, tentu baiklah sekalian tubuhnya. Dan apabila buruk (daging segumpal), maka buruklah sekalian tubuhnya.
Ketahulah bahwa dia itu ialah Hati (Qalb)."
(HR. Al Bukhari & Muslim)
*****
Maka saudara-saudariku sekalian ...........
Hati kita inilah Sang Raja...
Yang merajai seluruh anggota tubuh kita ini yang menjadi pemandu pertama sebagai penentu arah.
Pada hati kita Inilah sebagai wakil الله atau penyambung dari الله.
Maksudnya adalah :
Mewakili perbuatan Tuhan dimuka Bumi ini untuk meluruskan hukum-hukum-Nya.
Baik itu dalam kenyataan maupun dalam kerahasiaan.
Nah ....
Jadi peran Hati kita ini sebagai pengganti Perbuatan-Nya, yang terdiri daripada dua jenis sifat yaitu :
- Kebaikan sifat yang dikarenakan adanya sifat Mahmudah ditanamkan yaitu :
Sifat terpuji yang diridhai- الله yang sudah ditetapkan dalam hukum Syari'at-Nya
- keburukan sifat dikarenakan oleh sifat Majmumahnya yang mengikuti kemauan kehendak iblis La'natullaahi Alaihi...
Mengikuti hawa nafsu...
Dan menanamkan sifat-sifat 😈 Setan.
Nah, jadi .....
Jika digambarkan penjelasan dari saya ini, sesuai dengan update-tan dua Poto gambar tersebut
Yaitu :
1. Satu Poto proses kejadian manusia dalam bentuk bayi yang الله turunkan sifat-sifat-Nya pada diri kita.
2. Dan yang satunya lagi gambar bentuk hati yang saya update kan keduanya
sesuai dengan keterangan yang saya uraikan ini.
Silahkan Anda periksa dan lihatlah dua Poto gambar tersebut...!!!!
********
Kita lanjutkan saudara-saudariku sekalian .....
Supaya kajian ini memudahkan Anda untuk memahaminya.
Mari kita menyimak bersama-sama dalam kehati-hatian kita.
Nah ..........
Dalil untuk gambar Poto Hati ini yang saya update kan bersamaan keterangan Poto gambarnya dalam status hari ini, maka :
Sesuailah dengan berdasarkan satu firman الله Ta'ala yaitu Ayat : 2- 4.
Sebagai berikut :
انما المؤمنون الذين اذا ذكر الله و جلت قلوبهم و اذا تليت عليهم ءايته، زادتهم ايمنا وعلى ربهم يتوكلون
Artinya :
" Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah mereka yang apabila disebut Asma الله، gemetarlah hati mereka.
Dan apabila dibacakan pada mereka itu Ayat-ayat-Nya, maka bertambahlah keimananlah mereka karenanya. Dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakkal, yaitu orang-orang yang mendirikan shalat dan menafkahi sebagian rezeki yang Kami berikan pada mereka."
Penjelasan Ayat ini adalah :
(1)- " Disebutkan Nama الله, gemetarlah Hati "
Saudara-saudariku ......
Tidak mungkin hati seseorang itu bergetar dengan sendirinya jika ia tidak menyebut Asma الله kecuali ia sudah menanamkan rasa sifat kecintaan, kerinduan dan kasih sayang.
Perkara cinta dan kasih ini....
Mestilah dengan jalan Ma'rifat yaitu jalan mengenal, jalan kesempurnaan.
Maka hal ini sesuai dengan sebuah kata pepatah yang indah yaitu :
" Tidak cinta, maka tidaklah sayang ....
Tidak tahu, maka tidaklah kenal..."
Maka jalan ini mestilah dengan cara berma'rifat kepada الله.
Jika tidak .......!!!
Dipastikan Iblis yang bersarang di seluruh belahan Fu'ad Qalbu hatinya.
Jadi saudara-saudariku sekalan ......
Jika kita Ma'rifat kepada الله Ta'ala, niscaya ...
Tertanam lah Syahadat tauhid dan Syahadat Rasul-Nya dengan lisan dan hati serta perbuatan. Maka wujudlah Nur Iman.
******
Penjelasan kedua :
" Apabila dibacakan pada mereka itu Ayat-ayat الله "
Bagi seseorang yang dikatakan beriman sebenar beriman ......
Pasti ia semakin bertambah keimanannya itu yang sudah ada tertanam didalam lubuk qalbu hatinya yang terdalam.
Jika tidak bertambah keimanannya itu dan jika dibacakan ayat-ayat الله ...
Pasti kalau sudah cukup nisab hartanya .....
Ia akan mengeluarkan zakat hartanya, zakat emasnya, zakat niaganya dan zakat pertaniannya sesuai dengan jalan mustahak.
******
Penjelasan ketiga :
" kepada Tuhan-lah mereka bertawakkal "
Maksudnya ialah :
Berserah dir kepada الله tawakkal kepada-- Nya
Tidak merasa takut apapun didalam lubuk hatinya, tetapi ia hanya takut kepada الله semata.
Namun ......
Bila ia melakukan dan tidak ditemukan didalam salah satu belahan qalbu hatinya ....
Maka niscaya kecintaannya terhadap dunialah yang tertanam didalam dirinya.
Inilah dikatakan tanda-tamda manusia yang senang menumpukkan harta keturunan. Dan pasti menanamkan sifat tamak, serakah dan rakus terhadap kekayaan dunia yang kelak nanti akan menjadi bahan bakar dirinya sendiri didalam neraka. Dan kebanyakan lelap tidurnya disebabkan harta yang berlimpah-limpah itu tanpa mempedulikan kemelaratan orang lain didalam lingkungannya yang bermasyarakat bangsa dan bernegara.
tetapi ....
Apabila berserah dirinya itu ada pada sudut hatinya, pasti senanglah ia melaksanakan puasa.
Namun bukan cuma puasa dari kekotoran Jiwanya saja, akan tetapi puasanya itu mengejar pangkat jabatan, kedudukan dan menumpuk-numpuk harta kekayaan. Puasa daripada Fitrah dan cela dan segala perbuatan maksiat.
*****
Penjelasan ketiga :
" Orang yang mendirikan shalat "
Ketahulah saudara-saudariku .....
Sesungguhnya shalat yang kita lakukan itu sebenarnya adalah mencegah segala perbuatan buruk dan kemungkaran.........
Bila hati kita nyata mendirikan shalat ......
Tetapi kita melakukan kemaksiatan seperti melakukan penipuan, sogok, berjudi, meminum minuman keras, ego, memperkaya kan diri sendiri, itulah dinamakan shalat Iblis, sifatnya 😈 setan yang tidak ada memiliki kesadaran sejati.
Kebanyakan mengikuti keinginan kehendak hawa nafsu dunia, karena tidak ada Ma'rifat, iman dan tawakkal. Sebab :
Tidak ada didalam hati kita tanamkan.
Jika kita mengaku beragama Islam ......
Tanda lahiriah kita inilah menentukan shalat kita yang bisa dikatakan mencegah diri dari berbuat keji dan kemungkaran.
******
Penjelasan ke-empat :
" Menafkahi sebagian rezekinya."
Saudara-saudariku sekalian ..........
Rezeki itu sebagai karunia dari Nikmat الله yang Dia- berikan kepada kita ini untuk berjihad dijalan agama-Nya.........
Bila ada Hidayah (petunjuk) yaitu Nur yang ada ditengah pusat hati kita yakni :
" Bahajatul Qulub "
Niscaya 😈 setan akan kepanasan.....
Tentu senanglah kita untuk berinfaq, dan menunaikan ibadah Haji sebagai rukun Islam yang kelima kita laksanakan dengan segala ilmu. Bukan kita memamerkan penampilan karena banyak 💰 uang.
Saudara-saudariku .....
Banyak umat Islam yang menunaikan ibadah haji..
Akan tetapi banyak yang sombong,Takabbur, riya', Hasad dan dengki.
Sifat ini tidak hilang dalam dirinya .......
Bahkan tamak dan serakah, semakin bersarang dan membudaya dalam dada mereka. Maka :
" Periksalah sebab-sebab nya itu, tentu bukan Iman, Islam, Ma'rifat dan Tauhidnya, melainkan dikarenakan kemewahan harta, dunia dan nama semata-mata serta uang yang digunakan untuk ibadah haji ingin dipamerkan.
Periksalah dulu ......
Dari mana ia dapati, halalkah atau yang haram ???
Hati kita itu saudara-saudariku ......
Ibarat gelas minuman.
Tidak boleh kita isi dengan bahan racun, tapi isikanlah gelas minuman kita itu dengan 🍯 Madu atau susu.
Akan tetapi ......
Bila kita isikan didalam gelas itu racun dan madu...
Maka kita meminumnya akan mendapatkan mudharatnya.
Begitulah dengan Haji jika cuma mencintai salah satu diantara keduanya yaitu :
KERIDHA'AN ALLAH'
!!!
1. Ma'rifat :
Menyebabkan ia bersyahadat.
2. Islam :
Menyebabkan ia
Shalat.
3. Tawakkal :
Menyebabkan ia puasa.
4. Iman :
Menyebabkan ia berzakat.
5. Nur :
Menyebabkan ia
Haji.
Sehingga .......
Dari hati yang baik itulah yang menerbitkan lima rukun Islam, yaitu :
Syahadat.
Shalat.
Puasa.
Zakat.
Haji.
MURKA- NYA ALLAH
!!!
1. Iblis :
Menyebabkan ia
Kafir (kufur).
2. Hawa :
Menyebabkan ia
Malu.
3. Nafsu :
Menyebabkan ia
Ingin terus memuaskan syahwatnya dan mencari kenikmatan keduniaan, dan lupa akan akhiratnya.
4. Cinta dunia :
Menyebabkan ia
Tamak, serakah, gila dunia.
******
Saudara-saudariku sekalian yang dirahmati oleh الله Ta'ala ........
Dengan apa yang saya jelaskan begitu panjang penguraian Ayat diatas maka :
Telitilah dan periksalah oleh kita sendiri ......
Bahwa hati kita ini pada keridhaan Allah-kah atau pada kemurkaan-Nya ???
Sebab :
Kita tidak bisa ini menyembunyikan keduanya, karena :
Hati kita ini tidak pernah berdusta.
Anda pasti tahu sendiri ....
Karena hati kita itulah disebut dengan " Tape recorder الله " yang setiap waktu mendeteksi semua perbuatan kita.
Dimana saja kita berada dan hati akan melaporkan semuanya kepada Malaikat pencatat amal baik dan buruk kita.yang nantinya akan diperlihatkan kepada kita. Rekaman hati kita itu dihari kiamat, sebesar dan sekecil Zarrah pun akan ditampakkan dan tak akan hilang sedikitpun.
*****
(3). Proses ketiga :
Penurunan sifat unsur dari الله kepada manusia yaitu :
" Ruh "
Ruh dari الله itu ditiupkan kepada manusia berupa kehidupan melalui ubun-ubun, lalu terhubung masuk kedalam hati manusia, semasa di alam kandungan Rahim sang Ibu, yaitu setelah ia berumur 3x 40 hari.
Dari jantung itulah ....
Kehidupan Ruh dipompa keseluruh tubuhnya melaui pembuluh-pembuluh darah. Maka :
Pergerakan tubuh raga kita ini merupakan gerak dari ruh kita dengan pengendalian hati kita.
Daripada itu ......
Baiknya kendalian hati kita, baik pula pergerakan ruh yang Zahir kepada jasmaniah kita ini.
Itulah sebabnya .......
Tidak terpisahnya Ruh dan Jasmani kita inu karena keduanya Esa yaitu :
Jasad Esa kepada Ruh....
Dan Ruh Esa kepada الله.
Maka الله tidak perlu di-Esakan, karena Dia- sudah nyata dalam ke-Esaan-Nya.
Itulah Syari'at dan Hakikat ....
keduanya itu, tidak boleh kita pisahkan yang telah diatur oleh Thariqat.
" Barangsiapa yang memisahkan atau menceraikan keduanya itu...Maka :
Terbakarlah dirinya ....
Dan tinggalah ia segala Rabithah (penuntun) nya
Sedangkan
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam sendiri berhadapan langsung dengan الله ketika beliau menerima tiangnya Agama, setelah lebih dari 13 tahun mendirikan pundasinya agama yaitu :
"Awwaluddin Ma'rifatullah "
Dan barangsiapa yang mengabaikan Thatiqat Dzikir, maka tidak akan berdiri pada diatas jalan yang Haq.
Sebagaimana firman الله Ta'ala :
" Dan bahwasanya, mereka tetap berjalan diatas jalan yang lurus, Kami akan berikan rezeki dengan tidak kekurangan "
(QS. Al- Jin :16).
*****
Proses ke- empat :
Penurunan Tajalli Dzat Allah yang yang Maha Lathif yang tidak bisa terlihat oleh mata kepala Lahiriah maupun mata hati kecuali diizinkan oleh-Nya yaitu melalui "Sir " yakni :
Suatu hubungan yang tidak bercerai dan tidak terpisahkan. tetapi ...
Tidak bersatu dan tidak bersekutu.
Inilah disebut dengan :
" Dekat tiada bersentuhan...
Dan jauh tiada lah berjarak."
Maka hubungan ini adalah :
° Tidak memiliki kuasa apapun atas dirinya ..... Melainkan الله yang memberikan kekuasaan atas dirinya.....
