Selasa, 28 Desember 2021

Tehnik Sholat Khusuk

 TEHNIK SHOLAT HUSUK.

Yang di sebut sholat adalah perjalanan Ruhani bertemu 

Allah, berarti Ruh inilah yang bisa menghadap dan bertemu Allah, jika hanya jasadnya saja yang melakukan sholat tapi tidak mengenal siapa yang di hadap maka jelas ini akan tertolak.

Untuk mengenali Ruh perlu metode khusus yang harus di ketahui dan harus di praktekan secara istiqomah.
Metode apa yang perlu di pelajari.
Mari kaji bersama.

Allah memberi janji kepada calon jabang bayi agar dia selalu mengenali bahwa AKU ALLAH YANG MAHA ESA, perlu di mengerti yang di beri janji adalah RUH bukan jasad, jadi hal yang ini menjadi kunci untuk berproses menuju pemilik nama Allah.

TAHOLLI.
Dari umur akil baligh manusia mulai mengenal syahwat dunia, hatinya tertutupi oleh syahwat dunia sehingga dia lupa akan dirinya dan lupa akan Tuhannya,
Jiwanya terkendali oleh akal fikiran yang kita sebut sebagai nafsu, sehingga tidak bisa melihat Ruh dalam dirinya sebagai yang hidup, bentuknya adalah pengakuan-pengakuan diri yang merasa hidup, baik di dalam ibadahnya, sholatnya, pekerjaannya, ilmunya, hartanya dan lain sebagainya selalu di akui sebagai hasil dirinya sebagai mahluk.

TAHALLI.
Hati yang terbuka karena tergugah melalui kajian hakikat makrifat, ini menjadi sebuah jalan, cahaya hatinya mulai nampak bersinarnya dan mulai mengetahui sejatinya kehidupan adalah Allah sendiri yang berperan, dan di sini mulai dengan praktek atau amal mematikan diri yang sebenarnya tiada (mahluk) dan mulai berusaha masuk kedalam diri yang sebenar hidup (Allah), melalui dzikir SIRRUL ASROR, 
Lakukan dzikir ini tiap hari, agar bisa menjadi tiap waktu sampai menjadi tiap menit sampai tiap detik, rasakanlah bahwa di dalam diri ini hanya ada Allah yang menguasainya, geraknya anggota badan, nafas ini, detak jantung ini, aliran darah ini, murni Allah yang ada di dalam wadah yang bernama jasad ini, lakukan tanpa mulut dan hati mengucap apapun.

Ada 3 tahapan proses di dalam dzikir ini.

SUARUL BASIROH.
Nantinya diri ini akan merasakan bahwa Ruh ini sedang menghadap Allah dan sangat dekat sekali, ada yang menghadap dan ada yang di hadap.

AINUL BASIROH.
Dengan keistiqomahan menjalan dzikir ini, ahirnya kita sadar dan menyadari bahwa apa yang terjadi pada diri ini adalah Allah, mahluk menjadi FANA, artinya segala sifat mahluk telah mati karena menetahui bahwa mahluk/dunia bukanlah yang sebenarnya.

HAQQUL BASIROH.
Proses terahir, karena segala yang berhubungan dengan mahluk/dunia telah fana, maka di dalam hatinya MENYATAKAN HANYA ADA ALLAH YANG HIDUP MELIPUTI BAIK DI DALAM DIRI MAUPUN SEMESTA, dirinya sudah tidak di akuinya lagi.

TAJJALI.

Tajalli adalah menetapkan,
Seorang yang sudah kenal Tuhannya pasti di dalam segala tindakanya, aktifitasnya adalah murni tajalli.
Jika sudah murni ZDAT di dalamnya maka ketika jasad ini melakukan sholat pasti sudah tidak membawa sifat mahluk yang merasa melakukan sholat, sehingga RASA selalu menetapkan bahwa Allahlah yang berkuasa di dalam diri sehingga jasad bisa melakukan sholat, bisa bekerja, bisa berbuat baik.
RASA adalah IMAN dan IMAN adalag HIDUP, dan HIDUP itu yang kita sebut sebagai ALLAH.

Jika keadaan hati sudah seperti ini maka ketika mengerjakan sholat sudah pasti HUSUK, dan matinyapun sudah pasti KHUSNUL KHOTIMAH, dan pasti SELAMAT DUNIA AHIRAT.

Demikan.
Uraian ilmu ini untuk di amalkan/ di praktekan, bukan untuk di debat, terima silahkan tidak terima silahkan, konsekuensi kita tanggung sendiri2 manakala jasad mati.

Tidak menerima debat atau adu ilmu.
hakikat makrifat untuk di amalkan bukan untuk di sanggah atau di klarifikasi.

Mohon maaf.
Semoga bermanfaat.

Salam.

Jumat, 24 Desember 2021

Hakikat Hidup

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokhatuh.

Alhamdulillah pada kesempatan kali ini saya masih di beri kesempatan oleh Allah untuk menyampaikan sepatah dua patah kata kedalam bentuk tulisan blog ini, semoga apa yang saya sampaikan dapat di pahami teman teman sekalian,aamiin

Pandang yang 1 pada yang banyak, pandang yang banyak untuk yang 1.

Ketika memandang makhluk terpandang Allah, sesuai dengan dalil firman Allah "kemana kau memandang di situ ada aku".

Pada hakikat nya semua yang ada di dunia ini adalah fana, hanya zat Allah sajalah yang wujud.maka oleh sebab itu, ketika kita memandang sesuatu terpandang kepada zatnya.

Zat Allah meliputi seluruh alam, baik itu alam kandungan,alam dunia, alam kubur, alam ruh, alam akhirat dan alam alam lainnya.

Liputnya zat Allah tak terbatas ruang dan waktu, segala sesuatu yang ada di sesluruh alam terliputi oleh zatnya.

Dari pandangan makhluk Allah manusia, Allah itu jauhnya tak berentara/tak terbatas,dan dekatnya Allah tidak bersentuhan,karna pada hakikat zat Allah dan makhluk itu tidak dekat melainkan meliputi si makhluk luar ataupun dalam,zahir dan batin.

