TEHNIK SHOLAT HUSUK.
Yang di sebut sholat adalah perjalanan Ruhani bertemu
Allah, berarti Ruh inilah yang bisa menghadap dan bertemu Allah, jika hanya jasadnya saja yang melakukan sholat tapi tidak mengenal siapa yang di hadap maka jelas ini akan tertolak.
Untuk mengenali Ruh perlu metode khusus yang harus di ketahui dan harus di praktekan secara istiqomah.
Metode apa yang perlu di pelajari.
Mari kaji bersama.
Allah memberi janji kepada calon jabang bayi agar dia selalu mengenali bahwa AKU ALLAH YANG MAHA ESA, perlu di mengerti yang di beri janji adalah RUH bukan jasad, jadi hal yang ini menjadi kunci untuk berproses menuju pemilik nama Allah.
TAHOLLI.
Dari umur akil baligh manusia mulai mengenal syahwat dunia, hatinya tertutupi oleh syahwat dunia sehingga dia lupa akan dirinya dan lupa akan Tuhannya,
Jiwanya terkendali oleh akal fikiran yang kita sebut sebagai nafsu, sehingga tidak bisa melihat Ruh dalam dirinya sebagai yang hidup, bentuknya adalah pengakuan-penga
TAHALLI.
Hati yang terbuka karena tergugah melalui kajian hakikat makrifat, ini menjadi sebuah jalan, cahaya hatinya mulai nampak bersinarnya dan mulai mengetahui sejatinya kehidupan adalah Allah sendiri yang berperan, dan di sini mulai dengan praktek atau amal mematikan diri yang sebenarnya tiada (mahluk) dan mulai berusaha masuk kedalam diri yang sebenar hidup (Allah), melalui dzikir SIRRUL ASROR,
Lakukan dzikir ini tiap hari, agar bisa menjadi tiap waktu sampai menjadi tiap menit sampai tiap detik, rasakanlah bahwa di dalam diri ini hanya ada Allah yang menguasainya, geraknya anggota badan, nafas ini, detak jantung ini, aliran darah ini, murni Allah yang ada di dalam wadah yang bernama jasad ini, lakukan tanpa mulut dan hati mengucap apapun.
Ada 3 tahapan proses di dalam dzikir ini.
SUARUL BASIROH.
Nantinya diri ini akan merasakan bahwa Ruh ini sedang menghadap Allah dan sangat dekat sekali, ada yang menghadap dan ada yang di hadap.
AINUL BASIROH.
Dengan keistiqomahan menjalan dzikir ini, ahirnya kita sadar dan menyadari bahwa apa yang terjadi pada diri ini adalah Allah, mahluk menjadi FANA, artinya segala sifat mahluk telah mati karena menetahui bahwa mahluk/dunia bukanlah yang sebenarnya.
HAQQUL BASIROH.
Proses terahir, karena segala yang berhubungan dengan mahluk/dunia telah fana, maka di dalam hatinya MENYATAKAN HANYA ADA ALLAH YANG HIDUP MELIPUTI BAIK DI DALAM DIRI MAUPUN SEMESTA, dirinya sudah tidak di akuinya lagi.
TAJJALI.
Tajalli adalah menetapkan,
Seorang yang sudah kenal Tuhannya pasti di dalam segala tindakanya, aktifitasnya adalah murni tajalli.
Jika sudah murni ZDAT di dalamnya maka ketika jasad ini melakukan sholat pasti sudah tidak membawa sifat mahluk yang merasa melakukan sholat, sehingga RASA selalu menetapkan bahwa Allahlah yang berkuasa di dalam diri sehingga jasad bisa melakukan sholat, bisa bekerja, bisa berbuat baik.
RASA adalah IMAN dan IMAN adalag HIDUP, dan HIDUP itu yang kita sebut sebagai ALLAH.
Jika keadaan hati sudah seperti ini maka ketika mengerjakan sholat sudah pasti HUSUK, dan matinyapun sudah pasti KHUSNUL KHOTIMAH, dan pasti SELAMAT DUNIA AHIRAT.
Demikan.
Uraian ilmu ini untuk di amalkan/ di praktekan, bukan untuk di debat, terima silahkan tidak terima silahkan, konsekuensi kita tanggung sendiri2 manakala jasad mati.
Tidak menerima debat atau adu ilmu.
hakikat makrifat untuk di amalkan bukan untuk di sanggah atau di klarifikasi.
Mohon maaf.
Semoga bermanfaat.
Salam.