° Tidak memiliki kehendak sedikitpun pada dirinya ..... Melainkan الله yang menentukan atas kehendak-Nya.
° Tidak ada memiliki hidup atas dirinya, melainkan الله yang memberi hidup atas kehidupannya.
° Tidak ada Ilmu pengetahuan sedikitpun atas dirinya ....
Melainkan الله yang memberikannya pengetahuan ilmu.
° Tidak ada pendengaran atas dirinya .......
Melainkan الله yang memberikan pendengaran..
° Tidak ada memiliki penglihatan atas dirinya ...
Melainkan الله yang memberi penglihatan.
° Tidak ada memiliki perkataan atas dirinya ....
Melainkan الله yang mengajarkan perkataan.
*****
Nah jadi Saudara-saudariku sekalian ......
Untuk meletakan sifat penyempurnaan antara sifat Ma'ani yaitu sifat pada Zahir kita .......
Dengan sifat Ma'nawiyah yaitu batin pada tubuh kita... Maka :
Maka jelas sekali .....
Alam tubuh kita ini sebagai wadahnya memandang ke-Esaan (Wahdaniyah).
Itulah yang terkandung kepada :
Af'al الله.
Asma الله
Sifat الله yang 15 sifat Rahmat sekalian Alam yang berdiri kepada :
Dzat- الله yang lima sifat, yaitu :
Wujud.
Qidam.
Baqa'.
Mukhalafatuhu Lil Hawadits.
Qiyamuhu Bi-Nafsih.
Maka :
Jadi adanya manusia itu atau kita ini adalah :
" Bodoh "
Tuli, buta, lemah, dha'if, hina, tidak memiliki kekuatan dalam sisi الله Ta'ala yang tersurat dan tersirat kata kalimat :
لا حول ولا قوه الا بالله العلي العظيم
Sebagaimana di isyaratkan dalam sebuah hadits Qudsi yaitu :
ألانسان السره، السري الصفاتي
والصفاتي من التي
Artinya :
" Insan itu adalah Rahasia-Ku, Rahasia itu Sifat-Ku, dan Sifat-Ku itu tidak lain dari Aku- Jua."
Firman الله Ta'ala :
واذا سألك عبادى عنى فاءني قريب، اجيب دعوة الداع اذا دعان، فليستجيبوالي و اليؤمنوبي لعلهم يرشدون
Artinya :
" Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya tentang Aku, maka (jelaskanlah) bahwa Aku adalah dekat. Dan Aku- akan mengabulkan permintaan orang yang memohon pada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (semua perintah)- Ku. Dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam Kebenaran ."
(QS. Al- Baqarah : 186)
******
Jadi saudaraku-saudariku sekalian ...........
Dari seluruh penjelasan saya ini yang begitu panjangnya yang saya uraikan ini adalah :
Merupakan sebagai kesimpulan bahwa sesungguhnya .....
Adanya Hakikat Insan itu pada diri kita, jika kita ini benar-benar disebut :
" Manusia Hakiki "
Yang memiliki Zat.
Bisa juga kita disebutkan dengan penjelasan Saya dibawah ini, yaitu sebagai berikut :
Zat kita ini adalah :
Sifat bagi الله Ta'ala .....
Sifat kita ini adalah :
Asma bagi الله Ta'ala .....
Asma kita ini adalah :
Af'al bagi الله Ta'ala ......
Af'al kita ini adalah :
Bekas Qudrat .....
Iradat ......
Hayat .....
Sama' .....
Bashar ...
Dan Kalam الله yang memiliki Dzat- yang Wajibul Wujud yakni :
Qidam lagi Baqa' .....
Laisya Kamislihi Syai'un .....
Rabb Semesta'Alam ....
*****
Nah ......
Semoga kutipan dari Saya ini, bisa Anda pelajari walaupun begitu panjangnya uraian ini.....
Begitulah ilmu tauhid mesti harus diuraikan supaya faham dan mengerti agar tidak salah penguraiannya dan mudah diterima oleh akal dan menjadi ilmu yang bermanfaat.....
Jangan cuma tahu menulis status saja, tapi tidak tahu cara memecahkan apa yang dibuat. Sebab :
Setiap status tertentu harus sesuai jalan pengertiannya supaya yang mengamalkan ilmu yang ia didapati tidak salah jalan. Karena ini adalah jalan Haq.
Sudah saya sebutkan diatas yaitu :
" Jalan yang lurus yakni jalan Haq,"
Tidak lain hakikat menuju Musyahdah ma'rifat.
Jadi ..... Hati-hatilah Anda menulis sebuah status karena itu merupakan ilmu yang harus difahami seseorang jika ia bertanya pada Anda yang membuat stasus.
Ingat itu !!!!
Anda termasuk juga sedikit sebagai guru media yang bertanggung jawab atas status Anda, karena membaca dan mengambil pelajaran dari Anda itu agar ia tidak tersesat dalam pengalamannya. Maka tentu Anda wajib menjawabnya .....
Jika tidak ...... ????
Anda akan berdosa berdosa besar....
Daripada itu.......
Berhati-hatilah dalam sebuah pengambilan isi kitab atau dari seseorang Anda update statusnya menjadi status Anda salin, supaya ia tidak tersesat.
Cukuplah sampai disini apa yang saya jelaskan diatas semuanya ......
Jika Anda jemu, bosan membacanya berarti Hati Anda itu masih gelap ,dan masih tertutup dari kebenaran disebabkan Nafsu bersarang didalam hati......
Semoga الله memancarkan Nur-Nya kedalam hati Anda agar menjadi terang dan menerima segala ilmu haq, termasuk kutipan saya ini ......
امين اللهم امين
Akhirul Kalam :
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Dari penulis ✍️ :
جعفر الدين الجيلان الصدق
TAUHID
NASIB MANUSIA SIAPA YANG TAHU
Pelajaran Tauhid yg Sangat Bernilai.
Dahulu Kala, ada Seorang Petani Miskin memiliki Seekor Kuda Putih yg Sangat Cantik dan Gagah..
Suatu hari, Seorang Saudagar Kaya ingin membeli Kuda itu & Menawarnya dg Harga yg sangat tinggi....!!
Tapi Sayang Si Petani Miskin itu Tidak mau Menjualnya..!!
Lalu Teman-temannya Menyayangkan dan mengejek karena dia tidak menjual Kudanya..
Keesokan Harinya, Kuda itu Hilang dari Kandangnya..
Maka Teman-temannya Berkata :
"Sungguh Jelek Nasibmu, Padahal Kalau Kemarin Kamu Jual, Kamu Pasti Kaya, Sekarang Kudamu Sudah Hilang.."_
Tapi Si Petani Miskin hanya Diam saja Tanpa Komentar...
Namun Beberapa Hari Kemudian, Kuda si petani kembali , bersama 5 Ekor Kuda liar lainnya..
Lalu Teman-temannya Berkata :
"Wah..! Beruntung Sekali Nasibmu, Ternyata Perginya Kudamu Membawa keberuntungan.."_
Si Petani Tetap Hanya diam saja..
Beberapa hari kemudian, Anak si Petani yg Sedang Melatih Kuda-kuda Baru mereka Terjatuh dan Kakinya Patah..
Lalu Teman-temannya berkata :
"Rupanya Kuda-kuda itu Membawa Sial, lihat sekarang Anakmu Kakinya Patah.."
Si Petani itu tetap Diam tanpa komentar..
Seminggu Kemudian terjadi peperangan di wilayah itu, semua Anak Muda di desa dipaksa untuk Berperang, Kecuali Si Anak Petani itu karena tidak Bisa Berjalan..!!
Teman-temannya Mendatangi Si Petani sambil Menangis :
"Beruntung Sekali Nasibmu Karena anakmu tidak ikut Berperang, Kami harus Kehilangan Anak-anak kami.."
Barulah Si Petani Kemudian Berkomentar :
"Janganlah Terlalu Cepat membuat Kesimpulan dg Mengatakan Nasib Baik atau Jeleknya..!!
Semuanya ini adalah Suatu Rangkaian Proses yg Belum Selesai...
Syukuri & Terima Keadaan yg Terjadi Saat ini..!!
• Apa yg Kelihatan Baik Hari ini belum Tentu baik Untuk Hari Esok..??
• Apa yg Buruk Hari ini Belum Tentu buruk untuk hari Esok.??
Tetapi yg Pasti, ALLAH Paling Tahu yg terbaik Buat Kita..!!
Bagian kita Adalah, Mengucapkan syukur dalam Segala hal, Sebab itulah yg dikehendaki ALLAH di dalam hidup kita ini..
Jalan yg dibentangkan ALLAH belum tentu yg tercepat, bukan pula yg termudah.. Tapi Sudah pasti yang Terbaik...
Kirim ini ke 5 grup dan semampumu dan seikhlasmu kepada sesama Muslim, sampaikanlah walau hanya pada 1 org..
Saya doakan semua yang membaca dan mengaminkan doa ini, di beri rezeki melimpah 7 turunan seperti air mengalir ini.. dan diundang segera oleh Allah menunaikah Haji dan Umroh dengan cara2Nya.
.
Aamiin.... 🤲
Semoga bermanfa'at.Aamiin yarobbal alamin
Pelajaran Tauhid yg Sangat Bernilai.
Dahulu Kala, ada Seorang Petani Miskin memiliki Seekor Kuda Putih yg Sangat Cantik dan Gagah..
Suatu hari, Seorang Saudagar Kaya ingin membeli Kuda itu & Menawarnya dg Harga yg sangat tinggi....!!
Tapi Sayang Si Petani Miskin itu Tidak mau Menjualnya..!!
Lalu Teman-temannya Menyayangkan dan mengejek karena dia tidak menjual Kudanya..
Keesokan Harinya, Kuda itu Hilang dari Kandangnya..
Maka Teman-temannya Berkata :
"Sungguh Jelek Nasibmu, Padahal Kalau Kemarin Kamu Jual, Kamu Pasti Kaya, Sekarang Kudamu Sudah Hilang.."_
Tapi Si Petani Miskin hanya Diam saja Tanpa Komentar...
Namun Beberapa Hari Kemudian, Kuda si petani kembali , bersama 5 Ekor Kuda liar lainnya..
Lalu Teman-temannya Berkata :
"Wah..! Beruntung Sekali Nasibmu, Ternyata Perginya Kudamu Membawa keberuntungan.."_
Si Petani Tetap Hanya diam saja..
Beberapa hari kemudian, Anak si Petani yg Sedang Melatih Kuda-kuda Baru mereka Terjatuh dan Kakinya Patah..
Lalu Teman-temannya berkata :
"Rupanya Kuda-kuda itu Membawa Sial, lihat sekarang Anakmu Kakinya Patah.."
Si Petani itu tetap Diam tanpa komentar..
Seminggu Kemudian terjadi peperangan di wilayah itu, semua Anak Muda di desa dipaksa untuk Berperang, Kecuali Si Anak Petani itu karena tidak Bisa Berjalan..!!
Teman-temannya Mendatangi Si Petani sambil Menangis :
"Beruntung Sekali Nasibmu Karena anakmu tidak ikut Berperang, Kami harus Kehilangan Anak-anak kami.."
Barulah Si Petani Kemudian Berkomentar :
"Janganlah Terlalu Cepat membuat Kesimpulan dg Mengatakan Nasib Baik atau Jeleknya..!!
Semuanya ini adalah Suatu Rangkaian Proses yg Belum Selesai...
Syukuri & Terima Keadaan yg Terjadi Saat ini..!!
• Apa yg Kelihatan Baik Hari ini belum Tentu baik Untuk Hari Esok..??
• Apa yg Buruk Hari ini Belum Tentu buruk untuk hari Esok.??
Tetapi yg Pasti, ALLAH Paling Tahu yg terbaik Buat Kita..!!
Bagian kita Adalah, Mengucapkan syukur dalam Segala hal, Sebab itulah yg dikehendaki ALLAH di dalam hidup kita ini..
Jalan yg dibentangkan ALLAH belum tentu yg tercepat, bukan pula yg termudah.. Tapi Sudah pasti yang Terbaik...
Kirim ini ke 5 grup dan semampumu dan seikhlasmu kepada sesama Muslim, sampaikanlah walau hanya pada 1 org..
Saya doakan semua yang membaca dan mengaminkan doa ini, di beri rezeki melimpah 7 turunan seperti air mengalir ini.. dan diundang segera oleh Allah menunaikah Haji dan Umroh dengan cara2Nya.
.
Aamiin.... 🤲
Semoga bermanfa'at.Aamiin yarobbal alamin
RAHASIA NAFAS
Ilmu rahasi tentang nafas
Adapun Nafas yang keluar dan masuk itu dinamakan Muhammad.
Maka Nafas itu dinamakan Nabi kepada kita.(…tapi kita bukan nabi?)
Kemudian yang dinamakan Muhammad itu adalah Pujian,
Maksud dari Pujian disini berkaitan dengan Nafas..
Maka Nafas itu dinamakan… :
Ketika ke luar = Ilmu Ghaibul Ghuyub.
Ketika ke dalam = Ilmu Sirrul Asrar.
Dari Nafas itulah timbunya Ibadah Muhammad.
Dan dari Jasad kita itulah timbulnya Ibadah Adam,
Maka ibadah Muhammad itu :
Sholatul Da’im = Sholat terus-menerus.