Cukup ini yang dapat saya sampaikan pada hari ini, lebih dan kurang saya mohon maaf karna saya pun masih belajar, butuh lebihbanyak bimbingan dan belajar lagi.

Wabillahi taufiq wal-hidayah...

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh.

🙏🙏🙏


Kamis, 02 Juli 2020

AWAL SEBELUM MA'RIFATULLAH

Bismillahirrahmanirrahim

MAKRIFATUN NAFS

Memahami ilmu Ma'rifatullah kita harus memulainya dari ma'rifatun nafs terlebih dahulu barulah naik ketingkat pemahaman ma'rifatullah, terkadang ada diantara kita ingin belajar ma'rifatullah tanpa memulai pemahaman terlebih dahulu tentang hakikat diri (ma'rifatun nafs) akhirnya dia tidak akan menemukan apa-apa kecuali kebingungan dan kerancuan dalam pikiran, mustahil ada seseorang bisa memahami ma'rifatullah sebelum memahami dirinya dalam tingkat Ma'rifatunnafs terlebih dahulu.

Firman Allah : "Ya muhammad kenalilah diri kamu sebelum engkau mengenali Aku dengan sebenar-benar mengenal diri. ya muhammad Aku jadikan baharu alam ini karena engkau dan Aku jadikan engkau karena Aku maka engkau inilah sebenar-benar Rahasia Aku"

Ma'rifatunnafs dan Ma'rifatullah dimulai dengan memahami sifat 20 yang ada pada haq Allah dan yang ada pada diri.

Sifat dua puluh bagi Allah :
-Sifat Nafsiah > Wujud
-Sifat Salbiah > Qidam, Baqa’, Mukhalafatulilhawadis, Qiyamuhu binafsihi, Wahdaniah.

-Sifat Ma’aniy > Qudrat, Iradat, Ilmu, Hayat, Sama’, Bashar, Kalam.

-Sifat Ma’nawiyah > Qodirun, Muridun, Alimun, Hayun, Sami’un, Bashirun, Mutakalimun.

*Ahdat itu ALLAH
(Dzat yang rahman dan rahim)

*Wahdat itu MUHAMMAD
(ruh idhafi)

*Wahidiat itu ADAM (jasad),

Hakekat Allah hidup tiada mati Hakekat Muhammad Haq diri Allah Hakekat Adam tiada diriku Allah yang ada.

Sifat dua puluh yang ada pada diri kita :
Wujud = Tubuh kita,
Qidam = Daging kita,
Baqa’ =Tulang kita,
Mukhalafatu lilhawadis = Urat kita,
Qiyamuhu Binafsihi = Dzat dan Sifat kita,
Wahdaniah = Hati kita,
Qudrat = Kaki kita,
Iradat = Sumsum kita,
Ilmu = Pengetahuan kita,
Hayat = Hidup kita,
Sama’ = Telinga kita,
Bashar = Mata kita,
Kalam = Lidah kita,
Qodirun = Sulbi kita,
Muridun = Otak kita,
Alimun = Jantung kita,
Hayyun = Darah kita yang hidup,
Sami’un = Empedu kita,
Bashirun = Limfa kita,
Mutakallimun = Lidah kita.

Sifat dua puluh menjadi Diri sebenarnya diri :
1) Wujud » jasad insan SifatKU menjadi tanggungan didalam dunia.
2) Qidam » Ruh Jasmani kulitKU meliputi sekalian alam.
3) Baqa' » Ruh Ruhani dagingKU tanggungan rahsia didalam diri.
4) Mukhallafatuhu Lil Hawadith } Ruh Nabati darahKU meliputi alam diri.
5) Binafsihi » Ruh Insani nafasKU jadi ucapan didalam diri.
6) Wahdaniat » Ruh Rabbani hatiKU jadi ilmu didalam diri.
7) Qudrat » Ruh Qudus urat putihKU yang tidak berdarah berjalan disetiap diri.
8) Iradat » Ruh Kahfi tulangKU asal jadi kekuatan alam sendiri.
9) Ilmu » Ruh Idhafi asal mula jadi nyata didalam cermin Haq diri.
10) Hayat » Ruh Nurani uratKU yg meliputi tubuh aku yang hidup sendiri.
11) Sama' » besi Kursani pendengaranku asal semula jadi sekalian alam diri.
12) Bashar » pancaran Manikam kalam AKU berkata-kata dengan sendiri.
13) Kalam » Ruh mutu Manikam menzahirkan perkataan diri di alam dunia.
14) Qadirun » Wujud Manikam tali RuhKU Kunhi Dzat dengan sifatKU.
15) Muridun » Ilmu Allah badanku asal mula jadi Kalimah didalam diri.
16) Alimun » Derajat Àllah kebesaranKU asal mula jadi duduk didalam otak yang putih.
17) Hayyun » suci kalimah AKU asal mula jadi alam diriku.
18) Samiun » Dzat Sifat Wahdah didalam kalimah iman diriku.
19) Bashirun » Rahsia nyawa dengan badan Wahidah bersama Dzat dan badan tidak bercerai dunia akhirat.
20) Mutakkalimun » Ghaib didalam ka'bah Arasy yang putih didalam kalimah Ma'rifatullah.

Jadi yang dikatakan "Rahasia Muhammad" itu yang sebenar-benarnya tiada lain daripada kezahiran Lima Sifat ALLAH yang dinamakan kalimah “QALA” yaitu ;
Wujud, Qidam, Baqa', Mukhallafatuhu Lil Hawadith, Qiyamuhu Ta'ala Binafsihi.

Dan yang dikatakan "Nyawa Muhammad" itu yang sebenar-benarnya tiada lain daripada kezahiran Enam Sifat ALLAH yang dinamakan kalimah “ILAHA“ yaitu ;
Sama', Bashar, Qalam, Sami'un, Bashirun, Mutakallimun.

Dan yang dikatakan "Hati Muhammad" itu yang sebenar-benarnya tiada lain daripada kezahiran Empat Sifat ALLAH yang dinamakan kalimah “ILLA“ yaitu ;
Qudrat, Iradat, Ilmu, Hayat.

Dan terakhir yang dikatakan "Tubuh Muhammad" itu yang sebenar-benarnya tiada lain daripada kezahiran Lima Sifat ALLAH yang dinamakan kalimah “ALLAH“ yaitu ;
Qadirun, Muridun, Alimun, Raji'un Wahdaniat.

Jadi inilah Tajalli Allah Ta’ala
(tempat Tuhan berkelakuan) pada Muhammad :

-Tajalli Hayat Allah kepada Ruh Muhammad maka Insan itu hidup dengan sendirinya..

-Tajalli Ilmu Allah kepada Hati Muhammad maka Insan itu tahu dengan sendirinya..

-Tajalli Qudrat Allah kepada Tulang Muhammad maka Insan itu kuasa dengan sendirinya..

-Tajalli Iradat Allah kepada Nafsu Muhammad maka Insan itu berkehendak dengan sendirinya..

-Tajalli Sama Allah kepada Telinga Muhammad maka insan itu mendengar dengan sendirinya..

-Tajalli Bashar Allah kepada Mata Muhammad maka Insan itu melihat dengan sendirinya..

Semoga bermanfaat..
Asalamualaikum
Salam santun Rahayu 🙏🙏🙏❤️☕☕

Rabu, 01 Juli 2020

JALAN MENUJU ALLAH

Alhamdulillah.....
Beruntunglah mereka yang sudah mendapatkan kunci-Nya dan sudah menemukan jalan-Nya.
"A-ku" hanyalah jalan dan jembatan yang harus dilalui atau engkau lebih memilih berputar arah karna takut dan was was.

Jalan-Ku jalan-mu berbeda tidak sama
Yang satu nyata yang lain tidak nyata
Untuk mendapatkan A-ku turutilah Jalan-Ku jangan jalan-mu
Jalan-mu jalan nyata
Jalan-Ku jalan rasa

Jika engkau tidak sanggup menurutkan jalan-Ku tentu kita tidak akan bertemu
Karena saat itu engkau kedalam "Aku" keluar...
Maka haluan harus ditukar untuk mendapatkan A-ku yang benar.

"Aku" adalah yang hidup yang tiada mati
"Aku" yang awal "Aku" pula yang akhir
"Aku" yang buka "Aku" pula penutup
"A-ku lah yang dekat tanpa sentuhan dan jauh tiada berjarak.
A-ku adalah isi.........................
Isinya...............Allah memberi

"Aku" hanyalah bagi orang yang berbadan
"Aku" hanyalah bagi orang-orang tertentu
Jika ada bagian tentu bertemu dengan ilmu pengetahuan-ku.
Semoga ijin, restu, ridho, berkah rohmat, rahmat, toufiq hidayah maqfiroh Nya senantiasa bagi njenengan semua penghuni grup "Al Haqqu Minallah"
Juga semoga kita semua ditunjuki kepada Cahaya-NYA dengan Cahaya-Nya

"Allah membimbing kepada Cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki-Nya.
Amiin Amiin ya Allah ya Rabbal alamiin.

Ya Mulya Allah...
Urug-urug Rasulullah
Clening Cahaya Allah
Cipta Allah Ingsun Allah

Asalamualaikum
Salam santun Rahayu 🙏🙏🙏❤️☕☕

Selasa, 30 Juni 2020

KANDUNGAN LA ILAHA ILLALLAH

KANDUNGAN KALIMAT
                          " لا اله الا الله "
LAA ILAHA ILLALLAHU
"""""""""""""""""""""""""""""""""""”"""""""""
                  دكوتيف اوليه :
           جعفر الدين الجيلان الصدق

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
      بسم الله الرحمن الرحيم
      لا إله إلا الله وحده لا شريك له
      محمد عبده و رسوله

                ******
Saudara-saudariku sekalian yang saya hormati 🙏🙏🙏 ......

Segala puji bagi الله، Tuhan semesta Alam...
Hari ini saya diberikan kesempatan oleh الله untuk menghirup udara dan diberi kesehatan Jasmani dan Ruhani, walau beberapa hari ini saya mengalami  hal keadaan tidak sehat, namun الله memberikan kesempatan untuk hidup .....
Ini semua atas doa kalian juga dan semoga الله memberikan umur panjang dan rezeki yang mudah serta dalam lindungan -Nya untuk Anda.
             امين اللهم امين .......

Baiklah ......
Hari ini Saya akan menjelaskan sesuai judul diatas.
Mengenai terhimpunnya semesta alam :
Awal - Akhir - Zahir dan Batin.
Yang terkandung didalam kalimat :  " لا إله إلا الله "

        Firman الله :

" Kepunyaan-Nya lah kerajaan langit dan bumi.
Dia- menghidupkan dan mematikan, dan Dia- Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu."
" Dia-lah yang Awal yang Akhir, yang Zahir dan yang Batin."
(QS. Al- Hadid : 2- 3)

              ********

Nama Ruh menurut pembagian derajat dalam situasi dan kondisinya :

          Pertama :

Pada derajat Dzat ....
Ruh itu bernama :
           " Arif "
Apabila Ruh mengenal tentang sesuatu.
Jika Ruh itu mengenal الله maka Ruh disebut :
        " Arif Billah "
Ruh itu bernama :
          " Iman "
Apabila Ruh mempercayai tentang sesuatu.

Pada derajat Dzat inilah perjalanan Ruh Anda itu sampai sebelum ia meninggalkan dunia ini. Supaya Ruh Anda itu Selamat, sebab الله berfirman :

" Hendaknya kamu menjadi orang yang Rabbani (yang Sempurna Ma'rifatnya Kepada الله ). Karena kamu mengajarkan Al- Kitab, dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya."
(QS. Ali - Imran : 79)

      Saudara-saudariku  ....
Tiada yang lebih mengenal yang mempercayai Diri-Nya selain Ruh kita itu sendiri.
" Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya.
Barangsiapa mengenal Tuhannya, maka tahulah a dirinya akan binasa (lenyap)."

Sesuai pula dengan ungkapan para sufi :

" Aku mengenal Tuhan-Ku melalui Tuhan-Ku dengan Rahmat-Nya."