“Wahdah Fil Kasrah = pandanglah satu kepada yang banyak”
Yang dinamakan Nafas itu = yang keluar masuk dari mulut.
Yang dinamakan Nufus itu = yang keluar masuk dari hidung
Yang dinamakan Tanapas itu = yang keluar masuk dari telinga.
Yang dinamakan Ampas itu = yang keluar masuk dari mata.
Maka Nafas itulah yang menuju kepada “ARASHTUL MAJID”
karena itu hendaklah kita ketahui Ilmu tentang Nafas ini..,
yaitu Ilmu Ghaibul Ghuyub, karena itu adalah salah satu daripada ibadah Muhammad.
Ingat..!!
Ilmu Nafas harus disertai dengan praktek langsung..,
tidak boleh hanya diambil teori-nya saja…
Kita lanjutkan…
Nafas yang keluar dari lubang hidung kiri itu dinamakan Jibril, ucapannya ALLAH
Nafas yang masuk melalui lubang hidung kanan itu dinamakan Izrail, ucapannya “HU”.
Maka Zikirullah yang dua itu dinamakan NUR.
Maka jadilah dua Nur, yaitu kalimah ALLAH satu Nur dan kalimah HU satu Nur.
Dua Nur ini bertemu di atas bibir dan tidak masuk ke dalam tubuh.
Amalan ini harus sampai ke derajatnya yang dinamakan Nurul Hadi.
ke arah itulah yang harus dicapai.
Nafas yang naik di dalam tubuh ke ubun-ubun dinamakan AHMAD, lalu.. turun dari ubun-ubun sampai-lah ke Jantung Nurani dinamakan Izraill, ucapanya ALLAH
Kemudian Nafas yang dari jantung naik lagi ke ubun-ubun, dinamakan Jibrill, ucapannya ialah HU
Amalan inilah yang dinamakan :
“Syuhudul Wahdah Fil Kasrah dan Syuhudul Kasrah Fil Wahdah”
Inilah Pintu Makrifat…,
Adapun Nafas yang keluar dan masuk itu dinamakan Muhammad.
Maka Nafas itu dinamakan Nabi kepada kita.(…tapi kita bukan nabi?)
Kemudian yang dinamakan Muhammad itu adalah Pujian,
Maksud dari Pujian disini berkaitan dengan Nafas..
Maka Nafas itu dinamakan… :
Ketika ke luar = Ilmu Ghaibul Ghuyub.
Ketika ke dalam = Ilmu Sirrul Asrar.
Dari Nafas itulah timbunya Ibadah Muhammad.
Dan dari Jasad kita itulah timbulnya Ibadah Adam,
Maka ibadah Muhammad itu :
Sholatul Da’im = Sholat terus-menerus.
“Wahdah Fil Kasrah = pandanglah satu kepada yang banyak”
Yang dinamakan Nafas itu = yang keluar masuk dari mulut.
Yang dinamakan Nufus itu = yang keluar masuk dari hidung
Yang dinamakan Tanapas itu = yang keluar masuk dari telinga.
Yang dinamakan Ampas itu = yang keluar masuk dari mata.
Maka Nafas itulah yang menuju kepada “ARASHTUL MAJID”
karena itu hendaklah kita ketahui Ilmu tentang Nafas ini..,
yaitu Ilmu Ghaibul Ghuyub, karena itu adalah salah satu daripada ibadah Muhammad.
Ingat..!!
Ilmu Nafas harus disertai dengan praktek langsung..,
tidak boleh hanya diambil teori-nya saja…
Kita lanjutkan…
Nafas yang keluar dari lubang hidung kiri itu dinamakan Jibril, ucapannya ALLAH
Nafas yang masuk melalui lubang hidung kanan itu dinamakan Izrail, ucapannya “HU”.
Maka Zikirullah yang dua itu dinamakan NUR.
Maka jadilah dua Nur, yaitu kalimah ALLAH satu Nur dan kalimah HU satu Nur.
Dua Nur ini bertemu di atas bibir dan tidak masuk ke dalam tubuh.
Amalan ini harus sampai ke derajatnya yang dinamakan Nurul Hadi.
ke arah itulah yang harus dicapai.
Nafas yang naik di dalam tubuh ke ubun-ubun dinamakan AHMAD, lalu.. turun dari ubun-ubun sampai-lah ke Jantung Nurani dinamakan Izraill, ucapanya ALLAH
Kemudian Nafas yang dari jantung naik lagi ke ubun-ubun, dinamakan Jibrill, ucapannya ialah HU
Amalan inilah yang dinamakan :
“Syuhudul Wahdah Fil Kasrah dan Syuhudul Kasrah Fil Wahdah”
Inilah Pintu Makrifat…,
SIR(RAHASIA)
SIR dan RUH ( HAKIKAT DIRI MANUSIA )
Apakah itu SIR@RAHSIA?
Yang dinamakan SIR itu adalah RUH berkaitan ALLAH dimana SIR menjadi NYAWA pada RUH.Inilah NUR MUHAMMAD.
Jadi....
Hakikat hati adalah RUH.
Hakikat ruh adalah SIR.
SIR adalah hakikat dari segala yang maujud yang berpusat dari mata hati melalui NUR ILLAHI.
Apakah itu RUH.
Ruh adalah SIRULLAH@RAHSIA ALLAH yang ditiup kepada jiwa dan ruh ini menyebut dirinya AKU.
"Min Ruhi" : Ruh manusia itu ditiup dari ruhKu.
Maka,ruh itu hakikatnya berada dalam ESA jua adanya.
SOALAN : HAKIKAT DIRI MANUSIA ITU SIAPA?
Adapun hakikat diri manusia itu adalah NUR MUHAMMAD dan NUR MUHAMMAD inilah SIFAT pada ALLAH.
Dimana dikatakan NUR MUHAMMAD pada diri?
Jawaban : Yang dikatakan NUR MUHAMMAD itu pada diri adalah nyawa kerana adapun nyawa itu hakikatnya adalah RUH IDHOFI dan RUH IDOFI inilah DIRINYA.
Makna lain :
ALLAH itu sebenar2nya NYAWA dan NYAWA inilah NUR MUHAMMAD.Inilah yang dimaksudkan dalam "Manusia itu rahsiaKu,Akulah yang menjadi rahsia manusia"
Jadi.....dalam kalimah syuhadat itu terdapat 3 perkàra UTAMA.
Pertama : Allah.
Kedua : Rasul.
Ketiga : Muhammad
Adapun ALLAH itu ASMA@NAMA.
Adapun RASUL itu PESURUH.
Adapun MUHAMMAD itu TERPUJI.
NAMA PESURUH TERPUJI.
Dalam syuhadat ini,hakikatnya,Yang disebut Allah itu adalah BadanKu.Yang disebut Rasul itu adalah RahsiaKu.Muhammad itu CahayaKu.
"Muhammad Rasul Allah" adalah CAHAYA yang bertindak sebagai PENERANG KEGELAPAN kepada RAHSIA diri Allah.
Jadi,adapun makna syuhadat itu adalah :
HIDUP ALLAH YANG DIJADIKAN TUBUH PADA KITA SEBAGAI DALIL PENYATAAN UJUDNYA DIMANA MENGISYARATKAN BAHAWA TUBUH KITA TIDAK BERCERAI DENGAN HIDUPNYA ALLAH TAALA.
Apa itu makna HIDUP.
Adapun makna HIDUP itu HAYAT.
Jadi,bicara lebih jauh lagi adalah sesungguhnya kita dengan Allah itu SEHAYAT.
Dimana bukti SEHAYAT kita dengan Allah?
Jawaban : Dalam Esa kerana hakikat diri itu NUR MUHAMNAD dan hakikat NUR MUHAMMAD itu NYAWA dan hakikat nyawa itulah ALLAH.
Kerana SEHAYAT ini jugalah dikatakan PERLAKUAN manusia,PERBUATAN Allah dlm bab kaji TAUHIDUZ AFAAL.
Kerana SEHAYAT ini jugalah maka dinyatakan,TIDAK BERGERAK SEZARAH TANPA IZIN ALLAH.
Kerana SEHAYAT ini jugalah dikatakan TIDAK UJUD perbuatan tanpa niat.
Maka tugas kita sebagai khalifah adalah :
Serahkan diri kepadaNya.
Serahkan Bathin Muhammad.
Serahkan Awal Muhammad.
Serahkan Akhir Muhammad.
Serahkan Zahir Muhammad
yakinlah!!!!!!
ALLAH SWT INI PENTADBIR SEKALIAN ALAM termasuk ALAM TUBUH BADAN KITA dimana :
Yang memerintah TUBUH itu adalah AFAAL Allah.
Yang memerintah HATI itu adalah ASMA Allah.
Yang memerintah NYAWA itu adalah SIFAT Allah.
Yang memerintah RAHSIA itu adalah ZAT Allah.
Afaal inilah menjadikan SYARIAT.
Asma inilah menjadikan THORIQAT
Sifat inilah menjadikan HAKIKAT
Zat inilah menjadikan MAKRIFAT.
Maka fahamilah kenapa SYARIAT dgn HAKIKAT wajib seiring.
Kenalilah ALLAH PADA DIRI KALIAN!!!!!!!!!!!!
Jangan akal melembagakan DIA.
Kerana..
ALLAH itu adalah NAMA semata2 yakni SIFAT2NYA.
Untuk MENYATAKAN diri empunya nama,maka BERUSAHALAH membinasakan diri.
HAKEKAT SARUMBU KASA MANUSIA
Di dalam diri MANUSIA itu tempatnya IDAJIL, IBLIS , SYAITAN , JIN , 10 MALAIKAT [Sifat Malaikat] SURGA dan NERAKA , 7 LAPIS LANGIT 7 LAPIS BUMI [Hati yang lapang].
__
Makna² yang terkandung dalam setiap kitab suci semuanya dirangkum dalam AL-QURAN , makna-makna yang terkandung dalam AL-QURAN dirangkum semuanya dalam surat AL-FATIHAH dan makna-makna yang terkandung dalam surat AL-FATIHAH dirangkum dalam kalimah BISMILLAAH .
Makna² yang terkandung dalam kalimah BISMILLAAH dirangkum dalam huruf BA -nya, makna yang terkandung dalam huruf Ba adalah ;
"Oleh-KU telah terjadi sesuatu yang telah terjadi dan oleh-KU akan terjadi sesuatu yang akan terjadi" makna TITIK pada huruf "BA " adalah HATI
[Pintu masuk = "MAN AROFA NAFSAHU FAQOD AROFA ROBBAHU "].
__
” Sesungguhnya syaitan berjalan dalam tubuh Manusia di tempat peredaran darah.”
[HR. Al Bukhari: 7171 dan Muslim: 2175 dari hadits Shafiyyah Radhiyallahu ‘anha]
“Ketika Allah menciptakan Adam [Cahaya = Sifat Malaikat] di Surga, Allah pun meninggalkannya sesuai dengan kehendak-Nya. Maka Iblis pun mengitari [Adam] dan memperhatikan bagaimana keadaannya, ketika melihat ada sisi yang kosong, maka dia pun mengetahui bahwa Allah telah menciptakan satu ciptaan yang tidak mampu untuk menahan diri.”
__
Ketika pindah ke Alam Dunia, Adam di masukkan ke dalam
jasad, hakikat jasad adalah merupakan penjara dunia.
Allah Subhana wa Ta'ala hanya menciptakan Rahmat dan Ni’mat, Allah Subhana wa Ta'ala tidak menciptakan Neraka ketika Adam berada di Alam Rahmat…
Di saat Iblis tidak mau bersujud/hormat kepada Adam maka lahirlah Neraka, Neraka adalah buah TEKAD Iblis, ketika permohonannya dikabulkan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menggoda anak cucu Adam sampai hari Kiamat…
SIFAT-SIFAT IBLIS , SETAN & JIN :
HUBBUD DUNIA adalah pangkal dari semua sifat-sifat ; sombong, ujub, riya, takabur, fasik, munafik, iri, dengki, dendam, benci, dusta, sum’ah, bohong, zhalim, khianat, rakus, bakhil, kikir, fitnah, ghibah, fitnah, mencela, menghina, mencemooh, perkataan kasar dan kotor dll.
__
RAHMAT ALLAH dan SYAFA'AT RASULULLAH sangat sulit untuk menetes ke dalam hati yang di penuhi penyakit.
__
Sabda Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam ;
Allah tidak memandang RUPA dan HARTAMU tetapi Allah memandang HATI dan AMALAN MU .
__
Musyrik Dholalah : Latta, Uza, Manat, Hubal.
Syirik Khofi : Islam yang tekadnya berubah.
Syirik Lijati : Hati Islam, pekerjaan musyrik.
Syirik Li’ijati : Pindah-pindah Agama.
Kufur : Ucapan yang buruk.
Kafir : Manusia yang jahat hatinya.
Kufar : Prilaku dan langkah yang buruk.