                ******
               Kedua :

Pada derajat Sifat ......
Ruh itu bernama :
           " Ilmu "
Apabila Ruh itu mengetahui tentang sesuatu, Ruh bernama :
              " Akal "
Apabila Ruh dapat memikirkan tentang sesuatu.
  Ruh itu bernama :
       " Hidup (Nyawa) "
Apabila Ruh meliputi segenap tubuh.
Ruh itu bernama :
       " Nafsi (Jiwa) "
Apabila Ruh merasakan berprinsip tentang sesuatu.

               *******
              Ketiga :

Pada derajat Asma .....
Ruh itu bernama :
          " Qalbu (Hati) "
Apabila Ruh berkehendak akan sesuatu.
Ruh itu bernama :
          " Nafsu "
Apabila berkehendak itu lebih dalam melupakan keinginan yang sulit dibendung.
Dan Nafsu terbagi menjadi tiga :
- Nafsu Ammarah :
Yaitu Nafsu yang memiliki Cela menurut hukum Syara' Fiqih, Tashawuf (Akhlaq), dan Tauhid.

- Nafsu Lawwamah :
Yaitu, Nafsu yang memiliki keadaan bimbang dan keraguan, tidak memilki pendirian yang tetap terhadap kebenaran.

- Nafsu Muthmaiinah :
Nafsu yang diridhai الله yang berhukum pada hukum, pertama pada Tashawuf, berpegang pada Tauhid.
Itulah Nafsu yang memiliki ketenangan, tulus.
Nafsu inilah yang mendapat panggilan الله untu memasuki Surga nanti.
Dengan Firman الله :

" Hai Jiwa yang tenang kembalilah disisi Tuhan mu dengan Hati yang puas lagi diridhai-Nya."
Maka, masuklah kedalam Jama'ah hamba-hamba-Ku."
(QS. Al-Fair : 27-30)

               ********
             Ke-empat :

Ruh bernama Usaha apabila Ruh bisa berbuat akan sesuatu.
Ruh bernama ikhtiar ...
Apabila Ruh bisa memilih tentang sesuatu sebagai jalan kepada usaha.
Ruh itu bernama :
         " Nafas "
Apabila Ruh bertukar udara yang dihirup dan keluarnya melalui hidung.

Saudara-saudariku sekalian .........

Masih banyak lagi nama- nama Ruh menurut situasi dan kondisinya.
Tidak ada ruang diluar yang empat derajat tersebut. Maka :
Ruh itulah bermacam-macam.....
Tetapi Hakikatnya adalah :
           " Sifat الله "
Yang wadah Zahirnya 0ada seluruh benua yang hidup dan bernyawa.

Bisa saja sifat الله itu .....
Dicabut-Nya dari semua hamba, seperti " Maut "         
Jadilah tubuh Anda yang indah serta tampan itu yang berbangsa dan berbilang, menjadi Mayat yang terbujur kaku.
          Maka :
Yang Anda banggakan terhadap keindahan tubuh anda itu mana ?
Kesombongan yang terucap pada tubuh Anda itu mana ?

 Daripada itu ......
Sadarilah wahai saudara-saudaraku sekalian yang pecinta akan dunia dan hawa nafsu ........

Akhirat itu .....
Setiap detik ada dihadapan Anda ....
Tetapi sayang .....
Dunia mencengkram Anda terus diatas sehingga Anda tunduk padanya.
Sedangkan Akhirat itu .....
Sangat hampir kepada diri Anda setiap hari yang dipertemukan antara Ruhmu dengan jasadmu.
             Maka :
Bila Ruh itu terangkat dari tubuh Anda banggakan itu,             
         Itulah Akhirat.....
Dalam jarak seketika.

               *******
Luasnya dunia ini saudara-saudariku .......

Tidak lebih dari dua pelupuk mata Anda itu....
Apabila mata Anda itu Anda pejamkan, apakah Anda dapat melihat jelas. Maka : Hilanglah keindahan dunia itu

     Oleh karena itu ....
Gunakanlah kesempatan
Hidup Anda itu untuk mempersiapkan bekal menuju Akhirat yang abadi yang penuh Syahdu, sempurna.
Tidak pernah terlintas dikhayalan Fikiran kita.
Dan mustahil  dapat dikhayal-khayal.

Begitupun dengan azab betapa hebatnya siksaan bagi orang-orang  yang tidak mensyukuri Nikmat الله dengan perbuatan taat Zahir dan Batin sesuai dengan ajaran الله dan Rasul didalam Al-Qur'an dan hadits.

""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
Selanjutnya saudara-saudariku sekalian ........

Mari perhatikan sungguh-sungguh pembagian derajat sebagai berikut :
Renungkanlah dan fikirkanlah sedalam-dalamnya ....
Betapa Agung-Nya الله dalam segala yang diciptakan oleh-Nya dimuka bumi ini :

• keindahan الله (Sifat Jamal الله).
Itulah tubuh kita yang Zahir ini.
• Kesempurnaan (Sifat Kamal الله).
Itulah pada Hati kita atau hatinya orang Mukmin.
• Kebesaran الله (Sifat Jalal الله).
Itulah terletak pada Ruh kita atau sekalian ruh manusia.

Ketiga ini saudara-saudariku .....

Diatur dengan ilmu syariat, hakikat, dan tauhid.
Perhatikan dengan sungguh-sungguh pembagian empat derajat itu, dimana tiap-tiap urutan  yakni derajat Af'al berdiri pada derajat Asma.
Dan derajat Asma berdiri pada derajat sifat.
Derajat sifat berdiri pada derajat Dzat.

Dan meng-Esakan ke-empatnya itu adalah  :
Untuk menghapuskan segala kesyirikan yang selalu disebabkan oleh :
         " Ke- Aku-an  "
 Padahal kita tidak memiliki apa-apa.
Dan kembalikanlah segala sesuatu itu dari keakuan Anda kepada Ke-Akuan-Nya الله Yang Maha Suci yang tidak ada bercampur dengan unsur-unsur apapun itu.

              ******
Saudara-saudariku sekalian .....
Perhatian daftar berikut dibawah ini :

           Keterangan :

      (1). ke-Esaan الله :

(a)- Derajat Dzat :
       Diri Sebenar Diri.
           (Ma'rifat)
         Kalam-Nya. :
           " LAA : لا "
                 •
          Sifat-Nya :

Wujud - Qidam- Baqa'- Mukhalafatuhu Lil Hawadits - Qiyamuhu Bi-Nafsih.

(b)- Derajat Sifat :
         Kelakuan.
         (Hakikat )
        Kalam-Nya :
     " ILAAHA : اله "
                 •
          Sifat-Nya :

Sama'- Bashar - Kalam - Saami'un - Baashirun - Mutakallimun.

(c)- Derajat Asma :
           Nama
        (Thariqat)
        Kalam-Nya :
        " ILLAA : الا "
                 •
          Sifat-Nya :

'Aalimun - Hayyun - Qaadirun - Muuridun.

(d)-  Derajat Af'al :
         Perbuatan.
          (Syari'at)
         Kalam- Nya :
         " ALLAH : الله "

             *******
     (2). Nabi Muhammad
      Dengan Rahmat-Nya :

      Batin Muhammad
           " Rabbani "

      Awal Muhammad
           " Nurani "

      Akhir Muhammad
          " Ruhani "

      Zahir Muhammad
          1" Insani '

     (QS. Ali Imran : 79)

                *****
       (3)-  Sifat Nabi :

      Shidiq : Nabi
     Amanah :. Muhammad
     Tabligh : Musthafa.
    Fathanah : Rasululllah.

      Tempat sifat :

            Nabi :
     Wadah Wahyu.

       Muhammad :
      Yang memuji.

        Musthafa :
Pangkat yang tertinggi.

        Rasulullah :
Pekerjaan yang mulia.

               ******
       (4). Sahabat Nabi :

- Abu Bakar ra.
- Umar bin Khattab ra.
- Utsman bin Affan ra.
- Ali bin Abi Thalib kw.

              ******
         (5). Lembaga dan unsur Adam manusia.

             🔥 Api :
        Menjadi darah.
        Diri Sebenar Diri.
            (Dzat الله)
               Sir الله.
                     
                 Angin :
           Menjadi urat.
            Diri terperi.
             (Asma الله)
                 Qalbu.

                   Air :
        Menjadi tulang.         
          Diri terbagai.
            (Sifat الله)
                 Ruh.

               Tanah :
        Menjadi daging.
     Diri Tajalli/ tersusun
            (Af'al الله)
               Tubuh.

               *******
   (6). Malaikat yang 10 

Malaikat Jibril.
Malaikat Mikail.
Malaikat Izrail.
Malaikat Israfil.
Malaikat Raqib.
Malaikat Atid.
Malaikat Munkar.
Malaikat Nakir.
Malaikat Malik.
Malaikat Ridwan.

              *******
  (7). Kitab الله yang Wajib di imani.

Al- Qur'an : Muhammad.
Injil.           : Isa.
Zabur.       : Daud.
Taurat.      : Musa.

""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""

Kelanjutan kajian ini saya lanjutkan, Semoga bermanfaat ilmu Al- Hikmah ini.

(8). Ilmu Islam yang wajib juga bagi orang Mukallaf

        - Ilmu Hikmah :
              Ma'rifat
Pakaian lengkap seorang mukmin.

        - Ilmu Tauhid :
              Hakikat
          Pakaian Ruh.

       -  Ilmu Thariqat :
             Tashawuf
          Pakaian Hati.

       - Ilmu Fiqih :
           Syari'at
     Pakaian Jasmani.

               *****
 (9). Gerakan dalam shalat

        Berdiri shalat :
          Sifat 🔥 api.

    Sujud didalam shalat :
             Sifat Air.

    Ruku' didalam shalat :
           Sifat Angin.

   Duduk didalam shalat :
           Sifat tanah.

               *****
(10). Mazhab para Imam :

Imam Maliki.
Iman Hambali.
Imam Hanafi.
Imam Syafi'i.

              *****
(11).  Rukun pujian :

Puji Qadim bagi Qadim.
Puji الله kepada Hamba.
Puji Hamba kepada الله.
Puji Hamba pada Hamba.

                 ****
(12). Hukum dalam Islam :

Wajib.          . Harus.
Sunat           . Sah.
Halal.           . Makruh.
Haram.        . Batal.

               *****
(13). Derajat Haji :

Ahad.        . Kamis. 
Senin.       . Jum'at.     
Selasa.     . Sabtu.
Rabu.

              *****
(14). Derajat Makhkuq :

Manusia.     . Hewan.
Malaikat.     . Tumbuhan.
Jin (Iblis).

               *****
(15). Alam Semesta :

Matahari.    . Planet-planet.
Bulan.          . Bumi.
Bintang.

               *****
(16).  Pekerjaan jin dan Manusia :

Surga : Pahala.
Neraka : Dosa.

               ****
(17). Kelakuan Ruh menurut situasi dan kondisi :

Arif.       . Hidup (Nyawa).
Iman.    . Jiwa (Nafsi).
Ilmu.     . Qalbu (Hati).
Akal.     . Nafsu (Syahwat)
Usaha.
Ikhtiar.
Nafas.

                 ******
(18). Nama Ruh:

Ruhul Amar.
Ruhul Quds.
Ruhul Amin.
Ruhul Idhafi.
Ruhul Hayat.
Ruhul Sulthan.
Dan lain-lain .........

               ****
(19).  Alam Ghaib :

Alam Lahut.
Alam Malakut.
Alam Jabarud.
Alam Nasut.
Dan lain-lain.

                 ****
(20). Manusia Abdi الله :

         Para Rasul.
         Para Nabi.
         Para Wali.

       Ahli Hakikat :

Qadiriyah.
Naqshabandiyah.
Sadziliyah.
Dan lain-lain.

        Ahli Thariqat :

Halus Sunnah.

       Ahli Syari'at :

Qadiriyah.
Naqshabandiyah.
Sadziliyah.

                   *****
(21). Agama di dunia :

- Islami (Samawi)
- Nashrani (Samawi).
- Hindu dan Budha (agama  dunia).
Yahudi (Samawi).

                *****
(22).    Mata Angin :

Angin Utara.
Angin Timur.
Angin Selatan.
Angin Barat.