Hadast-hadast BAATHIN [Berhala-berhala di dalam hati, uapnya akan menutupi Baathin]
SIFAT membuktikan ISI HATI
Akhlaq Baathin yang sudah buruk, karena Iblis, Syaitan dan Jinn telah mengkapling HATI , membuat manusia berubah TEKAD. Perkataan, tekad dan tingkah lakunya cerminan dari sifat-sifat Iblis, Setan dan Jinn. Mereka selalu membuat perangkap, jebakan halus, menghalangi dan membelokan jalan menuju kepada kebenaran dan kebaikan [Menawarkan Surga, mengajak ke Neraka]
SATU KEBENARAN, DI BUNGKUS 100 KEPALSUAN
"Seperti semut hitam yang berjalan di atas batu hitam, di kegelapan malam di dalam gua yang gelap"
__
Hadast Baathin menjadi benih KEBENCIAN akan menghasilkan HALUSINASI JIWA :
Merasa paling baik...
Merasa paling benar...
Merasa paling pandai...
Merasa banyak amal...
Merasa paling shaleh...
Merasa ahli ibadah...
Ingin dipuji...
Ingin disanjung...
Ingin di hormat...
Mengagumi diri...
Melupakan dosa...
Melupakan azab...
Berandai- andai terhadap Allah...
Berangan-angan Surga...
Benci kepada yang tidak shalat...
Benci kepada manusia yang tidak disukai...
Menghina...
Melecehkan...
Mencemooh...
Panjang angan - angan dll
Ibadah yang dibarengi dengan perasaan akan membuka jebakan- jebakan dan perangkap yang sangat halus, pintu masuknya syaitan ke dalam hati;
Seperti ahli ibadah...
Seperti ahli agama...
Seperti ahli shalat...
Seperti orang pandai...
Seperti ahli Surga...
Seperti orang baik...
" Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan
HAWA NAFSU-nya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan Ilmu-Nya[1384]
dan Allah telah mengunci mati PENDENGARAN dan HATI-nya dan meletakkan tutupan atas PENGLIHATAN-nya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah [membiarkannya sesat]. Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?"
[QS al-Jatsiyah:45: 23].
__
Jika kegelapan menutupi mata baathin maka menyebabkan baathin terpisah dari kebenaran. Baathinlah yang tertutup sedangkan kebenaran tidak tertutup. Dalil atau bukti yang dicari bukanlah untuk menyatakan kebenaran dan keyakinan, tetapi untuk mengeluarkan baathin dari lembah kegelapan kepada cahaya yang terang benderang, keyakinan/iman di dapat melalui pengamalan, sehingga cahaya akan menerangi atau membuka hijab hati, kekuatan ilmu yang diperoleh di tentukan oleh kekuatan hati, wadahnya harus bersih, ilmu tidak akan masuk ke dalam hati yang kotor.
Apabila hatinya bersih maka cahaya Illahi semakin bersinar menerangi dan dia mendapat ilmu yang lebih jelas, lalu baathinnya menghadap kepada yang lebih benar, sehinggalah dia menemui kebenaran hakiki, terbukanya mata baathin memperlihatkan keberadaan Allah Ta’ala, kesaksian mata baathin memperlihatkan ketiadaan diri selain Wujud-Nya, kesaksian hakiki mata baathin memperlihatkan bahwa hanya Dzat yang Wujud, tidak terlihat lagi ketiadaan dan wujud diri, hal ini disebut Nafi Isbat.
Baathin yang terlantar tanpa makanan mengakibatkan peredaran darah menjadi kotor, akibatnya menjadi penyakit, mudah marah, depresi, stress, was-was, keraguan, hati resah, jiwa gelisah, pikir tidak tenang, hati panas, hati membatu, stroke, penyakit jantung, kanker, darah tinggi, tumor, sakit yang panjang di masa tua, sakaratul maut yang lama dll
Efek dari hadast-hadast baathin, akan membuat baathin terhijab dan qolbu menjadi gelap, hati mengalami kebutaan...
"Sesungguhnya bukan buta mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada"
[Al Hajj: 46]
BAATHIN adalah maqamnya RUH :
BILLA HAEFFIN, artinya tak berwarna dan tak berupa, tidak merah tidak hitam, tidak gelap tidak pula terang.
__
BILLA MAKANIN, artinya tidak berarah tidak bertempat, tidak di barat tidak di timur, tidak di utara maupun di selatan, tidak di atas maupun di bawah.
__
Baathin bisa kotor oleh uap-uap nafsu kotor dari ;
1. NAFSU AMARAH
2. NAFSU SAWIYAH
3. NAFSU LAWAMMAH
4. NAFSU MUTHMAINAH adalah nafsu yang diberikan bersamaan dengan RUH. Sifatnya nafsu adalah meliputi, jika Nafsu Muthmainah menjadi penguasa [RASA] maka akan berubah sifat menjadi jiwa yang tenang. bukti dari Nafsu adalah adanya segala keinginan...
SIFAT RASA BAIK dan SIFAT RASA BURUK.
RUH - mengenai RUH, manusia hanya diberi pengetahuan yang sedikit, RUH SIFATNYA FITRAH dan NETRAL, RUH ibarat minyaknya, NYAWA adalah api, NAFSU adalah panasnya, adanyaNyawa adalah ketika bayi dari Alam Rahim keluar dan kontak dengan Alam Dunia, karena adanya Jauhar Awwal Rasulullah.
__
I'TIQOD atau TEKAD [DASAR TAUHID] pada diri manusia adalah hal yang paling penting dan mendasar, karena ini menyangkut Akar Hati = Tulang ekor = Balung Tunggal
"Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur [dimakan tanah] kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat."
[HR. Al Bukhari, Nomor 4935].
__
Akarnya adalah Tekad / I'tiqod, batangnya adalah Syahadat, cabang dan ranting adalah Istigfar, daunnya adalah Takbir, buahnya adalah Bismillah, pohon hati ini akarnya membenam ke dalam tujuh lapis bumi, dan buahnya menjulang ke atas tujuh lapis langit, kedudukanNIAT adalah DI LUAR TEKAD.
Surga dan Neraka ditentukan oleh manusia ketika hidup di dunia, sesuai dengan apa yang dipertuhankannya/Itiqod/Tekad/Keyakinannya...
Syahadat ; ILMU - AMAL - PERKATAAN
Neraka : HAWA NAFSU
Surga : ILMU
ITIQOD/TEKAD
"DI DUNIA SEBAB AKIBAT, DI AKHIRAT SEBAB TEKAD"
QOLBU - adalah tempatnya SIFAT NUR ILMU RASULULLAH berfungsi sebagai penerang Alam Hati [Cahaya Iman] Jika Ilmunya yang di dapatkan dari Ilmu yang bersih dan suci, maka setitik Nur ini akan menjadi:
CAHAYA NUR [Rijalullah] Sifat Nur Ilmu ini bermuara menjadi Nur Darah Merah, Nur Darah Kuning, Nur Darah Putih, Nur Darah Hitam.
CAHAYA API [Rijalul 'Alam] yang terbuat dari api yang bersih, dari Raja Jann, rajanya para Jinn. Ilmunya di dapat dengan cara kotor [amalan junub] maka darah menjadi menjadi kotor.
NYAWA - adanya nyawa adalah ketika jasad bayi dari Alam Rahim lahir, dan kontak dengan Alam Dunia.
SIFAT FITRAH RUH berubah sifat menjadi ROH
[Wujud Rupa Jasad] Jasad yang terbuat dari Hakikat Adam,
SAEFI EMPAT :
Saripati Ruh Api
Saripati Ruh Air
Saripati Ruh Bumi
Saripati Ruh Angin.
__
Jutaan nyawa mati oleh API
Jutaan nyawa mati oleh ANGIN
Jutaan nyawa mati oleh BUMI
Jutaan nyawa mati oleh AIR
ketika beranjak dewasa jasad menjadi kotor, sedikit ataupun banyak, ada Roh - roh dari API - ANGIN - BUMI - AIR yang menumpang pada makanan, sehingga menjadi kotor dan masuk ke dalam tubuh, di cerna oleh tubuh menghasilkan darah, dalam peredaran darah inilah Roh - roh bersemayam, sehingga menimbulkan penyakit, jadi asal usul penyakit adalah dari makhluk atau dari Roh yang menumpang pada makanan.
Setiap perbuatan maksiat akan menjadi dosa. Setiap dosa manusia akan berpengaruh terhadap darah, karena darah adalah merupakan sebuah alam atau sebuah wadah.
Di sinilah manfaatnya Aqiqah, Qurban, Kifarat agar AQO'IDUL IMAN tidak belok ke kiri dan kanan
Allah ta'ala berfirman;
Daging - daging unta dan darahnya itu tidak akan dapat mencapai kepada Allah, tetapi ketakwaanmu yang dapat mencapainya.(Qs.Al Haj:37)
Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda ; "Dosa itu membekas di dalam Hati."(Al Hadits).
Proses Nabati dan Hewani + Ilmu di 7 turunan
Ex ; Habil dan Qobil > Faktor Genetik > HAWA NAFSU >
SIFAT BAIK dan SIFAT BURUK
Halal, Haram, Syubhat>>>Darah>>>Sifat>>>Akhlak.
Sifat Ilmu/sifat pekerjaan seseorang ketika di dunia, akan turun kepada keturunannya, Allah tidak akan menerima keburukan dan... sifat buruk itu akan kembali kepada keturunannya.
__
Ibnu Abbas Radhiallaahu'anhu ;
"Tidak ada dosa kecil kalau dilakukan terus menerus dan tidak ada dosa besar kalau dibarengi istighfar. Berkata pula seorang salaf, "Jangan engkau memandang kepada kecilnya dosa, namun lihatlah kepada siapa engkau bermaksiat."
__
"Karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali NAFSU yang diberi RAHMAT oleh Rabbku.”
[QS Yusuf: 53]
MADI - WODI - MANI - MANIKEM
Wujud jasmani manusia bakal rusak, tetapi RASA akan tetap ada, enak dan tidak enak, hanya alamnya akan berbeda, itulah sebabnya makhluk umurnya tidak sama, bukan kehendak Allah panjang dan pendeknya umur, tapi wadahnya yang tidak kuat, jadi suka cepat mengalami kematian. Pekerjaan dari Bapak dan Ibu, proses Nabati dan Hewani, halal dan haram, namanya Madi, Wodi, Mani, Manikem itulah yang kurang kuat, makanya cepat mati, wadahnya hidup, yang kurang kuat adalah MANI, sebab asal mani, dari gulungan darah, jika darah Ibu dan Bapak, di waktu tadi keluar, darah dalam keadaan tidak sehat, lagi ada penyakit, mani juga akan tidak sehat, tercampuri oleh penyakit, jadinya tetap jadi, tapi cepat lapuk, umurnya tidak akan bertahan lama, karena sudah keropos tadinya.
Darah harus jalan baik, proses Nabati dan Hewani yang halal agar menghasilkan keturunan yang halal, yang disebut :
WADI asalnya dari API menjadi DAGING
MADI asalnya dari ANGIN menjadi SUMSUM
MANI asalnya dari AIR menjadi TULANG
MANIKEM asalnya dari BUMI menjadi KULIT
Kemuliaan manusia terletak pada akalnya ;
Penghalang AKAL adalah Syaithan
Penghalang PIKIR adalah Jinn
Penghalang HATI adalah Iblis
Penghalang BAATHIN adalah Azazil/Idajil
Jika penghalangnya tidak bisa disingkirkan maka manusia akan bermartabat seperti hewan, hanya hawa nafsu buruk yang ada, kerjanya hanya makan, tidur, senggama, senang-senang, kemewahan, bermegah-megahan, menghamburkan usia dan waktu, hidupnya hanya untuk menanti ajal, tidak tahu asalnya dari mana, untuk apa dia ada di dunia, pulang mau kemana…
"Ada seseorang ketika hidup di dunia, dia banyak melakukan amalan Surga, tapi ujung-ujungnya masuk Neraka"
"Ada seseorang ketika hidup di dunia, dia banyak melakukan amalan Neraka, tapi ujung-ujungnya masuk Surga".
__
Dasar Ilmu adalah kesadaran diri...
Ma'rifat tertinggi adalah ketika manusia berani dan jujur untuk menelanjangi diri, menggali dosa, kesalahan dan kekurangan diri…
“ Ya ayyuhan nafsul muthmainnah irji'i ila robbiki rodhiyatam mardhiyyah “ [QS al-fajr:27-28]
“ WAHAI JIWA YANG TENANG, KEMBALILAH KEPADA ROBB-MU, DALAM KEADAAN RIDHO DAN DI RIDHOI ”.
.
__
Apakah itu SIR@RAHSIA?
Yang dinamakan SIR itu adalah RUH berkaitan ALLAH dimana SIR menjadi NYAWA pada RUH.Inilah NUR MUHAMMAD.
Jadi....
Hakikat hati adalah RUH.
Hakikat ruh adalah SIR.
SIR adalah hakikat dari segala yang maujud yang berpusat dari mata hati melalui NUR ILLAHI.
Apakah itu RUH.
Ruh adalah SIRULLAH@RAHSIA ALLAH yang ditiup kepada jiwa dan ruh ini menyebut dirinya AKU.
"Min Ruhi" : Ruh manusia itu ditiup dari ruhKu.
Maka,ruh itu hakikatnya berada dalam ESA jua adanya.
SOALAN : HAKIKAT DIRI MANUSIA ITU SIAPA?
Adapun hakikat diri manusia itu adalah NUR MUHAMMAD dan NUR MUHAMMAD inilah SIFAT pada ALLAH.
Dimana dikatakan NUR MUHAMMAD pada diri?