                *****
(23). Situasi hari dan waktu :

Siang : Zuhur.
           : Ashar.
Sore   : Maghrib.
Malam : Isya'.
Pagi     :  Subuh.

                 ****
(24).    Benua :

Asia.     . Amerika.  . Afrika.
Eropa.   . Australia.

               *****
(25).  Rukun Iman enam perkara, dan tingkat Iman yaitu :
- Tingkat : Iman Kamil.
- Tingkat : Haqqul Yaqin.
- Tingkat : 'Ainul Yaqin.
- Tingkat : 'Ilmul  Yaqin.
- Iman Taqlid.
- Iman Dalil.

               *****
(26). Kekuasaan الله :

'Arsy.   Kursi.
Luh.     Mahfuzh.

               ****
(27). Rukun Islam lima perkara :

              ****
(28). Ketentuan yang telah ditetapkan :

Langkah.   Pertemuan.
Rezeki.       Maut.

               ****
(29).  Masjid الله :

Masjid Al- Harami.
Masjid Nabawi.
Masjid Al- Aqsha.
Masjid-masjid didunia.

              ****
(30). Pemerintahan langit dan bumi dalam enam masa :

•  Perintahan الله
    (masa ajal).
• pemerintahan Malaikat
    (Masa Shuluhi Qadim)
• Pemerintahan para Rasul.
    (Masa Tanzizi Qadim)
• Perintahan para Raja :
Sulthan - Kaisar
 (Masa Tanzizi Muhaddas)
• Pemerintahan rakyat biasa dizaman ini/demokrasi
(Alam barzakh, alam Misal)
• Kembali'Kepada الله setelah kiamat hampir dan seterusnya setelah hari berbangkit.

               *****
(31). Ukuran Arah :

Atas.         Kiri.
Bawah.     Kanan.

               ****
(32).Ukuran umur/volume :

Besar.     Muda.
Tua.         Kecil.

              ****
(33). Hakikat Ilmu :

- Maha 'Alim.      - Ulama.
- Ilmu.                  - Alam.

             ****
(34). Keadaan Jiwa manusia :

- Hidup.        - Sadar.     
- Pingsan.    - Mati.

                 ****
(35).   Jenis kelamin :

Tidak berjenis.
Khunsa.
Laki-laki.
Perempuan.

            ****
(36). Sebutan untuk dzikir :

             Hu....
            (Sir)
       Allah - Hu..
          (Ruh)
     Allah - Allah.
         (Qalbu)
Laa Ilaaha Illallaahu
         (lisan).

              ****
(37). Unsur perpaduan manusia :

Tali Nyawa yang Maha Halus bergantung kepada Dzat- الله.
Ruh yang meliputi segenap tubuh.
Qalbu (Hati/jantung) yang mengalirkan darah keseluruh tubuh (jasad) yang terdiri empat unsur.

              ****
(38).  Dasar hukum dan Ilmu Islam :

Al- Qur'an :
(Firman الله).

Hadits :
(Perkataan Rasul - Perbuatan Rasul - Diamnya Rasul.

Ijma' :
(Mufakat para Ulama).

Qiyas :
(Menurut Alam dan lingkungannya).

              ****
(39). Jenis Hewan :

Terbang di udara.
Hidup di air.
Hidup di air dan di darat.
Hidup di darat.

                 ****
(40). Jenis Tumbuhan :

Benalu.
Tumbuhan Air.
Tumbuhan di air dan di darat.
Tumbuhan di darat.

(41). Dan banyak lagi.

              ****
Nah saudara-saudariku Sekalian yang dirahmati ....

Bila kita rajin meneliti dan meriset seluruh makhluq dan benda-benda tersebut menurut jenis dan genetiknya .....
Tidak lebih hanya akan termasuk kedalam empat derajat tersebut.
Dimana Derajat Af'al berdiri kepada Asma.
Asma berdiri kepada Sifat.. dan sifat berdiri kepada Dzat.
          Maka  :
Dzat الله itulah Sumber yang ada ini terkandung di dalam kalimatt :
                    " لا إله إلا الله "
Derajat yang satu menjadi jembatan kepada derajat yang lainnya.

" Barangsiapa yang mengakui salah satu Derajat diantara orang yang mengaku Islam ...
            Maka :
     " Binasalah ia "

              ********
Kita Ambil misal saja ......

Syari'at itu tidak akan dapat berdiri sendiri atau melangkahi Thariqat untuk sampai kepada Hakikat. Apalagi mau langsung kepada ilmu Ma'rifat.
Masuk jurang kalian itu..... 
           Sebab :
Thariqat itu adalah jalan amal, antara lain

(1)-  Berdzikir kepada الله
Dan orang yang berdzikir itu disebut الله، laki-laki yang sesungguhnya dengan dalil firman الله :

" Laki-laki yang tidak di lalaikan oleh perniagaan. Dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat الله.
Dan (dari) mendirikan shalat, mengeluarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (dihari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang."
(QS. An-Nur : 37)

(2)-  Mendirikan shalat :
Dan bila diketahui...
Jadilah hendaknya Shalat-Daim (shalat yang berterusan).

(3)- Melakukan Puasa.
Baik yang wajib maupun yang Sunat.

(4)- Membayar Zakat.
Bagi orang yang mencukupi Nisabnya.

(5)- Menunaikan ibadah haji dan sadaqah, amal jariyah dan segala kebaikan.
Seluruhnya itu adalah :
" Thariqat sebagai jalan untuk kembali kepada الله."

             ******

Ketahulah Anda ......

Sebanyak derajat Syari'at ...
Sebanyak itu pula Hakikat dan Ma'rifat.
Dan jikalau Thariqat itu dikatakan bid'ah ......
Dan setiap bid'ah itu adalah sesat ....
Dan sesat itu tempatnya :
  " Neraka  (Fin - Nar "
            Maka :
Cobalah Anda hapuskan Kalam : Illaa - الا dari kalimat :
Laa Ilaaha Illaa- llaahu - لا إله إلا الله ........
Dan menjadi :
Laa Ilaaha-llaahu - لا إله الله.