Jawaban : Yang dikatakan NUR MUHAMMAD itu pada diri adalah nyawa kerana adapun nyawa itu hakikatnya adalah RUH IDHOFI dan RUH IDOFI inilah DIRINYA.
Makna lain :
ALLAH itu sebenar2nya NYAWA dan NYAWA inilah NUR MUHAMMAD.Inilah yang dimaksudkan dalam "Manusia itu rahsiaKu,Akulah yang menjadi rahsia manusia"
Jadi.....dalam kalimah syuhadat itu terdapat 3 perkàra UTAMA.
Pertama : Allah.
Kedua : Rasul.
Ketiga : Muhammad
Adapun ALLAH itu ASMA@NAMA.
Adapun RASUL itu PESURUH.
Adapun MUHAMMAD itu TERPUJI.
NAMA PESURUH TERPUJI.
Dalam syuhadat ini,hakikatnya,Yang disebut Allah itu adalah BadanKu.Yang disebut Rasul itu adalah RahsiaKu.Muhammad itu CahayaKu.
"Muhammad Rasul Allah" adalah CAHAYA yang bertindak sebagai PENERANG KEGELAPAN kepada RAHSIA diri Allah.
Jadi,adapun makna syuhadat itu adalah :
HIDUP ALLAH YANG DIJADIKAN TUBUH PADA KITA SEBAGAI DALIL PENYATAAN UJUDNYA DIMANA MENGISYARATKAN BAHAWA TUBUH KITA TIDAK BERCERAI DENGAN HIDUPNYA ALLAH TAALA.
Apa itu makna HIDUP.
Adapun makna HIDUP itu HAYAT.
Jadi,bicara lebih jauh lagi adalah sesungguhnya kita dengan Allah itu SEHAYAT.
Dimana bukti SEHAYAT kita dengan Allah?
Jawaban : Dalam Esa kerana hakikat diri itu NUR MUHAMNAD dan hakikat NUR MUHAMMAD itu NYAWA dan hakikat nyawa itulah ALLAH.
Kerana SEHAYAT ini jugalah dikatakan PERLAKUAN manusia,PERBUATAN Allah dlm bab kaji TAUHIDUZ AFAAL.
Kerana SEHAYAT ini jugalah maka dinyatakan,TIDAK BERGERAK SEZARAH TANPA IZIN ALLAH.
Kerana SEHAYAT ini jugalah dikatakan TIDAK UJUD perbuatan tanpa niat.
Maka tugas kita sebagai khalifah adalah :
Serahkan diri kepadaNya.
Serahkan Bathin Muhammad.
Serahkan Awal Muhammad.
Serahkan Akhir Muhammad.
Serahkan Zahir Muhammad
yakinlah!!!!!!
ALLAH SWT INI PENTADBIR SEKALIAN ALAM termasuk ALAM TUBUH BADAN KITA dimana :
Yang memerintah TUBUH itu adalah AFAAL Allah.
Yang memerintah HATI itu adalah ASMA Allah.
Yang memerintah NYAWA itu adalah SIFAT Allah.
Yang memerintah RAHSIA itu adalah ZAT Allah.
Afaal inilah menjadikan SYARIAT.
Asma inilah menjadikan THORIQAT
Sifat inilah menjadikan HAKIKAT
Zat inilah menjadikan MAKRIFAT.
Maka fahamilah kenapa SYARIAT dgn HAKIKAT wajib seiring.
Kenalilah ALLAH PADA DIRI KALIAN!!!!!!!!!!!!
Jangan akal melembagakan DIA.
Kerana..
ALLAH itu adalah NAMA semata2 yakni SIFAT2NYA.
Untuk MENYATAKAN diri empunya nama,maka BERUSAHALAH membinasakan diri.
HAKEKAT SARUMBU KASA MANUSIA
Di dalam diri MANUSIA itu tempatnya IDAJIL, IBLIS , SYAITAN , JIN , 10 MALAIKAT [Sifat Malaikat] SURGA dan NERAKA , 7 LAPIS LANGIT 7 LAPIS BUMI [Hati yang lapang].
__
Makna² yang terkandung dalam setiap kitab suci semuanya dirangkum dalam AL-QURAN , makna-makna yang terkandung dalam AL-QURAN dirangkum semuanya dalam surat AL-FATIHAH dan makna-makna yang terkandung dalam surat AL-FATIHAH dirangkum dalam kalimah BISMILLAAH .
Makna² yang terkandung dalam kalimah BISMILLAAH dirangkum dalam huruf BA -nya, makna yang terkandung dalam huruf Ba adalah ;
"Oleh-KU telah terjadi sesuatu yang telah terjadi dan oleh-KU akan terjadi sesuatu yang akan terjadi" makna TITIK pada huruf "BA " adalah HATI
[Pintu masuk = "MAN AROFA NAFSAHU FAQOD AROFA ROBBAHU "].
__
” Sesungguhnya syaitan berjalan dalam tubuh Manusia di tempat peredaran darah.”
[HR. Al Bukhari: 7171 dan Muslim: 2175 dari hadits Shafiyyah Radhiyallahu ‘anha]
“Ketika Allah menciptakan Adam [Cahaya = Sifat Malaikat] di Surga, Allah pun meninggalkannya sesuai dengan kehendak-Nya. Maka Iblis pun mengitari [Adam] dan memperhatikan bagaimana keadaannya, ketika melihat ada sisi yang kosong, maka dia pun mengetahui bahwa Allah telah menciptakan satu ciptaan yang tidak mampu untuk menahan diri.”
__
Ketika pindah ke Alam Dunia, Adam di masukkan ke dalam
jasad, hakikat jasad adalah merupakan penjara dunia.
Allah Subhana wa Ta'ala hanya menciptakan Rahmat dan Ni’mat, Allah Subhana wa Ta'ala tidak menciptakan Neraka ketika Adam berada di Alam Rahmat…
Di saat Iblis tidak mau bersujud/hormat kepada Adam maka lahirlah Neraka, Neraka adalah buah TEKAD Iblis, ketika permohonannya dikabulkan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menggoda anak cucu Adam sampai hari Kiamat…
SIFAT-SIFAT IBLIS , SETAN & JIN :
HUBBUD DUNIA adalah pangkal dari semua sifat-sifat ; sombong, ujub, riya, takabur, fasik, munafik, iri, dengki, dendam, benci, dusta, sum’ah, bohong, zhalim, khianat, rakus, bakhil, kikir, fitnah, ghibah, fitnah, mencela, menghina, mencemooh, perkataan kasar dan kotor dll.
__
RAHMAT ALLAH dan SYAFA'AT RASULULLAH sangat sulit untuk menetes ke dalam hati yang di penuhi penyakit.
__
Sabda Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam ;
Allah tidak memandang RUPA dan HARTAMU tetapi Allah memandang HATI dan AMALAN MU .
__
Musyrik Dholalah : Latta, Uza, Manat, Hubal.
Syirik Khofi : Islam yang tekadnya berubah.
Syirik Lijati : Hati Islam, pekerjaan musyrik.
Syirik Li’ijati : Pindah-pindah Agama.
Kufur : Ucapan yang buruk.
Kafir : Manusia yang jahat hatinya.
Kufar : Prilaku dan langkah yang buruk.
Hadast-hadast BAATHIN [Berhala-berhala di dalam hati, uapnya akan menutupi Baathin]
SIFAT membuktikan ISI HATI
Akhlaq Baathin yang sudah buruk, karena Iblis, Syaitan dan Jinn telah mengkapling HATI , membuat manusia berubah TEKAD. Perkataan, tekad dan tingkah lakunya cerminan dari sifat-sifat Iblis, Setan dan Jinn. Mereka selalu membuat perangkap, jebakan halus, menghalangi dan membelokan jalan menuju kepada kebenaran dan kebaikan [Menawarkan Surga, mengajak ke Neraka]
SATU KEBENARAN, DI BUNGKUS 100 KEPALSUAN
"Seperti semut hitam yang berjalan di atas batu hitam, di kegelapan malam di dalam gua yang gelap"
__
Hadast Baathin menjadi benih KEBENCIAN akan menghasilkan HALUSINASI JIWA :
Merasa paling baik...
Merasa paling benar...
Merasa paling pandai...
Merasa banyak amal...
Merasa paling shaleh...
Merasa ahli ibadah...
Ingin dipuji...
Ingin disanjung...
Ingin di hormat...
Mengagumi diri...
Melupakan dosa...
Melupakan azab...
Berandai- andai terhadap Allah...
Berangan-angan Surga...
Benci kepada yang tidak shalat...
Benci kepada manusia yang tidak disukai...
Menghina...
Melecehkan...
Mencemooh...
Panjang angan - angan dll
Ibadah yang dibarengi dengan perasaan akan membuka jebakan- jebakan dan perangkap yang sangat halus, pintu masuknya syaitan ke dalam hati;
Seperti ahli ibadah...
Seperti ahli agama...
Seperti ahli shalat...
Seperti orang pandai...
Seperti ahli Surga...
Seperti orang baik...
" Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan
HAWA NAFSU-nya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan Ilmu-Nya[1384]
dan Allah telah mengunci mati PENDENGARAN dan HATI-nya dan meletakkan tutupan atas PENGLIHATAN-nya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah [membiarkannya sesat]. Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?"
[QS al-Jatsiyah:45: 23].
__
Jika kegelapan menutupi mata baathin maka menyebabkan baathin terpisah dari kebenaran. Baathinlah yang tertutup sedangkan kebenaran tidak tertutup. Dalil atau bukti yang dicari bukanlah untuk menyatakan kebenaran dan keyakinan, tetapi untuk mengeluarkan baathin dari lembah kegelapan kepada cahaya yang terang benderang, keyakinan/iman di dapat melalui pengamalan, sehingga cahaya akan menerangi atau membuka hijab hati, kekuatan ilmu yang diperoleh di tentukan oleh kekuatan hati, wadahnya harus bersih, ilmu tidak akan masuk ke dalam hati yang kotor.
Apabila hatinya bersih maka cahaya Illahi semakin bersinar menerangi dan dia mendapat ilmu yang lebih jelas, lalu baathinnya menghadap kepada yang lebih benar, sehinggalah dia menemui kebenaran hakiki, terbukanya mata baathin memperlihatkan keberadaan Allah Ta’ala, kesaksian mata baathin memperlihatkan ketiadaan diri selain Wujud-Nya, kesaksian hakiki mata baathin memperlihatkan bahwa hanya Dzat yang Wujud, tidak terlihat lagi ketiadaan dan wujud diri, hal ini disebut Nafi Isbat.
Baathin yang terlantar tanpa makanan mengakibatkan peredaran darah menjadi kotor, akibatnya menjadi penyakit, mudah marah, depresi, stress, was-was, keraguan, hati resah, jiwa gelisah, pikir tidak tenang, hati panas, hati membatu, stroke, penyakit jantung, kanker, darah tinggi, tumor, sakit yang panjang di masa tua, sakaratul maut yang lama dll
Efek dari hadast-hadast baathin, akan membuat baathin terhijab dan qolbu menjadi gelap, hati mengalami kebutaan...
"Sesungguhnya bukan buta mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada"
[Al Hajj: 46]
BAATHIN adalah maqamnya RUH :
BILLA HAEFFIN, artinya tak berwarna dan tak berupa, tidak merah tidak hitam, tidak gelap tidak pula terang.
__
BILLA MAKANIN, artinya tidak berarah tidak bertempat, tidak di barat tidak di timur, tidak di utara maupun di selatan, tidak di atas maupun di bawah.
__
Baathin bisa kotor oleh uap-uap nafsu kotor dari ;
1. NAFSU AMARAH
2. NAFSU SAWIYAH
3. NAFSU LAWAMMAH
4. NAFSU MUTHMAINAH adalah nafsu yang diberikan bersamaan dengan RUH. Sifatnya nafsu adalah meliputi, jika Nafsu Muthmainah menjadi penguasa [RASA] maka akan berubah sifat menjadi jiwa yang tenang. bukti dari Nafsu adalah adanya segala keinginan...
SIFAT RASA BAIK dan SIFAT RASA BURUK.
RUH - mengenai RUH, manusia hanya diberi pengetahuan yang sedikit, RUH SIFATNYA FITRAH dan NETRAL, RUH ibarat minyaknya, NYAWA adalah api, NAFSU adalah panasnya, adanyaNyawa adalah ketika bayi dari Alam Rahim keluar dan kontak dengan Alam Dunia, karena adanya Jauhar Awwal Rasulullah.
__
I'TIQOD atau TEKAD [DASAR TAUHID] pada diri manusia adalah hal yang paling penting dan mendasar, karena ini menyangkut Akar Hati = Tulang ekor = Balung Tunggal
"Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur [dimakan tanah] kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat."
[HR. Al Bukhari, Nomor 4935].
__
Akarnya adalah Tekad / I'tiqod, batangnya adalah Syahadat, cabang dan ranting adalah Istigfar, daunnya adalah Takbir, buahnya adalah Bismillah, pohon hati ini akarnya membenam ke dalam tujuh lapis bumi, dan buahnya menjulang ke atas tujuh lapis langit, kedudukanNIAT adalah DI LUAR TEKAD.
Surga dan Neraka ditentukan oleh manusia ketika hidup di dunia, sesuai dengan apa yang dipertuhankannya/Itiqod/Tekad/Keyakinannya...