" Syahadat Tauhid siapakah yang berbunyi seperti itu ????"
Selain orang yang tidak jeli otaknya itu ............
Bahkan mereka itu akan membunuh para ulama الله secara tidak langsung.
          Karena :
Jalur ulama  yang sebenarnya adalah  :
Pada jalur Thariqat.
Dan seluruh terhimpun pada jalur itu akan tidak diakui- apabila Thariqat yang menjadi jantung dan rajanya Ilmu Islam yang tinggi itu dirusak oleh Ummat Islam yang hanya cuma Mengetahui tentang yang Zahir saja yang berhubungan dengan Alam kebendaan.

Jika Yahudi bertuhankan materi ......
Nasrani bertuhankan Ruh dan Aliran kepercayaan bertuhankan hati ..
Marilah ummat Islam kembali bertuhankan Dzat الله yang Wajibul Wujud adanya, dan Maha Suci dari sesuatu unsur atau Jauhar. Itulah dikatakan kebenaran yang Haq...
Jangan ikuti pengaruh kebudayaan barat yang telah menyusup Islam itu dari segala aspek kehidupan kita.

Empat derajat itulah sesunggguhnya :
" Rahasia lambang khataman Nubuwah "
Yang berada diantara urat belikat kiri Baginda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam ....
Untuk menyingkap :
" Tabir Rahasia Tauhid "
Yang menjadi Rahmat sekalian Alam ini .......
Baik pembangunan duniawi dan ukhrawi sebagai berikut :

Mashurun/     \Haitsu Syita
Fa-Innaka/       \Tawajjahu
               /Allahu \
             /Wahdahu\
      / Laa Syarika Lahu \
    /Muhammad Abduhu \
  /        Wa Rasuuluhu        \

HAKIKAT MUHAMMAD

حقيقت محمد صلي الله عليه و سلم
      HAKIKAT MUHAMMAD
"""""""”""""""""""""""""""""""""""""""""""""
                    دكوتيف اوليه :
            جعفر الدين الجيلان الصدق

              *******
السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
بسم الله الرحمن الرحيم. .....

Saudara - saudariku hamba الله yang di muliakan....

Maaf.. dalam beberapa hari ini saya tidak online di media saya, karena saya banyak urusan dalam tugas saya mengajar. Dan hari ini saya kembali bersua kepada Anda tuk menyampaikan suatu ilmu yang bermanfaat untuk kita semua...
Nah... Hari ini saya menguraikan sedikit, mungkin juga agak panjang kutipan dari saya ini, supaya kita dapat memahami makna hakikat sebenar Muhammad....
Mari kita menyimak bersama- sama ..

Saudara - saudariku sekalian...

Ketahuilah... Bahwa Dzat الله, memanifestasikan atau menyatakan Diri- Nya sebagai Nur...
Utusan-Nya sebagai Nur...
Kitab-Nya (Al- Qur--an) sebagai Nur...
Agama- Nya (Islam)  sebagai Nur...
Ilmu- Nya sebagai Nur...
Iman dan Ihsan sebagai Nur...

Oleh sebab itu,  wajar bila Al-Hallaj mengajukan konsep tentang Nur Muhammad sebagai penciptaan awal dari segala macam ciptaan Allah, jauh sebelum teori big bang muncul.
Seperti halnya Al- Ashari, maka Al- Hallaj pun mendapat banyak tantangan dari para ulama lainnya. Sehingga beliau (Al- Hallaj)  mengalami nasib yang sangat tragis.


                *****
Saudara - saudariku...

Sebaiknya kita tidak usah membahas dan mendebatkan hal kedua konsepsi tersebut, karena masalah keyakinan tidak bisa kita paksakan.
Tergantung kepada diri kita masing - masing.
Kedua konsep itu,  hanyalah sekedar kerangka teoritis untuk memudahkan pemahaman kita akan keberadaan "Dzat Laisya Kamitslihi Syai-un ".

Sesungguhnya...
Maha Suci  الله dari segala macam perumpamaan.....
Nur Muhammad dianggap  sebagai kesadaran kosmik (Sir), sebab, di dalam Sir ada " Aku "
Merupakan sumber asli dari semua pernyataan Diri dalam rincian- Nya. Mulai dari Wahdah hingga ke Wahidiah, hakikat Insan, Insan Kamil sampai menjadi debu...
Hadits Rasulullah saw :

1- Aku berasal dari cahaya الله, dan seluruh alam semesta berasal dari cahayaku.

2- Aku adalah bapak dari segala Ruh, dan Adam adalah bapak dari segala jasad.
_________________________

Sebagai barakah Suci yang memberi Rahmat kepada seluruh alam semesta... Maka hakikat Muhammad adalah lebih berhak untuk mendapat gelar " Juru Selamat "daripada Nabi- Nabi lainnya yang hanya sekedar diutus untuk suatu kaum saja yakni, Bani Israil. Bukan untuk bangsa Indonesia atau untuk bangsa- bangsa lain.

Setiap firman الله yang di sampaikan oleh Rasulullah Saw, tidak di tujukan hanya satu kaum, tetapi berlaku umum dengan seruan sebagai berikut :
 " Hai manusia atau hai orang- orang yang beriman atau hai Bani Adam, hai orang-  orang kafir."
_________________________

Berarti, Wahyu Islam atau firman الله yang di sampaikan oleh Rasulullah, tidak hanya bagi yang muslim saja. Tetapi sebenarnya adalah ditujukan untuk seluruh umat manusia di dunia.
Lalu Wahyu Islami juga tidak pernah mengajarkan hal dosa waris, dan tidak pernah mengajarkan bahwa dosa seseorang bisa ditanggung oleh orang lain. Setiap orang hanya menanggung dosanya masing - masing.