Syahadat ; ILMU - AMAL - PERKATAAN
Neraka : HAWA NAFSU
Surga : ILMU
ITIQOD/TEKAD
"DI DUNIA SEBAB AKIBAT, DI AKHIRAT SEBAB TEKAD"
QOLBU - adalah tempatnya SIFAT NUR ILMU RASULULLAH berfungsi sebagai penerang Alam Hati [Cahaya Iman] Jika Ilmunya yang di dapatkan dari Ilmu yang bersih dan suci, maka setitik Nur ini akan menjadi:
CAHAYA NUR [Rijalullah] Sifat Nur Ilmu ini bermuara menjadi Nur Darah Merah, Nur Darah Kuning, Nur Darah Putih, Nur Darah Hitam.
CAHAYA API [Rijalul 'Alam] yang terbuat dari api yang bersih, dari Raja Jann, rajanya para Jinn. Ilmunya di dapat dengan cara kotor [amalan junub] maka darah menjadi menjadi kotor.
NYAWA - adanya nyawa adalah ketika jasad bayi dari Alam Rahim lahir, dan kontak dengan Alam Dunia.
SIFAT FITRAH RUH berubah sifat menjadi ROH
[Wujud Rupa Jasad] Jasad yang terbuat dari Hakikat Adam,
SAEFI EMPAT :
Saripati Ruh Api
Saripati Ruh Air
Saripati Ruh Bumi
Saripati Ruh Angin.
__
Jutaan nyawa mati oleh API
Jutaan nyawa mati oleh ANGIN
Jutaan nyawa mati oleh BUMI
Jutaan nyawa mati oleh AIR
ketika beranjak dewasa jasad menjadi kotor, sedikit ataupun banyak, ada Roh - roh dari API - ANGIN - BUMI - AIR yang menumpang pada makanan, sehingga menjadi kotor dan masuk ke dalam tubuh, di cerna oleh tubuh menghasilkan darah, dalam peredaran darah inilah Roh - roh bersemayam, sehingga menimbulkan penyakit, jadi asal usul penyakit adalah dari makhluk atau dari Roh yang menumpang pada makanan.
Setiap perbuatan maksiat akan menjadi dosa. Setiap dosa manusia akan berpengaruh terhadap darah, karena darah adalah merupakan sebuah alam atau sebuah wadah.
Di sinilah manfaatnya Aqiqah, Qurban, Kifarat agar AQO'IDUL IMAN tidak belok ke kiri dan kanan
Allah ta'ala berfirman;
Daging - daging unta dan darahnya itu tidak akan dapat mencapai kepada Allah, tetapi ketakwaanmu yang dapat mencapainya.(Qs.Al Haj:37)
Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda ; "Dosa itu membekas di dalam Hati."(Al Hadits).
Proses Nabati dan Hewani + Ilmu di 7 turunan
Ex ; Habil dan Qobil > Faktor Genetik > HAWA NAFSU >
SIFAT BAIK dan SIFAT BURUK
Halal, Haram, Syubhat>>>Darah>>>Sifat>>>Akhlak.
Sifat Ilmu/sifat pekerjaan seseorang ketika di dunia, akan turun kepada keturunannya, Allah tidak akan menerima keburukan dan... sifat buruk itu akan kembali kepada keturunannya.
__
Ibnu Abbas Radhiallaahu'anhu ;
"Tidak ada dosa kecil kalau dilakukan terus menerus dan tidak ada dosa besar kalau dibarengi istighfar. Berkata pula seorang salaf, "Jangan engkau memandang kepada kecilnya dosa, namun lihatlah kepada siapa engkau bermaksiat."
__
"Karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali NAFSU yang diberi RAHMAT oleh Rabbku.”
[QS Yusuf: 53]
MADI - WODI - MANI - MANIKEM
Wujud jasmani manusia bakal rusak, tetapi RASA akan tetap ada, enak dan tidak enak, hanya alamnya akan berbeda, itulah sebabnya makhluk umurnya tidak sama, bukan kehendak Allah panjang dan pendeknya umur, tapi wadahnya yang tidak kuat, jadi suka cepat mengalami kematian. Pekerjaan dari Bapak dan Ibu, proses Nabati dan Hewani, halal dan haram, namanya Madi, Wodi, Mani, Manikem itulah yang kurang kuat, makanya cepat mati, wadahnya hidup, yang kurang kuat adalah MANI, sebab asal mani, dari gulungan darah, jika darah Ibu dan Bapak, di waktu tadi keluar, darah dalam keadaan tidak sehat, lagi ada penyakit, mani juga akan tidak sehat, tercampuri oleh penyakit, jadinya tetap jadi, tapi cepat lapuk, umurnya tidak akan bertahan lama, karena sudah keropos tadinya.
Darah harus jalan baik, proses Nabati dan Hewani yang halal agar menghasilkan keturunan yang halal, yang disebut :
WADI asalnya dari API menjadi DAGING
MADI asalnya dari ANGIN menjadi SUMSUM
MANI asalnya dari AIR menjadi TULANG
MANIKEM asalnya dari BUMI menjadi KULIT
Kemuliaan manusia terletak pada akalnya ;
Penghalang AKAL adalah Syaithan
Penghalang PIKIR adalah Jinn
Penghalang HATI adalah Iblis
Penghalang BAATHIN adalah Azazil/Idajil
Jika penghalangnya tidak bisa disingkirkan maka manusia akan bermartabat seperti hewan, hanya hawa nafsu buruk yang ada, kerjanya hanya makan, tidur, senggama, senang-senang, kemewahan, bermegah-megahan, menghamburkan usia dan waktu, hidupnya hanya untuk menanti ajal, tidak tahu asalnya dari mana, untuk apa dia ada di dunia, pulang mau kemana…
"Ada seseorang ketika hidup di dunia, dia banyak melakukan amalan Surga, tapi ujung-ujungnya masuk Neraka"
"Ada seseorang ketika hidup di dunia, dia banyak melakukan amalan Neraka, tapi ujung-ujungnya masuk Surga".
__
Dasar Ilmu adalah kesadaran diri...
Ma'rifat tertinggi adalah ketika manusia berani dan jujur untuk menelanjangi diri, menggali dosa, kesalahan dan kekurangan diri…
“ Ya ayyuhan nafsul muthmainnah irji'i ila robbiki rodhiyatam mardhiyyah “ [QS al-fajr:27-28]
“ WAHAI JIWA YANG TENANG, KEMBALILAH KEPADA ROBB-MU, DALAM KEADAAN RIDHO DAN DI RIDHOI ”.
.
__
Minggu, 28 Juni 2020
HAKIKAT SHOLAT
Maha benar Allah dengan segala FirmanNYA. "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat"(Q.S. Al-Baqarah :186)
Dia benar ada di atas
Maha Mengetahui, serta mewariskan diriNya dalam dada hambaNya
Seandainya si Hamba tidak Terkurung Jasad, tentu si hamba akan selalu putih dan suci. Karena si hamba terkurung jasad, maka wajib bagi hamba untuk dilekati berbagai kotoran, kerak dan segala sesuatu yang sifatnya melekat.
Itulah sebabnya Allah mewajibkan kita untuk "Sholat yang sejati"
Sholat yang tidak banyak dapat dikerjakan.
Sholat itu merupakan wilayah pencapaian tertinggi seorang hamba.
Sholat adalah perjalanan ruhani yang tinggi.. Ia berada di atasnya Cahaya, Rasa, juga segala Pemikiran, ia jauh melampaui semuanya itu.
Sholat adalah pengendapan rahsa untuk kemudian melesat melampaui Rahsa
melapaui pikir melampaui cahaya.
Maka benarlah jika baginda Nabi yang mulia saw bersabda, "Sholat itu adalah mi'rojnya seorang mukmin"
Demikian sangat benar juga firman Allah yang tertuang dalam al-Qur'an,
"Sesungguhnya Sholat itu berat, dan hanya sedikit dari hambaKU yang khusyu"
Mi'rojnya seorang mukmin adalah perjalanan pribadinya menuju ketinggian "Sang Pangeran Sejati" melampui wilayah kekuasaan juga singgasanaNya.
Pribadi yang pasrah yang dapat melewati berbagai bentuk tipu muslihat yang menggiurkan
Allahu......Akbar
Benarlah Dia yang Maha Luar Biasa
Tak Terbatas dan juga Maha Agung
Dia menitipkan sebagian diri dan kuasaNya pada manusia, yakni Allah berfirman "ketika sudah KU-tiupkan padanya Ruh-KU"
Ketika cahaya Luar biasa dariNya memancar dan menerpa BaitNya.
Yakni qolbu hambaNya yang mukmin
maka leburlah segala kerak dan kotoran yang melekat pada diri hambaNya.
Terbebaslah RuhNya dari BaitNya
kembali dengan penuh kepasrahan dan kerinduan..
Di sana semua saudara dan kekasih berkumpul, bukan kekasih duniawi, melainkan kekkasih ruhani dan juga kekasih sejati.
Kekasih ruhani kita adalah Rosululloh saw, dan kekasih sejati kita adalah Allah swt.
Saudara yang penuh kasih adalah mereka yang beriman kepada Allah dan RasulNYA.
Semoga bermanfaat
Assalamualaikum
Salam santun Rahayu 🙏🙏🙏❤️☕☕
Dia benar ada di atas
Maha Mengetahui, serta mewariskan diriNya dalam dada hambaNya
Seandainya si Hamba tidak Terkurung Jasad, tentu si hamba akan selalu putih dan suci. Karena si hamba terkurung jasad, maka wajib bagi hamba untuk dilekati berbagai kotoran, kerak dan segala sesuatu yang sifatnya melekat.
Itulah sebabnya Allah mewajibkan kita untuk "Sholat yang sejati"
Sholat yang tidak banyak dapat dikerjakan.
Sholat itu merupakan wilayah pencapaian tertinggi seorang hamba.
Sholat adalah perjalanan ruhani yang tinggi.. Ia berada di atasnya Cahaya, Rasa, juga segala Pemikiran, ia jauh melampaui semuanya itu.
Sholat adalah pengendapan rahsa untuk kemudian melesat melampaui Rahsa
melapaui pikir melampaui cahaya.
Maka benarlah jika baginda Nabi yang mulia saw bersabda, "Sholat itu adalah mi'rojnya seorang mukmin"
Demikian sangat benar juga firman Allah yang tertuang dalam al-Qur'an,
"Sesungguhnya Sholat itu berat, dan hanya sedikit dari hambaKU yang khusyu"
Mi'rojnya seorang mukmin adalah perjalanan pribadinya menuju ketinggian "Sang Pangeran Sejati" melampui wilayah kekuasaan juga singgasanaNya.
Pribadi yang pasrah yang dapat melewati berbagai bentuk tipu muslihat yang menggiurkan
Allahu......Akbar
Benarlah Dia yang Maha Luar Biasa
Tak Terbatas dan juga Maha Agung
Dia menitipkan sebagian diri dan kuasaNya pada manusia, yakni Allah berfirman "ketika sudah KU-tiupkan padanya Ruh-KU"
Ketika cahaya Luar biasa dariNya memancar dan menerpa BaitNya.
Yakni qolbu hambaNya yang mukmin
maka leburlah segala kerak dan kotoran yang melekat pada diri hambaNya.
Terbebaslah RuhNya dari BaitNya
kembali dengan penuh kepasrahan dan kerinduan..
Di sana semua saudara dan kekasih berkumpul, bukan kekasih duniawi, melainkan kekkasih ruhani dan juga kekasih sejati.
Kekasih ruhani kita adalah Rosululloh saw, dan kekasih sejati kita adalah Allah swt.
Saudara yang penuh kasih adalah mereka yang beriman kepada Allah dan RasulNYA.
Semoga bermanfaat
Assalamualaikum
Salam santun Rahayu 🙏🙏🙏❤️☕☕
Kamis, 25 Juni 2020
NAMA NAMA ALLAH
MENGENAL ASMA ALLAH
Nama ALLAH itu terkandung di dalam Al-Quran sebanyak 2696 kali.
Apa hikmah-nya yang bisa ambil..?
Mengapa begitu banyak nama Allah, bagi kita…?
"Wahai Hambaku janganlah kamu sekalian lupa kepada namaku"
Allah itu Nama-KU
Allah itu Dzat-KU
Tidak akan pernah bercerai, Nama-KU dan Dzat-KU itu.
Seluruh kitab-kitab yang ada… semua terhimpun dalam Al-Qur'annul Karim.
Rahasia Al-Qura'nnul Karim terletak pada kata ALLAH. Begitu pula dengan kalimah
"Laa Ilaha Ilallah",
Jika ditulis dalam Bahasa Arab ada 12 huruf,
Jika digugurkan 8 huruf pada awal kalimah yaitu : Laa Ilaha Illa
Maka akan tertinggal 4 huruf saja, yaitu : ALLAH.
Makna kata ALLAH itu adalah sebuah nama saja,
Sekalipun digugurkan satu persatu.. nilainya tidak akan pernah berkurang..,
Justru akan mengandung makna dan arti yang semakin mendalam..,
Dan..
Mengandung Rahasia Penting bagi kehidupan kita selaku umat manusia yang telah diciptakan oleh-Nya dalam bentuk yang paling sempurna.
ALLAH berhuruf dasar : Alif, Lam awal, Lam akhir dan Ha. Mari sama-sama kita lihat Ke-Sempurnaan-nya..