" katakanlah : " Bagiku amal ku dan bagimu amalmu. Kamu tiada bertanggung jawab  atas apa yang aku lakukan dan aku tiada bertanggung jawab  atas  apa yang kamu lakukan."
(QS. Yunus 10 : 41)

" Barangsiapa yang melakukan kebaikan sebesar debu, niscaya akan di lihatnya balasan dari kebaikan itu. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan, niscaya akan di lihatnya balasan dari kejahatan itu."
( QS. Az- Zilzal 99 : 7- 8)

                *****
Sebagai barakah Suci, maka  Hakikat Muhammad, mencakup semua Asma Dzat kecuali, Asma Hadi. Sementara Asma kebaikan dari pertentangannya di cakup oleh iblis, kecuali Asma Mudzil (yang menyesatkan.
Semua makhluk sangat tergantung kepada Allah Yang Maha Meliputi segala  sesuatu ...
Bila seseorang telah diberi petunjuk الله, maka iblis pun tak akan bisa menyesatkannya .
Begitu juga sebaliknya, ...
Bila seseorang disesatkan الله, Rasulullah pun tak akan bisa meluruskannya , kehendak الله juga yang belaku.


                ****
HAKIKAT MUHAMMAD MEMILIKI DUA ASPEK

1 - Aspek Internal ( batin).

Sebagai Nur merupakan realisasi (manifestasi) Diri Dzat yang menerangi benda - benda  lain (Sifat Jamal).
Mula - mula الله menjadikan alam semesta ini dalam kegelapan (Sifat Jalal) :

ان الله خلق الخلقا في الظلومتن

INNALLAAHA KHALAQAL KHALQA  FIZH ZHULUUMATIN.

Kemudian diterangi oleh Nur Muhammad :

من الظلومت الى النور

MINAZH ZHULUUMATI ILAN NUURI.

Dari gelap menjadi terang. Tuhan akan membimbing  Cahaya- Nya kepada Cahaya- Nya.

                *****
Saudara - saudariku....

Dalam kehidupan sehari - hari , yang pertama kali  kita rasakan adalah  adanya cahaya. Lalu benda- benda ,bentuk- bentuk Zahir, semua  yang ada di dunia ini bisa terlihat  dengan jelas.

2- Aspek Eksternal (Zahir).

1.  adalah Muhammad yang di ciptakan sebagai  Insan, sebagai hamba dan utusan Allah ('Abduhu wa Rasuuluh)
Sebagai Insan, jasmani Muhammad  adalah realitas kemanusiaan (hakikat Insaniah).

2.  Kemudian...  Sebagai Ruuhi Azzaam yakni :
Ruh Muhammad yang di ciptakan  dari Nur Muhammad, hingga ke Insan Kamil. Sabda Rasulullah Saw.
" Yang pertama kali di ciptakan Allah adalah akal dan cahayaku." 

                 *****
Nah saudara- saudariku sekalian....

Untuk melanjutkan pemahaman Hakikat Nur Muhammad, telah saya jelaskan yang terdahulu...
Dan semoga kutipan ini yang saya jelaskan di atas, dapatlah Anda renungkan...
Dan untuk selanjut kajiannya ini, nanti Insya Allah saya sambungkan tetapi mengenai Tajalli atau pemunculan/menampakkan.
Lebih dan terkurang dari saya. Dan saya mohon di maafkan jika penguraian di atas tidak sesuai pengetahuan Anda yang  pelajari. Tetapi tujuannya ialah mencari kebenaran hakiki. tergantung pada keyakinan kita dalam belajar ilmu yang kita dapati dari Mursyid.
Perbedaan itu sangat indah jika dibarengi dengan duduk bersama tuk mencari solusi yang tepat dan sahih. Bukan dengan mengatakan ajaran sesat. Sebab ilmu Allah itu luas, seluas lautan khafiyyah.
Aamiin......

Akhirul Kalam ;

              امين اللهم امين
                    والسلام

                   فنوليس :  ✍️
         جعفر الدين الجيلان الصدق

SEDIKIT KISAH IMAM HAMBALI

Suatu ketika pernah Imam Ahmad bin Hanbali ini mendatangi Sayyidah Nafisah untuk me minta doa. Sejak itu, rumah Sayyidah Nafisah kerap didatangi tamu dengan tujuan yang beragam. Dari minta diajarkan ilmu agama hingga minta didoakan layaknya Imam Ahmad bin Hanbali.

Jelang wafat, Sayidah Nafisah meninggal dalam ketaatan kepada Allah. Betapa tidak? Beliau meninggal dalam kondisi berpuasa dan tengah melantunkan Al qur an surah al-An'am ayat 127.
Kebesaran peran Imam Syafi'i ternyata tak terlepas dari sosok perempuan yang tak lelah mendidik dan mengajari beliau, yakni Nafisah binti Hasan bin Zaid bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib.
Dari namanya telah jelas di kenal bahwa guru Imam Syafi'i ini merupakan salah satu keturunan Rasulullah SAW. Nafisah lahir di Makkah pada 145 Hijriyah. Ayahnya merupakan seorang gubernur Madinah pada masa Khalifah Ja'far al-Manshur sehingga beliau tumbuh dan berkembang serta menghabiskan banyak waktunya di Madinah.
Usai menikah dengan Ishaq al- Mu'tamin bin Imam Ja'far as- Shadiq pada 135 Hijriyah, Sayyidah Nafisah memutuskan pindah ke Mesir bersama suami dan ayahnya. Kepindahan Sayyidah Nafisah beserta keluarga mendapatkan respons positif dari penduduk Mesir kala itu, dan beliau pun akhirnya berdomisili di Fustat.

Selama di Mesir, Sayyidah Nafisah banyak mendapatkan kunjungan dari para ulama, termasuk Imam Syafi'i. Dari sinilah kemudian Imam Syafi'i berguru kepada beliau dan melakukan beragam diskusi agama seputar fikih, hadis, hingga persoalan-persoalan ibadah. Intensitas diskusi antara keduanya pun menimbulkan hubungan yang kian rekat antara guru dengan murid. Kedekatan keduanya bahkan diekspresikan dalam wasiat Imam Syafi'i. Dalam wasiatnya, Imam Syafi'i me minta ketika kelak ia wafat maka beliau meminta Nafisah untuk menshalati jenazahnya.(edited syalaby ichsan)

https://m.republika.co.id/berita/q967x5483/mengenal-sayyidah-nafisah-guru-imam-syafii

sumber : Pusat Data Republika

Tehnik Sholat Khusuk

  TEHNIK SHOLAT HUSUK. Yang di sebut sholat adalah perjalanan Ruhani bertemu  Allah, berarti Ruh inilah yang bisa menghadap dan bertemu Alla...