Coba-lah gugurkan huruf-nya satu persatu…
Gugurkan huruf pertamanya, yaitu huruf Alif,
Maka akan tersisa 3 huruf saja (Lam awal, Lam akhir dan Ha)
Bunyinya tidak ALLAH lagi, tetapi akan berbunyi LILLAH, Artinya :
Bagi Allah, dari Allah, kepada Allah-lah kembalinya segala makhluk.
Gugurkan huruf keduanya, yaitu huruf Lam awal,
Maka akan tersisa 2 huruf saja (Lam akhir dan Ha)
Bunyinya tidak LILLAH lagi, tetapi akan berbunyi LAHU.
Lahu Mafissamawati wal Ardi,
Artinya :
Bagi Allah segala apa saja yang ada pada 7 lapis langit dan 7 lapis bumi.
Gugurkan huruf ketiganya, yaitu huruf Lam akhir,
Maka akan tersisa 1 huruf saja (Ha) Dan bunyinya tidak LAHU lagi, tetapi HU,
Huwal haiyul qayum,
Artinya Dzat Allah yang hidup dan berdiri sendirinya.
Kata HU ringkasnya dari kata Huwa,
Sebenarnya setiap kata Huwa, artinya Dzat,
Misal-nya:
Qul Huwallahu Ahad.,
Artinya Dzat yang bersifat kesempurnaan yang dinamai Allah.
Yang dimaksud kata HU itu menjadi berbunyi AH, artinya Dzat.
Nafas kita yang keluar masuk semasa kita masih hidup ini berisi amal batin, yaitu HU, kembali napas turun di isi dengan kata ALLAH, ke bawah tiada berbatas dan ke atas tiada terhingga.
Perhatikan ini :
Pada kata ALLAH itu..
jika kita gugurkan Lam pertama dan Lam kedua-nya, maka tinggallah dua huruf yang awal dan huruf yang akhir (di pangkal dan di akhir), yaitu huruf ALIF dan huruf HA (dibaca AH).
Kata ini (AH) tidak dibaca lagi dengan nafas yang keluar masuk dan tidak dibaca lagi dengan nafas ke atas atau ke bawah tetapi hanya dibaca dengan TITIK.
Kata AH, jika dituliskan dengan huruf Arab, terdiri dua huruf, artinya dalam bahasa disebutkan INTAHA (Kesudahan dan keakhiran),
Seandai saja kita berjalan "mencari" ALLAH tentu akan ada per-mula-annya dan tentunya juga akan ada ke-sudahan-nya,akan tetapi kalau sudah sampai lafald Zikir AH, maka sampailah perjalanan itu ketujuan yang dimaksudkan.
(Sampai sini silahkan bertanya kepada guru kita masing-masing).
Selanjutnya…
Gugurkan Huruf Awalnya, yaitu huruf ALIF dan gugurkan huruf akhirnya yaitu huruf HA, Maka akan tersisa 2 huruf di tengahnya, yaitu huruf LAM awal (Lam Alif) dan huruf LAM akhir ( La Nafiah).
Maksud-nya :
Jika kita berkata LA (Tidak ada Tuhan),
ILLA (Ada Tuhan),
Nafi mengandung Isbat,
Isbat mengandung Nafi
Tiada bercerai atau terpisah Nafi dan Isbat itu.
Selanjutnya lagi…
Gugurkan huruf LAM akhir dan huruf HA,
Maka yang tertinggal juga dua huruf, yaitu huruf ALIF dan huruf LAM yang awal,
kedua huruf yang tertinggal itu dinamai Alif Lam La'tif dan kedua huruf itu menunjukkan Dzat Allah,
Maksud-nya :
Kata ALLAH bukan NAKIRAH, Kata Allah adalah MAKRIFAT, yakni Isyarat dari huruf ALIF dan LAM yang pertama pada awal kata ALLAH.
Gugurkan 3 huruf sekaligus, yaitu huruf LAM awal, LAM akhir dan HA,
Maka tinggallah huruf yang paling tunggal dari segala yang tunggal, yaitu huruf ALIF (Alif tunggal yang berdiri sendirinya).
Beri-lah tanda pada huruf Alif yang tunggal itu dengan tanda Atas, Bawah dan Depan, maka akan berbunyi : A. I. U.
Artinya setiap berbunyi A… I… U… maka di-paham-kan Ada Dzat Allah...
Assalamualaikum 🙏🙏🙏
Salam 🙏🙏🌹🌹🌹
Nama ALLAH itu terkandung di dalam Al-Quran sebanyak 2696 kali.
Apa hikmah-nya yang bisa ambil..?
Mengapa begitu banyak nama Allah, bagi kita…?
"Wahai Hambaku janganlah kamu sekalian lupa kepada namaku"
Allah itu Nama-KU
Allah itu Dzat-KU
Tidak akan pernah bercerai, Nama-KU dan Dzat-KU itu.
Seluruh kitab-kitab yang ada… semua terhimpun dalam Al-Qur'annul Karim.
Rahasia Al-Qura'nnul Karim terletak pada kata ALLAH. Begitu pula dengan kalimah
"Laa Ilaha Ilallah",
Jika ditulis dalam Bahasa Arab ada 12 huruf,
Jika digugurkan 8 huruf pada awal kalimah yaitu : Laa Ilaha Illa
Maka akan tertinggal 4 huruf saja, yaitu : ALLAH.
Makna kata ALLAH itu adalah sebuah nama saja,
Sekalipun digugurkan satu persatu.. nilainya tidak akan pernah berkurang..,
Justru akan mengandung makna dan arti yang semakin mendalam..,
Dan..
Mengandung Rahasia Penting bagi kehidupan kita selaku umat manusia yang telah diciptakan oleh-Nya dalam bentuk yang paling sempurna.
ALLAH berhuruf dasar : Alif, Lam awal, Lam akhir dan Ha. Mari sama-sama kita lihat Ke-Sempurnaan-nya..
Coba-lah gugurkan huruf-nya satu persatu…
Gugurkan huruf pertamanya, yaitu huruf Alif,
Maka akan tersisa 3 huruf saja (Lam awal, Lam akhir dan Ha)
Bunyinya tidak ALLAH lagi, tetapi akan berbunyi LILLAH, Artinya :
Bagi Allah, dari Allah, kepada Allah-lah kembalinya segala makhluk.
Gugurkan huruf keduanya, yaitu huruf Lam awal,
Maka akan tersisa 2 huruf saja (Lam akhir dan Ha)
Bunyinya tidak LILLAH lagi, tetapi akan berbunyi LAHU.
Lahu Mafissamawati wal Ardi,
Artinya :
Bagi Allah segala apa saja yang ada pada 7 lapis langit dan 7 lapis bumi.
Gugurkan huruf ketiganya, yaitu huruf Lam akhir,
Maka akan tersisa 1 huruf saja (Ha) Dan bunyinya tidak LAHU lagi, tetapi HU,
Huwal haiyul qayum,
Artinya Dzat Allah yang hidup dan berdiri sendirinya.
Kata HU ringkasnya dari kata Huwa,
Sebenarnya setiap kata Huwa, artinya Dzat,
Misal-nya:
Qul Huwallahu Ahad.,
Artinya Dzat yang bersifat kesempurnaan yang dinamai Allah.
Yang dimaksud kata HU itu menjadi berbunyi AH, artinya Dzat.
Nafas kita yang keluar masuk semasa kita masih hidup ini berisi amal batin, yaitu HU, kembali napas turun di isi dengan kata ALLAH, ke bawah tiada berbatas dan ke atas tiada terhingga.
Perhatikan ini :
Pada kata ALLAH itu..
jika kita gugurkan Lam pertama dan Lam kedua-nya, maka tinggallah dua huruf yang awal dan huruf yang akhir (di pangkal dan di akhir), yaitu huruf ALIF dan huruf HA (dibaca AH).
Kata ini (AH) tidak dibaca lagi dengan nafas yang keluar masuk dan tidak dibaca lagi dengan nafas ke atas atau ke bawah tetapi hanya dibaca dengan TITIK.
Kata AH, jika dituliskan dengan huruf Arab, terdiri dua huruf, artinya dalam bahasa disebutkan INTAHA (Kesudahan dan keakhiran),
Seandai saja kita berjalan "mencari" ALLAH tentu akan ada per-mula-annya dan tentunya juga akan ada ke-sudahan-nya,akan tetapi kalau sudah sampai lafald Zikir AH, maka sampailah perjalanan itu ketujuan yang dimaksudkan.
(Sampai sini silahkan bertanya kepada guru kita masing-masing).
Selanjutnya…
Gugurkan Huruf Awalnya, yaitu huruf ALIF dan gugurkan huruf akhirnya yaitu huruf HA, Maka akan tersisa 2 huruf di tengahnya, yaitu huruf LAM awal (Lam Alif) dan huruf LAM akhir ( La Nafiah).
Maksud-nya :
Jika kita berkata LA (Tidak ada Tuhan),
ILLA (Ada Tuhan),
Nafi mengandung Isbat,
Isbat mengandung Nafi
Tiada bercerai atau terpisah Nafi dan Isbat itu.
Selanjutnya lagi…
Gugurkan huruf LAM akhir dan huruf HA,
Maka yang tertinggal juga dua huruf, yaitu huruf ALIF dan huruf LAM yang awal,
kedua huruf yang tertinggal itu dinamai Alif Lam La'tif dan kedua huruf itu menunjukkan Dzat Allah,
Maksud-nya :
Kata ALLAH bukan NAKIRAH, Kata Allah adalah MAKRIFAT, yakni Isyarat dari huruf ALIF dan LAM yang pertama pada awal kata ALLAH.
Gugurkan 3 huruf sekaligus, yaitu huruf LAM awal, LAM akhir dan HA,
Maka tinggallah huruf yang paling tunggal dari segala yang tunggal, yaitu huruf ALIF (Alif tunggal yang berdiri sendirinya).
Beri-lah tanda pada huruf Alif yang tunggal itu dengan tanda Atas, Bawah dan Depan, maka akan berbunyi : A. I. U.
Artinya setiap berbunyi A… I… U… maka di-paham-kan Ada Dzat Allah...
Assalamualaikum 🙏🙏🙏
Salam 🙏🙏🌹🌹🌹
Selasa, 23 Juni 2020
TUMA'NINAH DI DALAM SHOLAT
WAJIB TUMA'NI'NAH KETIKA MELAKUKAN EMPAT RUKUN SOLAT..
ALLAHUMMA SOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD
Wajib bagi setiap muslim untuk khusu’ saat melaksanakan shalat. Salah satu cara agar shalat menjadi khusu’ adalah dengan tuma’ninah atau diam sejenak sebelum berpindah ke gerakan shalat selanjutnya.
Tuma’ninah merupakan salah satu hal yang sering kali secara tidak sadar terlewatkan dalam shalat, baik karena tergesa atau lain hal. Padahal tuma’ninah termasuk salah satu rukun shalat yang tidak boleh ditinggalkan.
Dalam kitab Al-Tahdzib fi Adillati Matnil Ghayah wat Taqrib, Mustthafa Daib Al-Bigha Al-Maidani Al-Dimasyqi Al-Syafi’I menjelaskan bahwa kewajiban melakukan tuma’ninah dalam shalat bersumber dari hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim berikut ini
عن أبي هريرة رضي الله عنه: أن رجلاً دخل المسجد ورسول الله جالس فيه فرد عليه السلام، ثم قال له: ارجع فصل فإنك لم تصل. فرجع فصلى كما صلى، ثم جاء فسلم علي النبي فرد عليه السلام ثم قال: ارجع فصل فإنك لم تصل، فرجع فصلى كما صلى، ثم جاء فسلم على النبي فرد عليه السلام، وقال: ارجع فصل فإنك لم تصل ثلاث مرات، فقال في الثالثة: والذي بعثك بالحق يا رسول الله ما أحسن غيره فعلمني. فقال : إذا قمت إلى الصلاة فكبر، ثم اقرأ ما تيسر معك من القرآن، ثم اركع حتى تطمئن راكعاً، ثم ارفع حتى تعتدل قائماً، ثم اسجد حتى تطمئن ساجداً، ثم اجلس حتى تطمئن جالساً، ثم اسجد حتى تطمئن ساجداً، وافعل ذلك في صلاتك كلها . متفق عليه
Dari sahabat Abu Hurairah ra., ‘Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masuk Masjid, lalu ada seorang laki-laki masuk kemudian ia shalat. Kemudian orang itu datang dan memberi salam kepada Rasulullah Saw. Lalu Rasulullah Saw. menjawab salamnya dan bersabda, “Kembali dan ulangilah shalatmu, karena kamu belum shalat (dengan shalat yang sah)!”
Baca Juga : Hukum Menggunakan Air Musta’mal untuk Bersuci
Lalu orang itu kembali dan mengulangi shalat seperti semula. Kemudian ia datang menghadap kepada Nabi Saw. sambil memberi salam kepada beliau. Maka Rasulullah Saw. bersabda: “Wa’alaikas Salaam” Kemudian beliau bersabda, “Kembali dan ulangilah shalatmu karena kamu belum shalat!”
Sehingga ia mengulang sampai tiga kali. Maka laki-laki itu berkata, “Demi Dzat yang mengutus anda dengan kebenaran, aku tidak bisa melakukan yang lebih baik dari shalat seperti ini, maka ajarilah aku.”
Beliau pun bersabda, “Jika kamu berdiri untuk shalat maka bertakbirlah, lalu bacalah ayat yang mudah dari Al Qur’an. Kemudian ruku’-lah hingga benar-benar thuma’ninah (tenang/mapan) dalam ruku’, lalu bangkitlah (dari rukuk) hingga kamu berdiri tegak (lurus), kemudian sujudlah sampai engkau thuma’ninah dalam sujud, lalu angkat (kepalamu) untuk duduk hingga thuma’ninah dalam keadaan dudukmu. Kemudian lakukanlah semua itu di seluruh shalat (rakaat) mu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Syaikh Salim bin Samir Al-Hadrami menyebutkan pengertian thuma’ninah dalam kitabnya Safinatun najah dengan redaksi berikut:
الطمأنينة هي : سكون بعد حركة بحيث يستقر كل عضو محله بقدر سبحان الله
Yang artinya; Tuma’ninah adalah diam sesudah gerakan sebelumnya, sekira-kira semua anggota badan tetap (tidak bergerak) dengan kadar waktu lamanya membaca bacaan tasbih (subhanallah).
Berdasarkan hadis di atas, para ahli fikih mencatat setidaknya ada empat rukun wajib tuma’ninah di dalamnya, yaitu (1) tuma’ninah ketika ruku’, (2) ketika i’tidal, (3) ketika sujud, (4) ketika duduk antara dua sujud. Jadi sebelum berpindah ke kegerakan selanjutnya, hendaknya orang yang shalat melakukan tuma’ninah atau diam sejenak kira-kira selama bacaan subhanallah.
Tuma’ninah harus dilakukan dengan benar, misalnya tuma’ninah saat sujud, Abu Abdillah Muhammad bin Qasim Al-Ghazi dalam Fathul Qarib mencontohkan bahwa tuma’ninah saat sujud tidak cukup hanya menyentuhkan kepala ke tempat sujud. Tapi harus dilakukan sekira beban kepala mengenai tempat sujud, jadi andai ada kapas di bawah kepalanya niscaya akan ada bekas tekanan. Wallahu’alam...
ALLAHUMMA SOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD
Wajib bagi setiap muslim untuk khusu’ saat melaksanakan shalat. Salah satu cara agar shalat menjadi khusu’ adalah dengan tuma’ninah atau diam sejenak sebelum berpindah ke gerakan shalat selanjutnya.
Tuma’ninah merupakan salah satu hal yang sering kali secara tidak sadar terlewatkan dalam shalat, baik karena tergesa atau lain hal. Padahal tuma’ninah termasuk salah satu rukun shalat yang tidak boleh ditinggalkan.
Dalam kitab Al-Tahdzib fi Adillati Matnil Ghayah wat Taqrib, Mustthafa Daib Al-Bigha Al-Maidani Al-Dimasyqi Al-Syafi’I menjelaskan bahwa kewajiban melakukan tuma’ninah dalam shalat bersumber dari hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim berikut ini
عن أبي هريرة رضي الله عنه: أن رجلاً دخل المسجد ورسول الله جالس فيه فرد عليه السلام، ثم قال له: ارجع فصل فإنك لم تصل. فرجع فصلى كما صلى، ثم جاء فسلم علي النبي فرد عليه السلام ثم قال: ارجع فصل فإنك لم تصل، فرجع فصلى كما صلى، ثم جاء فسلم على النبي فرد عليه السلام، وقال: ارجع فصل فإنك لم تصل ثلاث مرات، فقال في الثالثة: والذي بعثك بالحق يا رسول الله ما أحسن غيره فعلمني. فقال : إذا قمت إلى الصلاة فكبر، ثم اقرأ ما تيسر معك من القرآن، ثم اركع حتى تطمئن راكعاً، ثم ارفع حتى تعتدل قائماً، ثم اسجد حتى تطمئن ساجداً، ثم اجلس حتى تطمئن جالساً، ثم اسجد حتى تطمئن ساجداً، وافعل ذلك في صلاتك كلها . متفق عليه
Dari sahabat Abu Hurairah ra., ‘Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masuk Masjid, lalu ada seorang laki-laki masuk kemudian ia shalat. Kemudian orang itu datang dan memberi salam kepada Rasulullah Saw. Lalu Rasulullah Saw. menjawab salamnya dan bersabda, “Kembali dan ulangilah shalatmu, karena kamu belum shalat (dengan shalat yang sah)!”
Baca Juga : Hukum Menggunakan Air Musta’mal untuk Bersuci
Lalu orang itu kembali dan mengulangi shalat seperti semula. Kemudian ia datang menghadap kepada Nabi Saw. sambil memberi salam kepada beliau. Maka Rasulullah Saw. bersabda: “Wa’alaikas Salaam” Kemudian beliau bersabda, “Kembali dan ulangilah shalatmu karena kamu belum shalat!”
Sehingga ia mengulang sampai tiga kali. Maka laki-laki itu berkata, “Demi Dzat yang mengutus anda dengan kebenaran, aku tidak bisa melakukan yang lebih baik dari shalat seperti ini, maka ajarilah aku.”
Beliau pun bersabda, “Jika kamu berdiri untuk shalat maka bertakbirlah, lalu bacalah ayat yang mudah dari Al Qur’an. Kemudian ruku’-lah hingga benar-benar thuma’ninah (tenang/mapan) dalam ruku’, lalu bangkitlah (dari rukuk) hingga kamu berdiri tegak (lurus), kemudian sujudlah sampai engkau thuma’ninah dalam sujud, lalu angkat (kepalamu) untuk duduk hingga thuma’ninah dalam keadaan dudukmu. Kemudian lakukanlah semua itu di seluruh shalat (rakaat) mu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Syaikh Salim bin Samir Al-Hadrami menyebutkan pengertian thuma’ninah dalam kitabnya Safinatun najah dengan redaksi berikut:
الطمأنينة هي : سكون بعد حركة بحيث يستقر كل عضو محله بقدر سبحان الله
Yang artinya; Tuma’ninah adalah diam sesudah gerakan sebelumnya, sekira-kira semua anggota badan tetap (tidak bergerak) dengan kadar waktu lamanya membaca bacaan tasbih (subhanallah).
Berdasarkan hadis di atas, para ahli fikih mencatat setidaknya ada empat rukun wajib tuma’ninah di dalamnya, yaitu (1) tuma’ninah ketika ruku’, (2) ketika i’tidal, (3) ketika sujud, (4) ketika duduk antara dua sujud. Jadi sebelum berpindah ke kegerakan selanjutnya, hendaknya orang yang shalat melakukan tuma’ninah atau diam sejenak kira-kira selama bacaan subhanallah.
Tuma’ninah harus dilakukan dengan benar, misalnya tuma’ninah saat sujud, Abu Abdillah Muhammad bin Qasim Al-Ghazi dalam Fathul Qarib mencontohkan bahwa tuma’ninah saat sujud tidak cukup hanya menyentuhkan kepala ke tempat sujud. Tapi harus dilakukan sekira beban kepala mengenai tempat sujud, jadi andai ada kapas di bawah kepalanya niscaya akan ada bekas tekanan. Wallahu’alam...
Jumat, 19 Juni 2020
4 unsur di dalam tubuh
Di dalam tubuh manusia ada empat unsur yg meliputinya, ke empat unsur itu ialah, Af'al,Asma',Sifat, dan Zat.
yang mana ke empat unsur itu bersatu pada yang satu tetapi tidak menyatu.
untuk memahami antara bersatu dan menyatunya ke empat unsur itu, bisa kita contoh kan pada sebuah kain yang sudah terbentuk menjadi baju.
pada sebuah baju/pakaian yang setiap hari kita gunakan ini, apabila ingin kita pakai tentu kita memilih dulu mana yang bagus, yang indah di pandang dan nyaman di pakai.
secara Syariat benar, pada setiap pakaian memiliki berbagai macam bentuk dan corak, sehingga ketika akan di pakai maka akan kita pilih mana yang cocok dan bagus untuk kita.
tapi secara Hakikat, setiap pakaian yang kita pakai dan orang pakai pada dasarnya sama, bersumber dari sebuah kain.
untuk mengetahui asal mula nya kain itu, kita perlu mempelajari suatu ilmu, atau jalan yang di sebut Tharekat.
setelah kita ikuti jalan itu, maka kita akan mengetahui bahwa,pakaian yang indah dan bagus itu ternyata berasal dari kapas.
orang yang telah sampai pengetahuan nya dan meyakini bahwasanya setiap pakaian itu dari kapas, maka ia telah masuk tingkat Ma'rifat.
ini lah ke empat unsur yang akan kita bahas yang mana corak pada kain atau pakaian siap pakai adalah Af'al,kain yang belum berbentuk pakaian adalah Asma',sebelum menjadi kain dan masih berbentuk benang adalah Sifat,dan kapas yang merupakan asal mula dari ketiga bentuk, corak, kain, dan benang adalah Zat.
yang mana ke empat unsur itu bersatu pada yang satu tetapi tidak menyatu.
untuk memahami antara bersatu dan menyatunya ke empat unsur itu, bisa kita contoh kan pada sebuah kain yang sudah terbentuk menjadi baju.
pada sebuah baju/pakaian yang setiap hari kita gunakan ini, apabila ingin kita pakai tentu kita memilih dulu mana yang bagus, yang indah di pandang dan nyaman di pakai.
secara Syariat benar, pada setiap pakaian memiliki berbagai macam bentuk dan corak, sehingga ketika akan di pakai maka akan kita pilih mana yang cocok dan bagus untuk kita.
tapi secara Hakikat, setiap pakaian yang kita pakai dan orang pakai pada dasarnya sama, bersumber dari sebuah kain.
untuk mengetahui asal mula nya kain itu, kita perlu mempelajari suatu ilmu, atau jalan yang di sebut Tharekat.
setelah kita ikuti jalan itu, maka kita akan mengetahui bahwa,pakaian yang indah dan bagus itu ternyata berasal dari kapas.
orang yang telah sampai pengetahuan nya dan meyakini bahwasanya setiap pakaian itu dari kapas, maka ia telah masuk tingkat Ma'rifat.
ini lah ke empat unsur yang akan kita bahas yang mana corak pada kain atau pakaian siap pakai adalah Af'al,kain yang belum berbentuk pakaian adalah Asma',sebelum menjadi kain dan masih berbentuk benang adalah Sifat,dan kapas yang merupakan asal mula dari ketiga bentuk, corak, kain, dan benang adalah Zat.
Minggu, 14 Juni 2020
AWALUDDIN MA'RIFATULLAH
Awaluddin Ma'rifatullah, awal agama mengenal Allah.
Didalam beragama kita perlu tahu siapa tuhan kita, siapa yang kita sembah,dan apa yang di sembah.
jadi kita harus mengenal dulu sebelum menyembah, kenal akan kesempurnaannya, Af'al, asma', sifat, dan zatnya.
yang mana ke empat unsur itu berada pada yg satu namun tidak menyatu.
Allah itu jauh tidak berantara, dekat tidak bersentuhan, Allah tidak di langit dan juga tidak di bumi, melainkan meliputi seluruh alam.
Allah memiliki tempat namun tidak bertempat, Allah tidak bergerak dan tidak juga diam, karena Allah tidak sama dengan makhluknya yang memiliki tempat dan bertempat, yang selalu bergerak dan diam.
Allah itu maha besar, artinya tidak ada yg lebih besar dari Allah, baik itu yang di langit dan di bumi, semua makhluk nya berada di dalam genggamannya.
Rosulullah SAW, mengajarkan Tauhid kepada para sahabat selama tiga belas tahun,lalu beliau mengajarkan Sholat,puasa,zakat dan lain lain.
begitu lah yang di ajarkan Rosulullah, kita di wajib kan mengenal Allah terlebih dahulu untuk beribadah kepada Allah, tujuannya ialah agar kita tau apa yang kita sembah dan siapa yang kita semabah.
Ibadah Sholat lima waktu yang kita kerjakan setiap hari ialah untuk berjumpa dengan Allah,berdialog dengan Allah, bercakap cakap dengan Allah, berserah diri menghadap Allah.
QS Al-Baqarah : 115
وَلِلّٰهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَاَيْنَمَا تُوَلُّوْا فَثَمَّ وَجْهُ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.
bagi mereka yang belum mengenal Allah pasti tidak merasakan Allah ada di hadapannya, tidak merasakan Allah mengawasinya, tidak merasakan Allah memperhatikannya,
Allah berfirman di dalam Al-Qur'an
QS Al-Baqarah : 186
وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
orang orang yang tidak menikmati sholatnya, tidak merasakan Allah memperhatikannya,ciri ciri nya ialah sholatnya tergesa gesa, tidak mengingat Allah di dalam hatinya kecuali sedikit.orang yang seperti itu melakukan sholat hanya sebatas menunaikan kewajibannya saja, sholat nya dengan hawa nafsu,bukan dengan qalbunya.
sekian yg dapat saya sampaikan
wassalam...🙏🙏🙏
Langganan:
Postingan (Atom)
Tehnik Sholat Khusuk
TEHNIK SHOLAT HUSUK. Yang di sebut sholat adalah perjalanan Ruhani bertemu Allah, berarti Ruh inilah yang bisa menghadap dan bertemu Alla...